Senin, 21 September 2026
04:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Keprak

Keprak
Alat musik perkusi
Klasifikasi Idiofon

Keprak atau kepyak adalah alat yang digunakan dalam pementasan wayang dan pertunjukan tari Jawa.[1] Biasanya dalang akan memukul-mukul keprak dengan menggunakan cempala (kotak kecil) untuk menciptakan berbagai suasana dari adegan yang dipertunjukkan.[2][3] Agar menghasilkan suara yang bagus, seorang dalang atau pengeprak tarian harus memahami teknik memasang dan membunyikan keprak dengan baik. Keprak dalam pakeliran biasanya untuk mengiringi gerakan wayang serta untuk memantapkan solah (gerak) wayang atau tarian.[4][5]

Keprak untuk pertunjukan wayang

Keprak terdiri dari empat lempengan besi yang diikat menggunakan tali atau rantai dan digantung pada bagian luar kotak. Masing-masing lempengan tersebut memiliki ukuran dengan panjang 15 cm dan lebar 10 cm.[6] Keprak terbuat dari perunggu atau besi dan terdiri dari beberapa lempengan. Keprak diberi lubang pada bagian atasnya kebanyakan yang memakai gagrak Surakarta dan diberi seutas tali, digantung pada kotak wayang dengan tatanan sedemikian rupa sehingga bila dipukul akan menimbulkan efek bunyi prak-prak. Keprak yang digunakan dalam pertunjukan wayang menghasilkan suara ritmik yang gemerincing.[7]

Dalam pergelaran wayang kulit purwa gaya Surakarta, wayang golek Sunda, Wayang Betawi, keprak biasanya bersusun; misalnya untuk gaya Surakarta terdiri dari 4 buah dengan nada 6, 3, 2, dan 1.[4] Sementara keprak untuk pakeliran gaya Yogyakarta hanya terdiri dari satu lempengan besi yang dilandasi dengan kayu seukuran keprak, dipukul dengan cempala besi yang dijepit oleh sela-sela jari jempol dan telunjuk kaki seorang dalang sehingga menghasilkan efek bunyi ting-ting.[8]

Keprak untuk tari Jawa

Untuk pertunjukan tari Jawa, wujud kepraknya berbeda dengan keprak wayang. Keprak untuk pertunjukan tari Jawa (dan juga ketoprak) berupa kotak kecil yang dipukul-pukul dengan alat yang mirip dengan gandhen (pemukul saron).[9][10][11]

Referensi

  1. Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 51
  2. Media, Kompas Cyber (2024-06-09). "Fungsi Keprakan dan Dhodhogan pada Pergelaran Wayang Golek Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-02-04.
  3. Putra, Ign Nuryanta; Prasetya, Hanggar B.; Sunyata - (2014-12-15). "Keprakan dalam Pertunjukan Wayang Gaya Yogyakarta: Studi Kasus Pementasan Ki Hadi Sugito". Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (dalam bahasa Inggris). 15 (2): 190–201. doi:10.24821/resital.v15i2.853. ISSN 2338-6770.
  4. 1 2 Putra, Ign Nuryanta; Prasetya, Hanggar B.; Sunyata - (2014-12-15). "Keprakan dalam Pertunjukan Wayang Gaya Yogyakarta: Studi Kasus Pementasan Ki Hadi Sugito". Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (dalam bahasa Inggris). 15 (2): 190–201. doi:10.24821/resital.v15i2.853. ISSN 2338-6770.
  5. "Seni Buaya Karawitan" (PDF). Diakses tanggal 2026-03-04.
  6. "Gamelan". www.seasite.niu.edu. Diakses tanggal 2019-11-20.
  7. Soelarto, B. (1984). Wayang Cina-Jawa di Yogyakarta. Proyek Media Kebudayaan Jakarta , Direktorat Jenderal Kebudayaan , Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, [1984]. OCLC 898808434.
  8. Marsudi, A. (2025-03-30). Wulandari, I. (ed.). "Perbedaan Wayang Purwa Gagrak Surakarta dan Gagrak Yogyakarta". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-08-31.
  9. "Kethoprak". budaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-08-31.
  10. Sudarsono (1980). Beberapa faktor penyebab kemunduran wayang wong gaya Yogyakarta: satu pengamatan dari segi estetika tari. Yogyakarta: Sub/Bagian Proyek ASTI Yogyakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 52.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. "Keprak dalam Karawitan Tari" (PDF). Diakses tanggal 2026-02-04.
Teori
Gamelan Jawa
Musicians performing musical ensemble, bas-relief of Borobudur.
A Java-Bali style Gong, hanging in a frame.
Genre dan
ansambel
Musisi
Alat musik
Kolotomi dan
penanda khusus
Instrumen balungan
atau melodi
Instrumen panerusan
Tak bernada
Vokal dan
tepuk tangan
Tata gendhing
Komposisi
terkenal
Ikon rintisan

Artikel bertopik alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan