Minggu, 18 Oktober 2026
22:10 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kempyang dan kethuk

Kempyang dan kethuk

alat musik gamelan

Bagikan:
Kempyang dan kethuk
250px-Kethuk_Kempyang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kempyang dan kethuk dijejerkan
Alat musik perkusi
Klasifikasi Idiofon
Hornbostel–Sachs111.241.21
(Rangkaian gong)
Alat musik terkait
Bonang, kenong, engkuk kemong

Kêmpyang dan kêthuk(bahasa Jawa:ꦏꦼꦩ꧀ꦥꦾꦁꦭꦤ꧀ꦏꦼꦛꦸꦏ꧀) adalah alat musik dalam gamelan Jawa, termasuk dalam keluarga alat musik berpencon (gong).[1] Kêmpyang maupun kêthuk memiliki bentuk yang mirip dengan bonang,[2] tetapi masing-masing hanya satu buah saja yang dipasang di atas rancakan[3] dan disangga dengan tali (pluntur).[4] Baik kêmpyang maupun kêthuk dimainkan oleh satu orang, seperti halnya kenong[5] maupun engkuk kemong, dan digunakan untuk menjaga sekaligus menentukan jenis irama yang digunakan kendang.[6] Jika penabuhan kêthuk maupun kêmpyang tidak tepat, maka bunyi yang dihasilkan tidak selaras dan kurang nyaman untuk didengarkan.[7][5]

Alat pemukul yang digunakan mirip dengan bonang, yaitu batang pemukul yang dilapisi kain yang cukup tebal, yang disebut bindi.[6][8]

Nada yang dihasilkan kempyang dan kethuk memiliki perbedaan, dengan kempyang menghasilkan nada kecil, sedangkan kethuk menghasilkan nada besar. Dalam notasi karawitan Jawa modern, ketukan kempyang menggunakan simbol minus (−), sedangkan kethuk menggunakan simbol plus (+).[4]

Referensi

  1. ↑ Nurwanti, Y. H., & Munawaroh, S. (2019). Dhangglung Lumajang: Pertunjukan dan pelestarian (Ed. 1). BPNB D.I. Yogyakarta. hlm. 59
  2. ↑ Seni pertunjukan Indonesia. Masyarakat Musikologi Indonesia,1990. 1991. hlm. 141.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Soedjiono, S. (1995). Album alat musik tradisional. hlm.5 Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  4. 1 2 Khuluq 2015, hlm. 46.
  5. 1 2 Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 51
  6. 1 2 Sugita, Nabila Meidy. "17 Instrumen dalam Gamelan Jawa". detikjatim. Diakses tanggal 2024-05-10.
  7. ↑ Suneko, Anon (2016-04-04). "Pyang Pyung: Sebuah Komposisi Karawitan". Resital: Jurnal Seni Pertunjukan. 17 (1): 60–66. doi:10.24821/resital.v17i1.1690. ISSN 2338-6770.
  8. ↑ Waluyo et al. 1990, hlm. 3. sfn error: tanpa target: CITEREFWaluyoDinusatomoSupardjanLokasari1990 (bantuan)

Daftar pustaka

  • Khuluq, A. (2015). Alat Musik Tradisional Nusantara. Surabaya: JP Books. ISBN 9786022064800.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Lua error in Modul:Citation/CS1/Utilities at line 82: bad argument #1 to 'message.newRawMessage' (string expected, got nil).
Teori
Gamelan Jawa
Musicians performing musical ensemble, bas-relief of Borobudur.
A Java-Bali style Gong, hanging in a frame.
Genre dan
ansambel
Musisi
Alat musik
Kolotomi dan
penanda khusus
Instrumen balungan
atau melodi
Instrumen panerusan
Tak bernada
Vokal dan
tepuk tangan
Tata gendhing
Komposisi
terkenal
Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan