Senin, 05 Oktober 2026
21:08 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Museum Trowulan

Museum Trowulan

museum di Mojokerto, Indonesia

Bagikan:
Museum arkeologi in Jawa Timur, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Museum arkeologi in Jawa Timur, Indonesia
Museum Trowulan
250px-Airlangga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Airlangga di Museum Trowulan.
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Trowulan&revid=29288116&groups=_e7c75ef1a768e88ac9fb50d7f8f5d2aac1cd837c&parser=parsoid
Didirikan1987
LokasiTrowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia
Koordinat7°34′S 112°23′E / 7.56°S 112.38°E / -7.56; 112.38
JenisMuseum arkeologi
250px-Trowulan_Museum_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maket Candi Jawi.

Pusat Informasi Majapahit (PIM)[1] atau yang lebih dikenal dengan Museum Trowulan adalah museum arkeologi yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Museum ini dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan temuan arkeologi yang ditemukan di sekitar Trowulan. Tempat ini adalah salah satu lokasi bersejarah terpenting di Indonesia yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Majapahit.[2]

Kebanyakan dari koleksi museum ini berasal dari masa kerajaan Majapahit, akan tetapi koleksinya juga mencakup berbagai era sejarah di Jawa Timur, seperti masa kerajaan Kahuripan, Kediri, dan Singhasari. Museum ini terletak di tepi barat kolam Segaran. Museum Trowulan adalah museum yang memiliki koleksi relik yang berasal dari masa Majapahit terlengkap di Indonesia.

Sejarah

Sejarah Museum Trowulan berkaitan erat dengan sejarah situs arkeologi Trowulan. Reruntuhan kota kuno di Trowulan ditemukan pada abad ke-19.[3] Sir Thomas Stamford Raffles, gubernur jenderal Jawa antara tahun 1811 sampai tahun 1816 melaporkan keberadaan reruntuhan candi yang tersebar pada kawasan seluas beberapa mil. Saat itu kawasan ini ditumbuhi hutan jati yang lebat sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan survei yang lebih terperinci.[4][5]

Keperluan mendesak untuk mencegah penjarahan dan pencurian artefak dari situs Trowulan adalah alasan utama dibangunnya semacam gudang penyimpanan sederhana yang akhirnya berkembang menjadi Museum Trowulan.[6] Museum ini didirikan oleh Henri Maclaine Pont,[7] seorang arsitek Belanda sekaligus seorang arkeolog, serta berkat peran Bupati Mojokerto, Kanjeng Adipati Ario Kromodjojo Adinegoro.[8][9]

Museum baru secara resmi dibuka pada tahun 1987.[10] Bangunan museum ini mencakup lahan seluas 57.625 meter persegi, bangunan ini menampung koleksi Museum Trowulan lama serta berbagai arca batu yang sebelumnya disimpan di Museum Mojokerto.

Pembangunan museum baru telah diajukan di kawasan ini [11] dan lokasi ini telah diusulkan untuk menjadi kawasan Warisan Dunia UNESCO [12]

Koleksi

250px-Trowulan_Museum_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung yang menggambarkan Samodramanthana, pengadukan lautan susu untuk mendapatkan Amerta.

Kini museum tidak hanya menyimpan dan memamerkan peninggalan arkeologi dari masa Majapahit, tetapi juga menampilkan berbagai temuan arkeologi yang ditemukan di seluruh Jawa Timur. Mulai dari era raja Airlangga, Kediri, hingga era Singhasari dan Majapahit.

Di antara koleksi museum ini terdapat salah satu koleksi terkenal, yakni arca raja Airlangga yang digambarkan sebagai dewa Wishnu tengah mengendarai Garuda dari Candi Belahan. Sebuah arca bersayap yang dianggap sebagai perwujudan raja Blambangan legendaris, Menak Jinggo. Bagian dari bangunan candi yang ditemukan dari situs di Ampelgading Malang. Sebuah patung yang menggambarkan kisah Samodramanthana, atau "Pengadukan Lautan Susu" yang terukir sangat indah.

Referensi

  1. ↑ Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 467
  2. ↑ "Pusat Informasi Majapahit".
  3. ↑ Sedyawati, Edi; Santiko, Hariani; Djafar, Hasan; Maulana, Ratnaesih; Ramelan, Wiwin Djuwita Sudjana; Ashari, Chaidir (2013-12-01). Candi Indonesia: Seri Jawa: Indonesian-English. Direktorat Jenderal Kebudayaan. ISBN 978-602-17669-3-4.
  4. ↑ Setyawan, Dwianto (1986-03-01). Sandi: Terlibat di Trowulan (dalam bahasa Inggris). Gramedia Pustaka Utama.
  5. ↑ Griffin, Carl J.; Jones, Roy; Robertson, Iain J. M. (2019-03-01). Moral Ecologies: Histories of Conservation, Dispossession and Resistance (dalam bahasa Inggris). Springer. ISBN 978-3-030-06112-8.
  6. ↑ Which still continues - http://www.southeastasianarchaeology.com/2009/02/17/trowulan-locals-campaign-to-preserve-majapahit/
  7. ↑ Tuhidin (2023-08-18). Majapahit: Pasang Surut Takhta Majapahit Dari Masa Keemasan Sampai Kejatuhannya. Anak Hebat Indonesia. ISBN 978-623-164-123-6.
  8. ↑ Prianti, Desi Dwi; Suyadnya, I. Wayan; Nihru, Salma Salima Hariza (2023-12-31). Mengakurasi Masa Lalu, Mengintip Masa Depan: Representasi, Memori Kolektif, dan Praktik Museum Masa Kini di Indonesia. Universitas Brawijaya Press. ISBN 978-623-296-808-0.
  9. ↑ Hsiao, Hsin-Huang Michael; Yew-Foong, Hui; Peycam, Philippe (2017-06-30). Citizens, Civil Society and Heritage-making in Asia (dalam bahasa Inggris). ISEAS-Yusof Ishak Institute. ISBN 978-981-4786-15-7.
  10. ↑ http://www.petra.ac.id/eastjava/ancient/city/tro-mus.htm
  11. ↑ Post, The Jakarta. "Putting Trowulan into perspective". thejakartapost.com. Diakses tanggal 21 Maret 2017.
  12. ↑ Centre, UNESCO World Heritage. "Trowulan - Former Capital City of Majapahit Kingdom - UNESCO World Heritage Centre". unesco.org. Diakses tanggal 21 Maret 2017.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Trowulan Museum.
Daerah Istimewa Yogyakarta
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Ikon rintisan

Artikel bertopik museum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan