Selasa, 22 September 2026
23:33 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Museum Affandi

Museum Affandi

museum di Indonesia

Museum seni in Daerah Istimewa Yogyakarta, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Museum seni in Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Museum Affandi
ꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀ꦄꦥ꦳꧀ꦥ꦳ꦤ꧀ꦢꦶ
Musiyum Affandi
330px-Barang_koleksi_berupa_mobil_dan_sepeda_onthel_yang_terpajang_di_dalam_Galeri_I_Museum_Affandi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Affandi
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Affandi&revid=29857095&groups=_bfc4921c07a895f65afd550bce3c2cb1827f5b8d&parser=parsoid
Didirikan
LokasiIndonesia Jl. Laksda Adisucipto No.167, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia[1]
Koordinat7°46′58″S 110°23′47″E / 7.782836°S 110.396354°E / -7.782836; 110.396354
JenisMuseum seni
Wisatawan17,919 (2010)[2]
Akses transportasi umum40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Gedung Wanita
40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail UIN
Situs webaffandi.org

Museum Affandi (bahasa Jawa:ꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀ꦄꦥ꦳꧀ꦥ꦳ꦤ꧀ꦢꦶ, translit. Musiyum Affandi) merupakan salah satu museum seni di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Museum yang berada di tepi Sungai Gajahwong ini menyimpan berbagai macam lukisan karya Affandi.[3] Selain itu, museum ini juga menyimpan banyak benda peninggalan Affandi lainnya seperti mobil, sepeda onthel dan masih banyak lagi.

Museum Affandi terletak di Jalan Laksda Adisucipto nomor 167[4] dan menempati lahan seluas 3.500 m2 yang terdiri atas bangunan museum yang terdiri dari empat galeri beserta bangunan pelengkap seperti tempat pembelian tiket, dua studio, dan bangunan rumah tempat tinggal pelukis Affandi dan keluarganya.[5][6][7] Rumah Affandi ini mempunyai atap berbentuk pelepah pisang, dan terdiri dari dua lantai dengan lantai bawah untuk ruang tamu dan garasi sedangkan lantai atas yang sebagai kamar pribadi Affandi.[8] Sekarang rumah ini berfungsi menjadi Kafe Loteng yang dapat dikunjungi pengunjung.[8] Pembangunannya dilakukan secara bertahap serta dirancang sendiri oleh Affandi.[6]

Selain 300 karya lukisan Affandi sendiri, dalam museum ini juga tersimpan lukisan dari para pelukis Indonesia lainnya, antara lain: Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Sudjojono, Hendra Gunawan, Barli Sasmitawinata, dan Mochtar Apin.[9] Selain itu terdapat patung karya Amrus Natalsya, dan cukil kayu poles karya keluarga Tjokot.[9]

Sejarah

Awal mula museum ini adalah Galeri I yang dirancang sendiri oleh Affandi dengan biaya hasil penjualan lukisan-lukisannya.[10] Pembangunan Galeri I ini selesai pada tahun 1962 dan diresmikan pada tahun 1974 oleh Prof. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat sebagai Direktur Kebudayaan Umum. Pembangunan Galeri II dilakukan dengan bantuan dari Pemerintah Indonesia melalui kunjungan Presiden Soeharto. Pembangunan dimulai pada tahun 1987 dan diresmikan pada 9 Juni 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hasan. Galeri III dibangun oleh Yayasan Affandi pada tahun 1999, pada Mei tahun 2000 diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.[11] Sedangkan Galeri IV dibangun pada tahun 2002 guna memamerkan lukisan-lukisan keluarga Affandi.[10]

Galeri

Penataan koleksi dilakukan berdasarkan karakteristik dan ciri khas dari tiap karya.[12] Lukisan yang dipajang disusun dalam dua baris atas bawah yang memanjang memenuhi ruangan berbentuk lengkung, lukisan yang dipamerkan sendiri umumnya berupa sketsa dan karya reproduksi.[5]

Galeri I

250px-Patung_Karya_Affandi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung karya Affandi di depan gedung Galeri I
250px-Barang_koleksi_berupa_mobil_dan_sepeda_onthel_yang_terpajang_di_dalam_Galeri_I_Museum_Affandi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mobil dan sepeda onthel yang berada di dalam Galeri I Museum Affandi

Pada Galeri I pengunjung dapat menemui penjualan tiket serta pusat informasi. Galeri I berisi karya-karya Affandi mulai dari awal hingga akhir kariernya, selain itu terdapat beberapa benda yang berhubungan dengan hidup Affandi seperti sepeda ontel, mobil sedan kuno, sandal jepit, kuas, ember, kain sarung, kliping berita koran, dan foto-foto.[12]

Galeri II

Pada awalnya galeri ini digunakan untuk memamerkan lukisan-lukisan karya Affandi yang dijual, dalam perkembangannya galeri ini digunakan sebagai ruang pamer koleksi lukisan karya pelukis lain.[12][13] Galeri ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama berisi lukisan-lukisan bersifat abstrak sedangkan lantai dua didominasi lukisan bercorak realis.[12]

Galeri III

250px-Lukisan-lukisan_Affandi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan-lukisan Affandi

Galeri ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama digunakan sebagai ruang pamer karya lukis keluarga Affandi. Di antaranya, lukisan-lukisan dengan teknik sulam karya Maryati, istri Affandi. Tersimpan juga lukisan-lukisan karya Kartika, putri Affandi. Salah satu contoh karyanya antara lain lukisan berjudul “Apa yang Harus Kuperbuat” (Januari 1999), dan “Apa Salahku? Mengapa ini Harus Terjadi” (Februari 1999). Sedangkan lantai kedua galeri ini digunakan sebagai ruang perawatan lukisan.[10]

Galeri IV

Galeri ini berfungsi sebagai ruang pamer berbagai lukisan karya Didit, cucu Affandi. Galeri ini memiliki langit-langit yang terbuat dari anyaman bambu.[10]

Lihat pula

Galeri

  • Gedung Museum Affandi
    Gedung Museum Affandi
  • Makam Affandi dan Istrinya di Museum Affandi
    Makam Affandi dan Istrinya di Museum Affandi

Referensi

  1. "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Sleman". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; no-break space karakter dalam |access-date= pada posisi 7
  2. "Numbers of visitor". Affandi Museum. Diakses tanggal 30 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Kompasiana.com (2024-10-07). "Menyusuri Jejak Affandi di Tepian Sungai Gajah Wong Sebuah Pengalaman Seni yang Menyihir". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-05-28.
  4. KATALOG MUSEUM INDONESIA JILID II. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. 2018. hlm. 5. ISBN 978-979-8250-67-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 "Museum Affandi, Mengunjungi Istana Sang Maestro". Yogyes.com. Diakses tanggal 2 Mei 2014.
  6. 1 2 "Museum Affandi". Museum Indonesia. Diakses tanggal 2 Mei 2014.
  7. (Inggris) "Affandi Museum". Museum Affandi. Diakses tanggal 3 Mei 2014.
  8. 1 2 (Inggris) "Affandi's Former House". Museum Affandi. Diakses tanggal 3 Mei 2014.
  9. 1 2 "Affandi's Paintings". Museum Affandi. Diakses tanggal 3 Mei 2014.
  10. 1 2 3 4 "Museum Affandi". Jogjatrip.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-03. Diakses tanggal 3 Mei 2014.
  11. Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 333-334
  12. 1 2 3 4 "Museum Affandi". Kotajogja.com. Diakses tanggal 2 Mei 2014.
  13. (Inggris) "Gallery II". Museum Affandi. Diakses tanggal 3 Mei 2014.

Pranala luar

Daerah Istimewa Yogyakarta
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan