Minggu, 20 September 2026
22:04 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Gender wayang

Gender wayang

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Gender wayang"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Seseorang sedang memainkan gender wayang
Seseorang sedang memainkan gender wayang

Gender Wayang atau Gender adalah alat musik yang berasal dari Bali memiliki 10 selendro suara disebelah kiri memiliki nada yang rendah sedangkan disebelah kanan memiliki nada yang tinggi.

Bentuk

Dari segi bentuk gamelan Gender Wayang mempunyai karakter yang sederhana, apabila kita lihat dari bentuk tungguhan, bilah maupun ornamentasinya mencerminkan sebuah kesederhanaan dengan segala kebaikan dan keluhuran yang tertanam di dalamnya. Dari segi laras gamelan Gender Wayang memiliki jenis laras slendro yang khusus, mengapa dikatakan khusus karena walaupun di Bali tidak hanya instrument gender wayang saja yang memiliki laras slendro, diantaranya gamelan Angklung dan tungguhan Rindik juga berlaraskan slendro. Namun gamelan Gender Wayang jelas mempunyai sebuah ciri khas tersendiri, karena apabila kita amati dan analisis dari sisi akustika, nada slendro Gender Wayang dengan gamelan berlaras slendro lainnya seperti gamelan Angklung dan tungguhan Rindik terdapat perbedaan yang mencolok. Perbedaan itu terletak pada kesan dan mood (rasa) dari urutan-urutan nada dalam satu oktaf, yang memberikan sebuah penguatan dan kelebihan gamelan Gender wayang dari instrument yang berlaras sama.[1]

Bagian

Instrumen gender wayang terdiri atas empat buah gender, yakni sepasang gender pangede atau pamade dan sepasang gender barangan. Selain itu, terdapat pula perangkat gender wayang lain yang biasa dipakai untuk mengiringi pertunjukan wayang Ramayana, yang lebih dikenal dengan sebutan bebatelan.[2]

Bunyi pada gender wayang dihasilkan dari bilah logam, yang bisa terbuat dari perunggu, kuningan, atau besi. Bilah-bilah tersebut digantung berjajar menggunakan tali khusus pada rancakan atau tungguk, dan masing-masing bilah dilengkapi resonator berupa tabung bambu yang diletakkan tepat di bawahnya.[2]

Cara memainkan

Instrumen ini dimainkan oleh seorang penabuh dengan dua alat pukul. Dalam permainannya, satu pemain membawakan pola polos (on beat), sedangkan pasangannya memainkan pola nyangsih (off beat), sehingga tercipta jalinan ritme yang kompleks. Selain itu, setiap pasangan gender sengaja dibuat dengan perbedaan laras: satu bernada lebih tinggi (pangombang) dan yang lain lebih rendah (pangisep). Perbedaan tersebut menghasilkan efek ombak suara ketika dimainkan secara bersamaan.[2]

Kegunaan dalam Masyarakat Bali

Dalam kehidupan masyarakat Bali gender biasanya dimainkan dalam pertunjukan wayang di Bali dari sinilah mengapa dinamakan gender wayang, gender juga digunakan pada upacara umat Hindu bali seperti:

  • Upacara Potong Gigi(matatah) didampingi dengan Gender.
  • Upacara Pitra Yadnya seperti Ngaben, Mamukur, biasanya waktu ngaben gender di taruh di bade (penyusung jenasah) dan dimainkan dari rumah mediang sampai menuju kuburan, sedangkan mamukur biasanya pada jalannya upacara tersebut diadakan pementasan wayang lemah (wayang yang dipentaskan pada siang hari tanpa menggunakan kelir/kain) yang diiringi oleh gender.
  • Manusia Yadnya contoh pada waktu nyambutin didampingi oleh gender.
  • Dewa Yadnya contoh upacara Piodalan Jelih biasanya saat berjalannya upacara dilakukan pementasan wayang lemah dengan iringan gender.

Selain untuk upacara, gender juga digunakan pada saat ada pertunjukan wayang bali yang biasanya hanya untuk hiburan masyarakat.[2]

Referensi

  1. Diana, I Wayan. "Gamelan Gender Wayang dalam Konteks Etnomusikologi" (PDF). ISI Denpasar. Diakses tanggal 19 Mei 2025.
  2. 1 2 3 4 Hastuti, Sri (2005). TRADISI NUSANTARA.pdf Musik Tradisi Nusantara: Musik-musik yang Belum Banyak Dikenal (PDF). Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.{{cite book}}: Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Lainnya

Teori
Gamelan Jawa
Musicians performing musical ensemble, bas-relief of Borobudur.
A Java-Bali style Gong, hanging in a frame.
Genre dan
ansambel
Musisi
Alat musik
Kolotomi dan
penanda khusus
Instrumen balungan
atau melodi
Instrumen panerusan
Tak bernada
Vokal dan
tepuk tangan
Tata gendhing
Komposisi
terkenal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan