Rabu, 14 Oktober 2026
08:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman

Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman

Bagikan:
Pusat Riset
Biologi Molekuler Eijkman
Logo_of_Eijkman_Institute_of_Molecular_Biology.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Gambaran umum
Didirikan1888 (sebagai Geneeskundig Laboratorium)
19 September 1995;31 tahun lalu (1995-09-19) (Sebagai Lembaga Biologi Molekuler Eijkman)
Bidang tugasRiset biologi molekuler
Di bawah koordinasi
Organisasi Riset Kesehatan
Kepala
–
Kantor pusat
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jl. Pangeran Diponegoro No.69, RW.5, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Situs web
brin.go.id/ork/pusat-riset-biologi-molekuler-eijkman/page/dashboard-prbme
Sunting kotak info
Sunting kotak info •L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
250px-Eijkmaninst.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lembaga Eijkman pada tahun 2011

Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, sebelumnya dikenal sebagai Lembaga Biologi Molekuler Eijkman atau Lembaga Eijkman, adalah sebuah pusat riset di bawah Organisasi Riset Kesehatan yang berada dalam lingkup Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Nama lembaga ini diambil dari Christiaan Eijkman, peneliti berkebangsaan Belanda yang menjabat direktur pertama sekaligus penerima penghargaan Nobel bidang kedokteran pada tahun 1929 atas penemuan konsep vitamin ketika melakukan studi penyakit beri-beri di Batavia.[1] Lembaga Eijkman menempati bangunan berarsitektur Belanda di Jalan Diponegoro No.69, Jakarta Pusat, Indonesia.[2] Pada tahun 2015, Lembaga Eijkman menerima penghargaan sebagai Pusat Unggulan Iptek oleh Kemenristekdikti.[3]

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_Eijkman_Instituut_in_Weltevreden_Batavia_TMnr_60038173.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eijkman Instituut pada tahun 1939

Sejarah

Geneeskundig Laboratorium

Pada tahun 1888, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Geneeskundig Laboratorium (bahasa Inggris: The Central Laboratory of Public Health Service, bahasa Indonesia: Laboratorium Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat) di Batavia.[4] Christiaan Eijkman ditunjuk sebagai direktur pertama dan menjabat sejak 15 Januari 1888 hingga 4 Maret 1896.[2][5][6]

Penggunaan nama Lembaga Eijkman

Pada tahun 1938, bertepatan dengan peringatan 50 tahun berdirinya institusi ini, nama Lembaga Eijkman mulai digunakan sebagai bentuk penghargaan terhadap Christiaan Eijkman.[2] Christiaan Eijkman meraih hadiah Nobel di bidang kedokteran pada tahun 1929 atas penelitiannya tentang penyakit beri-beri yang disebabkan oleh kekurangan senyawa yang terdapat pada kulit beras, sebuah konsep yang menjadi cikal-bakal penemuan vitamin.[6]

Sejak tahun 1938, Lembaga Eijkman dipimpin oleh Prof. Dr. Achmad Mochtar hingga kematiannya pada tahun 1945 akibat hukuman pancung oleh tentara Jepang untuk menyelamatkan peneliti-peneliti di institusinya yang dituduh mencemari vaksin tetanus. [7] Dr. Achmad Mochtar adalah orang Indonesia pertama yang menjabat posisi sebagai direktur Lembaga Eijkman.[7]

Penutupan Lembaga Eijkman

Akibat pergolakan ekonomi dan politik Indonesia pada tahun 1960-an, Lembaga Eijkman ditutup dan digabungkan dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo.[2]

Revitalisasi Lembaga Eijkman

Tiga dekade kemudian pada bulan Desember 1990, dalam rangka memperingati satu abad penemuan defisiensi vitamin B1 sebagai penyebab beri-beri oleh Christian Eijkman, B.J. Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi memutuskan untuk membuka kembali Lembaga Eijkman.[8][2] Lembaga Eijkman secara sah dihidupkan kembali pada Juli 1992.[8] Laboratorium mulai beroperasi pada April 1993 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 September 1995.[8] Lembaga Eijkman pada era baru dipimpin oleh Profesor Sangkot Marzuki sejak tahun 1992 hingga tahun 2014. Tahun 2014 hingga 2021, jabatan Direktur Lembaga Eijkman dipegang oleh Amin Soebandrio.

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Pada September 2021, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman atau Lembaga Eijkman diintegrasikan dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, Organisasi Riset Kesehatan.

Penetapan Lembaga Eijkman sebagai Cagar Budaya

Gubenur Daerah Khusus Ibukota Jakarta menetapkan bangunan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sebagai bangunan cagar budaya melalui Keputusan Gubernur Nomor 241 Tahun 2022[9]

Topik riset

Referensi

  1. ↑ <(Inggris) Christiaan Eijkman, Beriberi and Vitamin B1 diakses 3 Juli 2016
  2. 1 2 3 4 5 (Inggris) My Jakarta: The Eijkman Institute diakses 3 Juli 2016
  3. ↑ (Indonesia) Kemenristekdikti Tetapkan 10 Pusat Unggulan Iptek Diarsipkan 2016-08-18 di Wayback Machine. diakses 3 Juli 2016
  4. ↑ (Inggris)Kratoska, PH (2001), South East Asia, Colonial History: High imperialism (1890s-1930s), London: Taylor and Francis, ISBN 0415215420 (lihat di Penelusuran Buku Google)
  5. ↑ (Inggris)Rittner, D; McCabe, TL (2009), Encyclopedia of Biology, New York: Infobase Publishing, ISBN 0816048592 (lihat di Penelusuran Buku Google)
  6. 1 2 (Inggris) Christiaan Eijkman Biography. diakses 25 November 2014
  7. 1 2 (Inggris) Stone R (2010). "Righting a 65-year-old wrong". Science. 329 (5987): 30–31.
  8. 1 2 3 (Inggris) Situs Resmi LBME. diakses 25 November 2014
  9. ↑ Gubernur DKI Jakarta (15 Maret 2022). "Keputusan Gubernur Nomor 241 Tahun 2022". JDIH - Jakarta. Diakses tanggal 2024-01-20.

Pranala luar

Topik mengenai Batavia
Daerah
Duizendeilanden
Benedenstad
Bovenstad
Ommelanden
Lambang Kota Batavia
Lambang Kota Batavia
Jalan
Taman
Tim Sepak Bola
Bangunan
Pelabuhan
Stasiun Kereta Api
Halte Trem
Bandara
Tempat Pemerintahan
Rumah Besar
Penjara
Kastel/Benteng/Bastion
Tempat Ibadah
Tempat Hiburan
Rumah Sakit
Kantor Pos
dan Kantor Telegraf
Kantor Telepon
Hotel
Museum
Lapangan Bola
Pasar
Mercusuar
Lain-Lain
Perusahaan Layanan
Masyarakat
Bank

De Javasche Bank · Postspaarbank · De Chartered Bank

Sarana Pendidikan
Taman
Pemakaman Umum
Transportasi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan