Kamis, 24 September 2026
23:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Sepeda ontel

Sepeda ontel

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Sepeda ontel"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-Sohrab_bicycle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepeda onthel
250px-Bicycle_in_kerala.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepeda onthel di Kerala, India
  • Pedagang sepeda di pasar sepeda
    pedagang sepeda di pasar sepeda
  • Jenis sepeda ontel serta merk. Di Pasar Sepeda.
    jenis sepeda ontel serta merk. Di Pasar sepeda.
  • Jual beli di pasar sepeda
    Jual beli di pasar sepeda
  • Selalu ada di setiap jaman pesepeda
    selalu ada di setiap jaman pesepeda

Sepeda ontel (Bahasa Inggris: roadster bicycle) atau juga disebut sebagai sepeda unta, pit kebo (sepeda kerbau), atau pit pancal adalah sebuah tipe sepeda standar dengan ban ukuran 28 inchi yang biasa digunakan oleh masyarakat perkotaan sampai akhir tahun 1970-an. Sepeda onthel mengacu pada sepeda desain Belanda yang bercirikan posisi duduk tegak dan memiliki reputasi yang sangat kuat dan berkualitas tinggi. Karakteristiknya adalah terdapat rumah rantai tertutup atau katengkas (pelafalan dari bahasa Belanda kettingkast) dengan gigi yang tidak bisa diubah dan biasanya terdapat dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu. Sepeda ini juga dilengkapi rem drum atau rem tromol untuk pengereman.

Berbagai macam merek sepeda ontel dari berbagai negara beredar di pasar Indonesia. Pada segmen premium terdapat misalnya merek Fongers, Gazelle dan Sunbeam. Kemudian pada segmen dibawahnya diisi oleh beberapa merek terkenal antara lain seperti Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Phillips dan NSU.

Sejarah

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_een_groep_Indo-Europese_meisjes_op_de_fiets_Batavia_TMnr_60031727.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gadis-gadis menggunakan sepeda ontel di Jakarta pada tahun 1930-an
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Postbodes_op_de_fiets_van_het_Postkantoor_Weltevreden_in_Batavia_TMnr_10014238.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tukang pos dengan sepeda ontelnya di daerah Sawah Besar (Weltevreden), Jakarta tahun 1910-an

Sepeda ontel ini mulai banyak digunakan pada zaman Hindia Belanda. Kemudian pada tahun 1970-an keberadaan sepeda ontel mulai digeser oleh "sepeda jengki" yang berukuran lebih kompak baik dari ukuran tinggi maupun panjangnya dan tidak dibedakan desainnya untuk pengendara pria atau wanita. Waktu itu sepeda jengki yang cukup populer adalah merek Phoenix dari China. Selanjutnya, Sepeda jengki pada tahun 1980-an juga mulai tergeser oleh sepeda MTB sampai sekarang.

Di Indonesia, masyarakat umum menggunakan sepeda model ini untuk transportasi dan sebagai kendaraan pribadi selayaknya sepeda motor zaman sekarang dizaman sebelum tahun 1970-an. Sepeda ontel umum dipakai oleh masyarakat perkotaan Indonesia dari zaman penjajahan Belanda hingga tahun 1970-an. Setelah tahun 70-an keatas hingga tahun 2000-an, masyarakat sudah mulai menggunakan sepeda motor.

Sepeda ontel kemudian pada tahun 1970-an secara perlahan lebih banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan dibanding diperkotaan. Namun pada akhirnya karena usia dan kelangkaan, sepeda onthel telah berubah menjadi barang antik dan unik. Mulailah situasi berbalik, sepeda ontel yang dulunya terbuang, sekarang pada tahun 2000-an justru diburu kembali oleh semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa sampai pejabat. Orang Jawa mengatakan inilah "wolak-waliking zaman". Keranjingan masyarakat terhadap sepeda onthel adalah tepat bersamaan dengan berkembangnya ancaman global warming.

Kini banyak klub-klub dan komunitas sepeda kuno dari berbagai daerah di Indonesia, tersebar dari Sabang hingga Merauke yang jumlahnya ratusan komunitas, itu pun hanya yang sempat terpantau dan terdaftar, belum lagi masih banyak yang tidak terdaftar atau ikut organisasi di bawah naungan KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia).

Penggunaan sekarang

250px-Bicycles_in_India_06.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesepeda ontel di India pada tahun 2007

Di negara-negara seperti India, Pakistan, China, Belanda, Bangladesh, dan beberapa negara lainya, sepeda model seperti ini masih banyak digunakan oleh masyarakat sana baik perkotaan atau pedesaan. Bahkan pabrikan sepeda India yang bernama "Hero Cycles" masih memproduksi sepeda onthel sampai sekarang dan dijual di pasaran India dan dipakai oleh masyarakat sana baik untuk kegunaan transportasi, dagang, pertanian, dll. Di Belanda model sepeda onthel sudah dibuat lebih modern dan dibekali dengan lampu. Di China, sepeda model ini masih umum dipakai seperti di India. Penggunaan di negara-negara Asia Selatan, sepeda model ontel ini masih umum dipakai oleh masyarakat kelas menengah-kebawah.

Di Indonesia, sepeda ontel ini sekarang biasanya digunakan untuk keperluan dagang. Rangkanya yang kuat dan mampu memuat beban besar, membuat sepeda ini masih digunakan di pedesaan terutama untuk sektor pertanian.[1] Di daerah Kota Tua Jakarta, Jakarta Utara sepeda ontel masih digunakan oleh ojek sepeda dan sebagai wahana sewa untuk wisatawan di sana.

Referensi

  1. Melihat Indonesia dari sepeda. Penerbit Buku Kompas. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 2010. ISBN 978-979-709-525-3. OCLC 696953830.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan