Minggu, 20 September 2026
16:27 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Museum Indonesia

Museum Indonesia

museum di Indonesia

60px-Ambox_current_red.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. Alasannya: rangkaian koleksi di Museum Indonesia mengalami perubahan besar pada saat TMII sedang direvitalisasi antara tahun 2022-2023. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia. (Januari 2024)
Museum Indonesia
250px-Indonesia_Museum_Balinese_Split_Gate.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,14,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Indonesia&revid=29751868&groups=_bd42d9ab07f53daf0e28230b712d800993559250&parser=parsoidKoordinat: 6°18′3.82″S 106°53′29.18″E / 6.3010611°S 106.8914389°E / -6.3010611; 106.8914389
Informasi
Didirikan pada1975
Koordinat6°18′04″S 106°53′29″E / 6.30106°S 106.89144°E / -6.30106; 106.89144
AlamatTaman Mini Indonesia Indah
Situs resmihttp://www.tamanmini.com/index.php?modul=wisata&cat=WMuseum&textcat=indonesia&wisataid=232726303221 dan http://www.tamanmini.com/museum/museum-indonesia
Kategori di CommonsIndonesia Museum
Museum Etnologi dan Antropologi in Jakarta, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Museum Etnologi dan Antropologi in Jakarta, Indonesia
Museum Indonesia
250px-Museum_Indonesia_Main_Building.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan utama Museum Indonesia yang bergaya arsitektur Bali
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Indonesia&revid=29751868&groups=_103795756d8b2993fc40d8a49b54b5bd4b924480&parser=parsoid
Didirikan1975
LokasiTaman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Indonesia[1]
Koordinat6°18′04″S 106°53′29″E / 6.30106°S 106.89144°E / -6.30106; 106.89144
JenisMuseum Etnologi dan Antropologi
Situs webMuseum Indonesia

Museum Indonesia, adalah museum antropologi dan etnologi yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Indonesia.[2] Museum ini berkonsentrasi pada seni dan budaya berbagai suku bangsa yang menghuni Nusantara dan membentuk negara kesatuan Republik Indonesia.[2] Museum ini bergaya arsitektur Bali dan dihiasi beraneka ukiran dan patung Bali yang sangat halus dan indah. Museum ini menyimpan koleksi beraneka seni, kerajinan, pakaian tradisional dan kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia.[3]

Sejarah

Museum ini dirancang sebagai bagian dari kesatuan kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Bertujuan sebagai pusat informasi dan pembelajaran mengenai Kebudayaan Indonesia, sebagai "satu perhentian untuk belajar mengenai Indonesia". Museum dan keseluruhan kompleks TMII dibangun dan kemudian diresmikan pada tahun 1975 atas prakarsa Ibu Tien Suharto.[2]

Museum ini dihiasi berbagai ornamen dan patung Bali dan bergaya arsitektur Bali yang sangat indah. Beberapa gapura besar bergaya Paduraksa dan Candi Bentar (gerbang terbelah) khas Bali, demikian pula beberapa menara sudut menghiasi kompleks museum. Taman dan bangunan museum mengambil tema kisah Ramayana, misalnya jembatan menuju bangunan utama berbentuk ular Naga dan Wanara, pasukan kera yang membangun jembatan menuju Alengka.

Bangunan utama terdiri atas tiga lantai yang berdasarkan pada falsafah Bali Tri Hita Karana, konsep moral yang menekankan pada tiga aspek yang dapat membawa manusia kepada kebahagiaan sejati yakni; memelihara hubungan yang harmonis dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam dan lingkungan sekitar[4].

Revitalisasi (2022-2023)

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) telah menjalani revitalisasi besar-besaran pada tahun 2022 hingga 2023. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki fasilitas, memperbarui infrastruktur, dan meningkatkan daya tarik TMII sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya yang modern sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Indonesia.[5]

Diresmikan kembali pada 18 Agustus 2023, TMII membawa banyak perubahan seperti:

  • Pembaharuan Anjungan Daerah: Anjungan dari berbagai provinsi ditata ulang untuk menampilkan budaya lokal dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.
  • Modernisasi Teknologi: Penambahan teknologi canggih, seperti pameran digital dan informasi berbasis teknologi, untuk memberikan pengalaman lebih mendalam bagi pengunjung.
  • Peningkatan Fasilitas Umum: Termasuk renovasi area hijau,[6] pedestrian yang ramah pejalan kaki, transportasi internal, serta sarana parkir.
  • Pengelolaan yang Lebih Profesional: Sejak 2022, TMII dikelola oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), yang memberikan fokus pada tata kelola berstandar tinggi.

Koleksi

250px-Indonesia_Museum_Traditional_Dress_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung peraga menampilkan aneka pakaian tradisional suku bangsa di Indonesia
250px-Indonesia_Museum_Kalpataru_Tree_Hall.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukiran pohon Kalpataru setinggi 8 meter, koleksi utama di lantai ketiga
250px-Indonesia_Museum_of_%22Beautiful_Indonesia%22_Miniature_Park_site_visit_by_Wikimedia_Indonesia%3B_January_2020_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengunjung sedang melihat sebuah koleksi museum

Ruang pamer permanen Museum Indonesia memamerkan koleksi yang terbagi atas tiga bagian yang masing-masing terletak di tiga lantai.[7][8]

Lantai Pertama

Ruang pamer lantai pertama bertema Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi satu jua). Bagian ini menampilkan pakaian tradisional dan pakaian pernikahan dari 27 provinsi di Indonesia (jumlah provinsi Indonesia tahun 1975 sampai 2000). Ruang pamer ini juga menampilkan berbagai kesenian khas Indonesia, seperti beraneka ragam tari, wayang, dan gamelan, serta lukisan kaca bergambar peta Indonesia. Pameran ini menampilkan kekayaan dan keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia, yang terdiri atas berbagai bahasa, tradisi, agama, budaya, dan adat istiadat masyarakat Indonesia.

Lantai Kedua

Manusia dan Lingkungan adalah tema dari ruang pamer di lantai kedua. Bertujuan untuk menjelaskan mengenai interaksi masyarakat Indonesia dengan alam dan lingkungannya. Dipamerkan berbagai rumah miniatur rumah tradisional, bangunan peribadatan, lumbung padi, dan tata letak bangunan dan ruang tinggal masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, rumah panggung, rumah yang didirikan di atas pohon atau di atas sungai, serta bebagai bangunan tradisional lainnya.

Diorama dari bagian rumah tradisional Indonesia juga dipamerkan, seperti kamar pengantin adat Palembang, ruang tengah masyarakat Jawa, serta dapur masyarakat Batak. Dipamerkan pula berbagai benda keperluan sehari-hari untuk berburu, mengumpulkan makanan, dan alat-alat pertanian. Beberapa diorama menampilkan upacara adat menyangkut daur hidup manusia, seperti upacara Mitoni (nujuh bulanan), Turun Tanah (upacara untuk bayi), Khitanan, Mapedes (upacara potong gigi masyarakat Bali), upacara pelantikan Datuk, dan Pelaminan Minangkabau.,

Lantai Ketiga

Seni dan Kriya adalah tema ruang pamer lantai ketiga. Ruangan ini menampilkan seni dan kerajinan tradisional dan kontemporer masyarakat Indonesia. Kerajinan kain tradisional seperti Songket, Tenun, dan Batik dipamerkan, demikian juga benda-benda kerajinan dari logam seperti ukiran tembaga dan kuningan.

Seni ukir kayu yang sangat teliti dan rumit juga ditampilkan, seperti seni ukir Jepara (Jawa tengah), Bali, Toraja, dan Asmat. Benda seni utama di lantai ketiga adalah ukiran kayu yang sangat besar berbentuk Kalpataru, pohon hayat. Ukiran pohon setinggi delapan meter dan lebar empat meter ini melambangkan alam semesta dan mengandung lima unsur dasar; langit, air, angin, bumi, dan api. Benda seni utama ini menutup pameran di museum ini.

Pagelaran Lainnya

Terkadang museum ini menggelar pameran tidak tetap atau sementara dengan tema tertentu, seperti pameran topeng,[9] kain tradisional, senjata tradisional, lukisan, serta peragaan pembuatan seni kerajinan tradisional; seperti demonstrasi pembuatan membatik, dan menatah wayang kulit.[10]

Selain bangunan utama, di dalam kompleks Museum Indonesia terdapat taman Bali, Bale Panjang, Bale Bundar, dan bangunan Soko Tujuh yang dapat disewakan untuk berbagai keperluan umum.[11][12]

Museum Indonesia adalah museum yang populer dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, baik pelajar, mahasiswa, umum, bahkan tamu negara. Kebanyakan pengunjung bertujuan untuk menangkap kilasan pesona kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia dalam kunjungannya, sebagai "satu perhentian untuk belajar mengenai Indonesia".

Referensi

  1. "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. PASAR REBO". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 29 Mei 2025. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; no-break space karakter dalam |access-date= pada posisi 7
  2. 1 2 3 "Museum TMII - tmii". 2023-07-12. Diakses tanggal 2024-05-18.
  3. "Terdapat Ribuan Koleksi Unik di Museum Indonesia". Republika Online. 2013-05-17. Diakses tanggal 2024-05-18.
  4. Peters, Jan Hendrik (2013-12-02). Tri Hita Karana (dalam bahasa Inggris). Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-9106-37-7.
  5. "Usai Revitalisasi, TMII Hadirkan Wajah Baru Diberbagai Fasilitas Wahana". Tribunnews.com. 2024-11-24. Diakses tanggal 2024-11-25.
  6. "Melihat Wajah Baru Taman Mini Usai Direnovasi". www.trac.astra.co.id. Diakses tanggal 2024-11-25.
  7. RUDIANTO, RUDIANTO (2014). "MUSEUM BUDAYA DENGAN KONSEP LANSEKAP ISLAM DI SINJAI" (PDF). FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR.
  8. Marijan, Kacung (2012). Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 98-99
  9. "TMII gelar pameran topeng guna kenalkan Topeng Nusantara - ANTARA News Jambi". jambi.antaranews.com. Diakses tanggal 2026-05-24.
  10. CNN Indonesia (2026-04-25), Museum Nasional Indonesia Hadirkan Pameran Pendar dan Numsmatik, diakses tanggal 2026-05-24{{citation}}: |last= memiliki nama generik
  11. "Sewa Venue - tmii". 2024-08-24. Diakses tanggal 2026-05-24.
  12. "museumindonesia.com - Museum Indonesia". museumindonesia.com. Diakses tanggal 2026-05-24.

Pranala luar

Fasilitas

Gedung dan fasilitas · Angkutan keliling · Kereta gantung · Tram Mover Garuda Kencana

60px-TMII_Logo_-_Blue.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anjungan Daerah

Anjungan Aceh · Anjungan Sumatera Utara · Anjungan Sumatera Barat · Anjungan Riau · Anjungan Kepulauan Riau · Anjungan Jambi · Anjungan Bangka Belitung · Anjungan Bengkulu · Anjungan Sumatera Selatan · Anjungan Lampung · Anjungan Banten · Anjungan DKI Jakarta · Anjungan Jawa Barat · Anjungan Jawa Tengah · Anjungan DI Yogyakarta · Anjungan Jawa Timur · Anjungan Bali · Anjungan Nusa Tenggara Barat · Anjungan Nusa Tenggara Timur · Anjungan Kalimantan Barat · Anjungan Kalimantan Tengah · Anjungan Kalimantan Selatan · Anjungan Kalimantan Timur · Anjungan Sulawesi Utara · Anjungan Gorontalo · Anjungan Sulawesi Tengah · Anjungan Sulawesi Barat · Anjungan Sulawesi Selatan · Anjungan Sulawesi Tenggara · Anjungan Maluku Utara · Anjungan Maluku · Anjungan Papua Barat · Anjungan Papua

Sarana Rekreasi
Taman Flora

Taman Apotik Hidup · Taman Bunga Keong Emas · Taman Kaktus · Taman Melati

Taman Fauna
Museum
Bangunan dan Sasono
Tempat ibadah
Tempat penginapan
Tempat makan

Caping Gunung · Pasar Nusantara Sarinah TMII

Bangunan/bagian
yang sudah tutup

Museum Telekomunikasi · Museum Olahraga · Snowbay Waterpark · Taman Ria Atmaja

Jakarta Barat
Jakarta Pusat
Jakarta Selatan
Jakarta Timur
Jakarta Utara
Kepulauan Seribu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan