Senin, 19 Oktober 2026
15:21 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Gereja Belanda

Gereja Belanda

gereja di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Infotaula de geografia políticaGereja Belanda
gereja Suntingan nilai di Wikidata
330px-De-Kruis-Kerk-op-Batavia-1682.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lukisan De Hollandsche Kerk. Lukisan ini menampilkan bangunan asli Gereja yang terletak di dalam Kastil Batavia
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Gereja_Belanda&revid=29972642&groups=_fef06051131faed680dd4a2ad3963c97026ee8ca&parser=parsoidKoordinat: 6°8′6.0″S 106°48′44.3″E / 6.135000°S 106.812306°E / -6.135000; 106.812306 
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata

Gereja Belanda (bahasa Belanda:De Hollandsche Kerk) adalah sebuah gereja tua yang terletak di Heerenstraat (sekarang Jalan Pintu Besar Utara). Gereja yang memiliki nama Kruiskerk ini sudah tiada karena hancur dihantam gempa hebat tahun 1808. Sebagai gantinya, Pemerintah Hindia Belanda menggunakan lahan bekas gereja tersebut untuk dibangunkan sebuah bangunan dengan gaya Neo-Reinaissance yang diperuntukkan sebagai gudang milik perusahaan Geo Wehry & Co. Gudang tersebut sekarang menjadi Museum Wayang.

Sejarah

Setelah VOC sepenuhnya menguasai wilayah Batavia, Mereka mulai membangun infrastruktur penting di tanah bekas kota Jayakarta itu. Salah satunya adalah membangun sebuah gereja yang berada di dalam Kastel Batavia. Kemudian pembangunannya pun dimulai pada tahun 1640. Gereja ini dibangun di atas bekas tikungan Kali Ciliwung yang ditimbun tanah sewaktu sungai itu diluruskan untuk menjadi Kali Besar dan belokan sebelumnya ditimbun. Pada tahun 1632, Gubernur-Jenderal Jacques Specx pertama kali melakuan pemancangan tiang pertama untuk bangunan gereja.[1] Setelah selesai, Gereja tersebut dinamakan Kruiskerk (Gereja Salib). Penyebutan ini sebenarnya mengacu pada kemiripan bentukan gereja ini dengan gereja Norderkerk di Amsterdam, Belanda.[1] Kemudian Gereja tersebut dirombak lalu direnovasi pada tahun 1733 karena sebuah orgel yang didatangkan dari Belanda tidak dapat dipasang di dalamnya.[2] Setelah selesai, Gereja ini berganti nama menjadi De Grote Hollandse Kerk (Gereja Besar Belanda) atau De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) yang kemudian dipakai sebagai Gereja utama kota Batavia sampai pada akhirnya hancur oleh gempa bumi pada tahun 1808.[3]

Keadaan gereja setelah gempa bumi

Selanjutnya lahan bekas Gereja tersebut dibangunlah bangunan yang tampak sebagaimana sekarang ini dengan fungsinya sebagi gudang milik perusahaan Geo Wehry & Co. Sesuai dengan besluit pemerintah Hindia Belanda tertanggal 14 Agustus 1936, telah ditetapkan bangunan beserta tanahnya menjadi monumen. Selanjutnya bangunan ini dibeli oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen dengan tujuan untuk memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, serta menerbitkan hasil penelitian.

Pada tahun 1937 oleh lembaga tersebut bangunan ini diserahkan kepada Stichting oud Batavia dan kemudian dijadikan museum dengan nama De Oude Bataviasche Museum atau Museum Batavia Lama yang pembukaannya dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan ini digunakan sebagai Museum Djakarta Lama sampai akhirnya pada tanggal 13 Agustus 1975 bangunan ini lalu digunakan sebagai Museum Wayang sampai sekarang.[3]

Galeri

  • Bentuk bangunan Gereja setelah direnovasi yang kemudian dinamakan De Grote Hollandse Kerk atau De Nieuwe Hollandse Kerk.
    Bentuk bangunan Gereja setelah direnovasi yang kemudian dinamakan De Grote Hollandse Kerk atau De Nieuwe Hollandse Kerk.
  • Bagian reruntuhan Gereja Belanda yang merupakan makam Jan Pieterszoon Coen.
    Bagian reruntuhan Gereja Belanda yang merupakan makam Jan Pieterszoon Coen.

Referensi

  1. 1 2 Adolf., Heuken, (2003). Gereja-gereja tua di Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. ISBN 9799722942. OCLC 53951079.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ↑ De Oude Hollandsche Kerk Diarsipkan 2017-09-02 di Wayback Machine.
  3. 1 2 Mengulik Sejarah Museum Wayang Diarsipkan 2014-12-26 di Wayback Machine.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Dutch Church (Batavia).
Topik mengenai Batavia
Daerah
Duizendeilanden
Benedenstad
Bovenstad
Ommelanden
Lambang Kota Batavia
Lambang Kota Batavia
Jalan
Taman
Tim Sepak Bola
Bangunan
Pelabuhan
Stasiun Kereta Api
Halte Trem
Bandara
Tempat Pemerintahan
Rumah Besar
Penjara
Kastel/Benteng/Bastion
Tempat Ibadah
Tempat Hiburan
Rumah Sakit
Kantor Pos
dan Kantor Telegraf
Kantor Telepon
Hotel
Museum
Lapangan Bola
Pasar
Mercusuar
Lain-Lain
Perusahaan Layanan
Masyarakat
Bank

De Javasche Bank · Postspaarbank · De Chartered Bank

Sarana Pendidikan
Taman
Pemakaman Umum
Transportasi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan