Kamis, 08 Oktober 2026
23:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Maryati Affandi

Pelukis Indonesia

Bagikan:

Maryati Affandi (Bogor, 1916[1] – Yogyakarta, 25 Mei 1991[2]) adalah seorang pelukis asal Indonesia.[3] Ia merupakan istri dari Affandi yang juga bekerja sebagai pelukis.[4][5][6]

Semasa kecil, Maryati tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Ketika berusia belasan tahun, ia belajar membaca dan menulis kepada Affandi.[2] Pada tahun 1933, Maryati menikah dengan Affandi.[7] Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putri bernama Kartika Affandi yang kemudian mengikuti jejak orang tuanya sebagai pelukis.[8]

Seperti suaminya, Maryati juga menekuni seni lukis. Ia dikenal dengan karya lukisannya yang menggunakan teknik sulam meskipun ia juga menguasai teknik lukis dengan cat minyak.[2] Karya-karya buatan Maryati telah menjadi koleksi Museum Affandi.[9]

Pada tahun 1957, untuk pertama kalinya Maryati mengikuti pameran bersama perupa wanita Indonesia lainnya. Sejak itu, ia sering mengikuti berbagai pameran seni rupa. Pada tahun 1984, Maryati Affandi mengikuti pameran bersama di Yogyakarta yang secara khusus menampilkan karya-karya sulaman. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Maryati Affandi lebih tertarik menekuni karya seni sulaman.[1]

Maryati meninggal pada tanggal 25 Mei 1991 di Yogyakarta, setahun setelah Affandi tiada.[2] Ia dimakamkan berdampingan dengan suaminya di kompleks Museum Affandi.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Tutoko S., Diah (1993). Museum Affandi. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 4 Zakaria, Anang (30 Juni 2015). "Pelukis Affandi pun Kagum pada Karya Maryati". Tempo.co. Diakses tanggal 1 Juni 2025.
  3. ↑ Sumaatmadja, Nugraha (1975). Affandi. Yayasan Kanisius. hlm. 105.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Dermawan T., Agus (2021). Karnaval Sahibulhikayat. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 65. ISBN 978-602-481-535-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ "Affandi, Maryati - Metzemakers Kunstmakelaardij". www.metzemaekers.com. Diakses tanggal 2026-05-25.
  6. ↑ https://www.christies.com/en/lot/lot-6046921. Diakses tanggal 2026-05-25.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  7. ↑ Rosidi, Ajip (2024). 100 Tahun Affandi. Bandung: Nuansa Cendekia. hlm. 5. ISBN 978-602-3506-49-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Rosidi, Ajip (2015). Lekra Bagian dari PKI. Bandung: Dunia Pustaka Jaya. hlm. 100. ISBN 978-979-419-549-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Malna, Afrizal (2019). Setiadi, Tia (ed.). Tragik Satu-Rasa untuk Semua-Aku: Esai-esai Seni Rupa. BasaBasi. hlm. 65. ISBN 978-623-7290-26-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan