Minggu, 18 Oktober 2026
18:32 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Museum Batara Guru

Museum Batara Guru

museum di Indonesia

Bagikan:
Museum in Palopo, Provinsi Sulawesi SelatanTemplat:SHORTDESC:Museum in Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan
Museum Batara Guru
250px-Museum_Batara_Guru_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Batara_Guru&revid=29292517&groups=_a8b58a9162b441277f77db15bfbd9ee33dc7938d&parser=parsoid
Didirikan1971
LokasiJl. Andi Jemma No.1 Kelurahan Batu Pasi, Kecamatan Wara Utara, Kabupaten Luwu, Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan[1]
Koordinat2°58′38″S 120°11′46″E / 2.97733012°S 120.19602261°E / -2.97733012; 120.19602261
JenisMuseum
Situs webhttps://asosiasimuseumindonesia.org/anggota/287-museum-batara-guru.html

Museum Batara Guru adalah sebuah museum yang mengoleksi warisan budaya Kerajaan Luwu dan berlokasi di Jl. Andi Jemma No.1, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kabupaten Luwu, Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan.[2] Museum Batara Guru merupakan museum yang didirikan dengan tujuan melestarikan warisan budaya dan sejarah Kerajaan Luwu.[3]

Sejarah

Museum ini diresmikan oleh salah seorang ahli waris Raja Luwu yang juga merupakan Bupati Luwu pada saat itu, Andi Achmad pada tanggal 26 Juli 1971. Pendirian museum ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya Kerajaan Luwu agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya.[2]

Museum Batara Guru terletak di tengah-tengah Kota Palopo, pusat Kerajaan Luwu pada masa lampau. Istana tersebut dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda sekitar 1920-an di atas tanah bekas "Saoraja", yang diratakan dengan tanah oleh Pemerintah Belanda. Bangunan istana tersebut dibangun dengan arsitektur Eropa dimaksudkan untuk mengambil hati penguasa Kerajaan Luwu. Namun, oleh kebanyakan bangsawan Luwu dianggap sebagai cara untuk menghilangkan jejak sejarah Kerajaan Luwu.[4] Nama Museum Batara Guru diambil dari tokoh dalam sejarah awal Kerajaan Luwu, yakni Batara Guru yang diyakini sebagai raja pertama kerajaan tersebut.[5]

Bangunan

Bangunan Museum Batara Guru merupakan gedung museum bekas Istana Raja Luwu yang memiliki gaya arsitektur Eropa. Luas bangunannya sekitar 968 m2 yang dibangun pada lahan seluas 10.000 m2. Ketinggian bangunan Museum Batara Guru sekitar sekitar 20 meter di atas permukaan laut.[6] Museum ini dilengkapi dengan fasilitas berupa ruang pamer seluas 120 m², ruang administrasi, ruang perpustakaan, ruang mushola, dan toilet. Museum Batara Guru ini juga memiliki banyak koleksi, yakni 831 koleksi yang terdiri dari koleksi prasejarah, heraldik, keramik, etnografi, naskah, numismatik, dan foto.[2]

Koleksi

250px-Museum_Batara_Guru_04.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Toddo` Puli Temmalara yang berada di halaman depan museum.

Museum Batara Guru merupakan satu-satunya museum yang ada di wilayah bekas Kerajaan Luwu yang merupakan kerajaan tertua di Sulawesi Selatan.[5][7][8] Di dalam museum ini terdapat berbagai informasi tentang Kerajaan Luwu pada masa lampau, seperti:[4]

  1. Kursi Datu Luwu
  2. Bendera Kerajaan Luwu
  3. Peralatan Perang Kerajaan Luwu
  4. Topi Perang dan Perisai Kerajaan Luwu
  5. Keramik Asing
  6. Tempayan Domestik
  7. Guci Keramik Asing
  8. Bosara, salah satu perlengkapan pesta Kerajaan Luwu
  9. Aksesoris Pesat
  10. Lukisan Mitos Sawerigading
  11. Lukisan Datu Luwu ke-35 Andi Jemma
  12. Keramik
  13. Guci dan Tempayan
  14. Peralatan Pesta
  15. Lukisan dan Foto
  16. Pengunjung Museum

Akses dan lokasi

Museum ini berjarak sekitar 1,5 km dari Pelabuhan Laut Tanjungringgit serta 3 km dari Terminal Dangerakko. Waktu kunjung museum Batara Guru ini yaitu hari Selasa-Kamis pukul 08.00-16.00 WITA, hari Jumat pukul 08.00-10.30 WITA, hari Minggu pukul 08.00-16.00 WITA. Adapun mengenai biaya tiket masuk museum ini tidak ditentukan tarifnya, melainkan para pengunjung bisa membayar tarif secara sukarela. Bagi yang ingin masuk kedalam museum diharuskan untuk menggunakan sarung. Tidak perlu khawatir karena dibagian informasi tersedia sarung yang bisa disewa dengan harga Rp. 10.000. Apabila kalian berkunjung atas nama instansi atau organisasi perlu untuk membawa surat pengantar kemudian ditujukan kepada dinas Kebudayaan. Setelah itu kalian akan diberikan surat rekomendasi untuk bisa masuk kedalam Museum. Nantinya akan ada satu pengurus Museum yang akan menemani kalian berkeliling dan pastinya akan membantu para pengunjung untuk menjelaskan sejarah museum dan semua hal yang ada di dalam museum termasuk koleksi museum. [9]

Rujukan

  1. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Wara Utara". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2025-06-01.
  2. 1 2 3 "Museum Batara Guru". asosiasimuseumindonesia.org. Diakses tanggal 2024-05-26.
  3. ↑ Sarapang, Simon Sirua (2014). Museum Batara Guru: istana Kerajaan Luwu. Pustaka Sawerigading bekerjasama Balai Pelestarian Nilai Budaya Makassar. ISBN 978-602-9248-23-4.
  4. 1 2 Sirua Sarapang, Simon (2017). Istana Kerajaan Luwu. Makassar: Pusat Sawerigading bekerjasama Dinas Perpustakaan dan KEarsipan Prov. Sulsel. ISBN 978-602-9248-23-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Sarapang, Simon Sirua (2014). Museum Batara Guru: istana Kerajaan Luwu. Pustaka Sawerigading bekerjasama Balai Pelestarian Nilai Budaya Makassar. ISBN 978-602-9248-23-4.
  6. ↑ Nurkidam, A., dkk. (2022). Khatimah, Khusnul (ed.). Jejak Arkeologi Islam Luwu (PDF). Parepare: IAIN Parepare Nusantara Press. hlm. 29. ISBN 978-623-5781-67-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Morris, D. F. van Braam (1992). Kerajaan Luwu: menurut catatan D.F. van Braam Morris. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
  8. ↑ Sejarah Sulawesi Selatan. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Provinsi Sulawesi Selatan. 2004. hlm. 47. ISBN 978-979-3633-09-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Direktori Museum Indonesia. Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012. hlm. 586–588.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Daerah Istimewa Yogyakarta
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Papua Pegunungan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan