| Museum Pedir | |
|---|---|
Pendiri Pedir Museum, Masykur Syarifuddin ketika menerima kunjungan tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | |
![]() Peta interaktif area Museum Pedir |
Pedir Museum atau Museum Manuskrip Lueng Putu[1] adalah sebuah museum yang terletak di Blang Glong, Pidie Jaya dan memiliki cabang di Punge Blang Cut, Banda Aceh . Museum ini didirikan oleh Masykur Syarifuddin pada tanggal 6 Juni 2015. Museum ini mengkoleksi berbagai benda-benda kuno peninggalan peradaban di Aceh seperti manuskrip, mata uang, senjata, keramik dan berbagai artefak lainnya. Saat ini Pedir Museum telah memiliki koleksi sekitar 5.800[2] benda-benda kuno.[3]
Sejarah
Pedir Museum didirikan secara swadaya pada pertengahan 2015 setelah setahun upaya yang dilakukan Masykur dalam mengumpulkan benda-benda kuno. Masykur pada mulanya mencari manuskrip pada tahun 2014 dengan cara membeli dari masyarakat dan pedagang barang antik. Upaya ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan Masykur dikarenakan banyaknya benda-benda kuno asal Aceh yang dijual ke luar negeri. Penamaan museum sendiri merujuk pada nama Kerajaan Pedir yang terletak di Pidie.[4]
Koleksi
Sampai dengan saat ini, Pedir Museum telah memiliki 2.870 koleksi. Sebanyak 462 di antaranya merupakan koleksi naskah manuskrip. Sementara itu, mata uang kuno dari abad ke-12 hingga 19 mencapai 1.000 koleksi. Mata uang kuno Dirham yang digunakan di masa Kesultanan Samudera Pasai, mata uang VOC, keuh, hingga mata uang asing era Bizantium dan Abbasiyah.[2] Selain itu, Pedir Museum juga menyimpan perhiasan, senjata, arsip kesultanan, kain dan tekstil, benda-benda etnografi dan arkeologi, hingga temuan-temuan fosil.[5]
Koleksi tertua museum ini adalah koin milik Khalifah Al-Ma'mun dari Daulah Abbasiyah yang berangka tahun 202 Hijriah dan dua koin lainnya dari Konstantinopel, Romawi Timur yang berasal dari abad ke-12 Masehi.[6]
Kegiatan
Museum Pedir sering dikunjungi oleh peneliti dan mahasiswa untuk mempelajari naskah-naskah lama Aceh. Selain itu juga diadakan kegiatan belajar membaca naskah lama.[7]
Referensi
- ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 14. ISBN 978-979-8250-66-8.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - 1 2 Kompas, Tim Harian (2021-08-05). "Museum Simpan Bukti Kekayaan Jalur Rempah Nusantara". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ "Tentang Pedir Museum". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-05. Diakses tanggal 2020-02-05.
- ↑ Abonita, Rino (2019-07-01). Apriyono, Ahmad; Ige, Edhie Prayitno (ed.). "Masykur Masih Kekurangan Rp1,4 Juta untuk Menebus Perisai Kuno Kerajaan Aceh". Liputan6.com. Diakses tanggal 2020-02-05.
- ↑ "Pemuda Aceh Raih Sartono Kartodirdjo Award". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-05.
- ↑ "Milenial Pengumpul Kepingan Sejarah Itu Bernama Masykur »". dialeksis.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-11-25.
- ↑ "Yuk, Belajar Membaca Manuskrip Dari Kolektor Dan Peneliti Di Pedir Museum". aceHTrend.com. Diakses tanggal 2020-11-25.
Lihat pula
Pranala luar
- Situs resmi Diarsipkan 2020-11-25 di Wayback Machine.
- Manuskrip Bidayah al-Hidayah Syarah Ummul Barahin
- Manuskrip Obat Tradisional Aceh

