Rabu, 30 September 2026
01:22 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Kain tapis

Kain tapis

Bagikan:
250px-Kain_tapis.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kain tapis

Kain Tapis merupakan salah satu kerajinan tradisional masyarakat Lampung berupa sarung (Sinjang) yang diberi sulaman.[1][2][3][4][5] Kain tapis biasanya terbuat dari benang katun dan benang emas. Benang katun adalah benang yang berasal dari bahan kapas dan digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kain tapis, sedangkan benang emas dipakai untuk membuat ragam hias pada tapis dengan sistem sulam.

Pada awalnya, kain tapis diciptakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Seiring berjalannya waktu, kain tapis digunakan oleh masyarakat Lampung untuk menghadiri berbagai acara adat.[5] Saat ini, masyarakat Lampung maupun masyarakat pendatang sering menggunakan kain tapis ketika menghadiri upacara pernikahan, kegiatan resmi, hingga berbagai kegiatan kebudayaan lainnya.[6] Kain tapis menjadi salah satu dari 3 jenis kain khas Lampung lainnya seperti kain sulam usus dan kain celugam. [7]

Referensi

  1. ↑ Totton, Mary Louise (2009). Wearing Wealth and Styling Identity: Tapis from Lampung, South Sumatra, Indonesia. Hanover, New Hampshire, United States of America: Hood Museum of Art, Dartmouth College. ISBN 978-0944722374.
  2. ↑ Mary, Louise Totton (1994). "A Red Ikat Tapis: Ships and the Lands Beyond". Bulletin of the Detroit Institute of Arts. 68 (3). Diakses tanggal 15 Maret 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Richter, Anne (1994). "Arts and crafts of Indonesia". Chronicle Books Llc.
  4. ↑ Wardwell, Anne E (1985). "Tapis: A Rare Sarong from South Sumatra". The Bulletin of the Cleveland Museum of Art. 72 (5).
  5. 1 2 Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 Buku Dua (PDF). Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. hlm. 58.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ "Fitinline.com: Kain Tapis Pada Pakaian Adat Lampung". fitinline.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-20.
  7. ↑ "3 Jenis Kain Lampung". Diakses tanggal 2025-04-19.

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan