Kamis, 24 September 2026
20:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Museum Bahari

Museum Bahari

museum di Indonesia

Museum maritim in Jakarta , IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Museum maritim in Jakarta , Indonesia
Museum Bahari
250px-Museum_Bahari_Pintu_Masuk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pintu masuk museum
Museum Bahari di Jakarta
Museum Bahari
Lokasi di Jakarta
Didirikan7 Juli 1977
LokasiJl. Pasar Ikan 1, Sunda Kelapa, Jakarta 14440, Indonesia
Koordinat6°7′37.14″S 106°48′29.88″E / 6.1269833°S 106.8083000°E / -6.1269833; 106.8083000
JenisMuseum maritim
DirekturTaufik Ahmad
Situs webwww.museumbahari.org

Museum Bahari adalah sebuah museum yang terletaka di Jalan Pasar Ikan Nomor 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara.[1] Museum ini menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa.[2][3][4] Museum Bahari merupakan salah satu dari delapan museum yang berada di bawah pengawasan dan pengelolaan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta.[5]

Museum ini diresmikan pada 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.[1]

Sejarah

Pada masa pendudukan Belanda, gedung yang ditempati oleh Museum Bahari merupakan gudang yang berfungsi untuk menyimpan komoditas perdagangan bagi Perusahaan Hindia Timur Belanda terutama rempah-rempah, kopi, hasil tambang dan tekstil.[6] Komoditas tersebut disimpan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda karena sangat laris di pasaran Eropa. Gudang ini secara bertahap dibangun sejak 1718[7] dan berada persis di samping muara Ci Liwung, bangunan ini memiliki dua sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai tahun 16521771) dan sisi timur, disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari empat unit bangunan, dan tiga unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari. Gedung ini awalnya digunakan untuk menyimpan barang dagangan utama VOC di Nusantara, yaitu rempah, kopi, teh, tembaga, timah, dan tekstil.[8][9]

Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT sebagai gudang. Tahun 1976, bangunan cagar budaya ini dipugar kembali, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari.[10][11]

Akses Gratis

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan layanan masuk museum secara gratis bagi warga dengan tiga kategori, yakni penyandang disabilitas, lanjut usia dan peserta didik penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang berlaku mulai 20 Januari 2017. [12]

Koleksi

Museum Bahari mengoleksi berbagai jenis perahu yang digunakan oleh penduduk Indonesia.[13] Koleksi ini memiliki beragam bentuk, gaya dan ragam hias Museum Bahari juga mengoleksi kapal zaman VOC. Selain itu, Museum Bahari mengoleksi berbagai miniatur yang memperlihatkan model kapal modern dan perlengkapan pendukung kegiatan pelayaran.[14] Di Museum Bahari telah terkumpul beberapa alat navigasi antara lain kompas, teropong dan sekstan.[15][16] Terdapat juga peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa lalu seperti jangkar, model mercusuar dan meriam.[17][18]

Museum Bahari juga menampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan Nusantara. Museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim Nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam.[19]

Galeri

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jakarta Maritime Museum.
  • Gambar Museum Bahari
    Gambar Museum Bahari
  • Bangunan museum Bahari dari samping
    Bangunan museum Bahari dari samping
  • Salah satu koleksi perahu Meseum Bahari
    Salah satu koleksi perahu Meseum Bahari
  • Pelantara Museum Bahari
    Pelantara Museum Bahari

Referensi

  1. 1 2 Akbar, Jay. "Museum Bahari Kebakaran, Ini Koleksi dan Sejarahnya". tirto.id. Diakses tanggal 2026-05-16.
  2. https://museum.kemenbud.go.id/museum/profile/museum%2Bbahari?. Diakses tanggal 2026-05-24.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. "Museum Bahari – Koleksi Museum Indonesia & Sejarah Kemaritiman Nusantara di Jakarta". www.indonesia.travel. Diakses tanggal 2026-05-24.
  4. "Museum Bahari Jakarta". museum.co.id (dalam bahasa American English). 1977-07-06. Diakses tanggal 2026-05-24.
  5. Museum Bahari Indonesia. http://www.museumbahari.org/.
  6. Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 204. ISBN 978-979-8250-66-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Marijan, Kacung (2012) Album budaya : direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 64
  8. Museum-Museum di DKI Jakarta. Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1998-01-01. hlm. 19.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Tjahjopurnomo, R.; Munandar, Agus Aris; Perdana, Andini; Rahayu, Andriyati; Gultom, Annissa Maulina (2011-01-01). Sejarah Permuseuman di Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 6. ISBN 978-602-19627-1-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. Dimyati, Edi (2010). 47 Museum Jakarta. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 281. ISBN 978-979-22-5501-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. Arçaka (2022-03-13). Majalah Arçaka #14: Ar(sea)tecture. Majalah Arçaka. hlm. 59.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. "Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2017 tentang Layanan Gratis Masuk Taman Margasatwa Ragunan, Tugu Monumen Nasional dan Museum pada Hari Biasa Bagi Masyarakat Tertentu". JDIH - Jakarta. 27 Januari 2017. Diakses tanggal 2025-05-28.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
  13. Ali, R. dkk., ed. (1980). Buku Petunjuk Museum Bahari Jakarta (PDF). Jakarta: Proyek Pengembangan Permuseuman Jakarta. hlm. 1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. Direktorat Museum (2008). Monografi Museum Indonesia se-Jawa dan Bali (PDF). Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. hlm. 16.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. Ali, R., dkk. (1980). Buku Petunjuk Museum Bahari Jakarta (PDF). Jakarta: Proyek Pengembangan Permuseuman Jakarta. hlm. 43.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. Wanadriani Santosa, Lia (2024-11-08). "DKI ajak orang tua kunjungi Museum Betawi dan Bahari bersama anak". Antara News. Diakses tanggal 2025-05-28.
  17. "Museum Bahari, Saksi Bisu Hegemoni Belanda di Indonesia". kumparan. Diakses tanggal 2025-05-30.
  18. Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 65
  19. "JakartaTourism". jakarta-tourism.go.id. Diakses tanggal 2025-05-31.
Topik mengenai Batavia
Daerah
Duizendeilanden
Benedenstad
Bovenstad
Ommelanden
Lambang Kota Batavia
Lambang Kota Batavia
Jalan
Taman
Tim Sepak Bola
Bangunan
Pelabuhan
Stasiun Kereta Api
Halte Trem
Bandara
Tempat Pemerintahan
Rumah Besar
Penjara
Kastel/Benteng/Bastion
Tempat Ibadah
Tempat Hiburan
Rumah Sakit
Kantor Pos
dan Kantor Telegraf
Kantor Telepon
Hotel
Museum
Lapangan Bola
Pasar
Mercusuar
Lain-Lain
Perusahaan Layanan
Masyarakat
Bank

De Javasche Bank · Postspaarbank · De Chartered Bank

Sarana Pendidikan
Taman
Pemakaman Umum
Transportasi
Jakarta Barat
Jakarta Pusat
Jakarta Selatan
Jakarta Timur
Jakarta Utara
Kepulauan Seribu
Kepulauan Seribu
60px-Coat_of_arms_of_Jakarta.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jakarta Barat
Jakarta Pusat
Jakarta Selatan
Jakarta Timur
Jakarat Utara

6°07′39″S 106°48′30″E / 6.12748°S 106.80836°E / -6.12748; 106.80836

Daerah Istimewa Yogyakarta
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan