Senin, 21 September 2026
22:33 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Udan Mas

gendhing gamelan Jawa

Udan Mas, secara harfiah berarti Hujan Emas, adalah salah satu gendhing yang terkenal terutama di Jawa Tengah dan Yogyakarta.[1] Gendhing dengan jenis kendhangan bubaran ini cocok dimainkan saat para tamu meninggalkan tempat duduknya, atau dalam bahasa Jawa disebut bubar. Notasinya yang mudah dihafalkan membuatnya digemari dan mudah dikenali bila dimainkan.[2][3]

Gendhing ini dapat dimainkan dalam pelog barang maupun pelog nem, dan juga dapat dimainkan dalam slendro sanga dan slendro nem, setelah disesuaikan nadanya.

Referensi

  1. Apel, Willi (1969). Harvard Dictionary of Music (dalam bahasa Inggris). Harvard University Press. hlm. 437. ISBN 978-0-674-37501-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Hood, Mantle (1980). The Evolution of Javanese Gamelan: The legacy of the roaring sea (dalam bahasa Inggris). C.F. Peters Corporation. hlm. 134. ISBN 978-3-7959-0281-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Nettl, Bruno; Turino, Thomas; Wong, Isabel; Capwell, Charles; Bolman, Philip; Dueck, Byron; Rommen, Timmothy (2015-09-25). Excursions in World Music, Sixth Edition (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-317-35029-3.

Daftar Pustaka

  • Brown, Robert E. Notes to Java: Court Gamelan. Reissued edition. New York: Nonesuch 79719-2, 2003.
  • Hood, Mantle. The Nuclear Theme as a Determinant of Patet in Javanese Music. New York: Da Capo, 1977. hlm. 185-187 dan 243-244.

Pranala luar

Teori
Gamelan Jawa
Musicians performing musical ensemble, bas-relief of Borobudur.
A Java-Bali style Gong, hanging in a frame.
Genre dan
ansambel
Musisi
Alat musik
Kolotomi dan
penanda khusus
Instrumen balungan
atau melodi
Instrumen panerusan
Tak bernada
Vokal dan
tepuk tangan
Tata gendhing
Komposisi
terkenal
Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan