Minggu, 04 Oktober 2026
17:53 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Museum Lampung

Museum Lampung

museum di Indonesia

Bagikan:
Museum Lampung
250px-Museum_Lampung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Lampung
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Lampung&revid=29306679&groups=_1034c2df5e6938493250bd159ef844549f57f474&parser=parsoid
Peta interaktif area Museum Lampung

Museum Tanah Lampung atau Museum Lampung atau Museum Negeri Provinsi Lampung[1] adalah sebuah museum yang terletak di Kota Bandar Lampung, provinsi Lampung, Indonesia. Beralamat di Jalan ZA Pagar Alam No.64 Bandar Lampung. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di provinsi Lampung dan merupakan kebanggaan pemerintah provinsi Lampung. Letak museum ini cukup strategis karena tidak jauh dari pusat kota Bandar Lampung, yakni hanya 30 menit perjalanan.[2]

Sejarah

Museum Lampung telah mulai dibangun sejak tahun 1975, tetapi peletakan batu pertama baru diadakan pada tahun 1978.[3] Peresmian Museum Lampung dilaksanakan pada 24 September 1988 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hassan.[4] Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional.[5]

Sang Bumi yang diabadikan sebagai nama museum ini diambil dari tulisan Sang Bumi Ruwa Jurai dalam logo resmi Provinsi Lampung diresmikan penggunaannya sejak 1 April 1990.[2][6] Istilah Ruwa Jurai berasal dari kata ruwa yang berarti “dua” dan jurai yang berarti “keturunan” atau “garis keturunan”. Konsep ini mencerminkan struktur sosial masyarakat Lampung yang secara tradisional terbagi ke dalam dua kelompok adat utama, yaitu masyarakat Lampung Saibatin dan Lampung Pepadun.[7] Kepemilikan dan pengelolaan atas Museum Lampung diserahkan kepada Pemerinah Provinsi Lampung.[8]

Koleksi

Museum Lampung menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang berguna sebagai sarana pendidikan, penelitian dan rekreasi. Di halaman museum terdapat beberapa koleksi unik yang menyambut setiap pengunjung.[9][10][11] Tampak meriam kuno peninggalan masa penjajahan yang menjadi salah satu ikon dari Museum Lampung itu sendiri.[9][10]

Selain meriam, replika Rumah tradisional Lampung juga berdiri di halaman museum. Rumah tradisional lampung dikenal berbentuk rumah panggung yang dimaksudkan untuk melindungi si pemilik rumah dari binatang buas[11] Harimau serta Gajah dan ada juga bola besi pembuka lahan.[12] Bola besi ini identik dengan identitas Lampung sebagai daerah tujuan transmigrasi pada tahun 1953-1956. Bola besi ini digunakan untuk membuka lahan transmigrasi di wilayah Kabupaten Lampung Timur, khususnya Raman Utara, Lampung Timur dan Purbolinggo, Lampung Timur, serta di Kabupaten Lampung Tengah khususnya Seputih Banyak, Lampung Tengah, dan Seputih Raman, Lampung Tengah.[11]

Adapun cara pengoperasiannya adalah dengan ditarik dua traktor guna menumbangkan pohon dan semak di area tanah datar yang akan menjadi lokasi transmigrasi. Sementara di dalam museum, koleksi yang ditampilkan antara lain koleksi benda budaya yang mewakili dua Komunitas adat dan budaya yang dominan di Lampung, yakni Saibatin Pegunungan dan Pesisir pantai dan Penyimbang (Pepadun). Kedua komunitas adat dan budaya ini masing-masing memiliki ciri khas dalam hal ritual adat dan budaya serta perangkat atau aksesori alat pegang pakai, seperti kain tradisional khas Lampung, kain tapis. Rangkaian ritual kedua komunitas adat dan budaya masing-masing ditampilkan berurutan, mulai dari ritual lapahan, bedu'a, kelahiran, cukuran, asah gigi menjelang dewasa, pernikahan, hingga ritual kematian dan sebagainya.[11]

Setidaknya Museum Lampung “Ruwa Jurai” kini memiliki koleksi sekitar 4.735 koleksi yang meliputi benda; geologika, biologika, etnografika, historika, numismatika/heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknografika.[2]

Referensi

  1. ↑ Rusmiyati, Rusmiyati; Dewi, Murwaningrum; M. Amperawan, Marpaung; Archangela Yudi, Aprianingrum; Putri, Haryanti; Dimas Setyo, Saputro; Mita, Indraswari; Betsi Edith, Christie; Nabila, Khoirunnisa (2018). Adityayoga, Adityayoga (ed.). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Vol. 1. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 164. ISBN 978-979-8250-66-8.
  2. 1 2 3 Adi Gunawan (3 April 2024). "Wisata Mengunjungi Sejarah di Museum Lampung". Kelampung.com. Diakses pada 28 November 2024.
  3. ↑ Ralifia, Desesri, ed. (2021). "Museum Lampung" (PDF). Saburai (Edisi III). Pusat Informasi dan Komunikasi, BPK Perwakilan Provinsi Lampung: 4.
  4. ↑ Ralifia, Desesri, ed. (2019). "Museum Lampung" (PDF). Sai Bumi Ruwa Jurai (Edisi I). Pusat Informasi dan Komunikasi, BPK Perwakilan Provinsi Lampung: 4.
  5. ↑ Rusmiyati; dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 164. ISBN 978-979-8250-66-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ fikriansyah, ilham. "Jalan-jalan Sekaligus Belajar Sejarah di Museum Lampung". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-05-24.
  7. ↑ Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 750-754
  8. ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 164. ISBN 978-979-8250-66-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. 1 2 "SISWA MIN 5 BANDAR LAMPUNG KUNJUNGAN KE MUSEUM LAMPUNG – MIN 5 BANDAR LAMPUNG". Diakses tanggal 2025-05-24.
  10. 1 2 "SISWA MIN 5 BANDAR LAMPUNG KUNJUNGAN KE MUSEUM LAMPUNG". Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Diakses tanggal 2025-05-24.
  11. 1 2 3 4 Okezone (2014-02-09). "Menapaki Jejak Masa Lampau di Museum Lampung : Okezone Travel". https://travel.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-05-24.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  12. ↑ Lampung, TIM IT Diskominfotik Provinsi. "Bola Besi, Sebagai Alat Pembebasan Lahan Masa Awal Transmigrasi - Bola Besi, Sebagai Alat Pembebasan Lahan Masa Awal Transmigrasi". UPTD MUSEUM KETRANSMIGRASIAN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-02.
Daerah Istimewa Yogyakarta
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan