Minggu, 04 Oktober 2026
03:52 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Ladrang

Ladrang

Bagikan:
250px-Ladrang_cycle.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ladrang adalah salah satu bentuk gending dalam musik gamelan Jawa yang memiliki struktur kolotomik yang khas. Bentuk ini ditandai oleh pola 32 ketukan dalam satu gongan, dengan pembagian menjadi empat kenongan. Setiap bagian kenongan terdiri aras 8 ketukan, dan siklus ritmisnya diakhiri dengan pukulan gong ageng sebagai penanda akhir gongan. Dalam satu gongan ladrang terdapat 1 gong ageng, 4 kenong dan pukulan kethuk dan kempul yang mengisi pola kolotomik gamelan. Struktur ini mencipatakan ritme yang teratur dan menjadi dasar bagi variasi balungan serta isian instrumen lain seperti gender, bonang dan gambang.

Ladrang adalah salah satu bentuk gending dalam musik gamelan Jawa yang memiliki struktur kolotomik yang khas.[1][2][3] Bentuk ini ditandai oleh pola 32 ketukan dalam satu gongan, dengan pembagian menjadi empat kenongan. Setiap bagian kenongan terdiri atas 8 ketukan, dan siklus ritmisnya diakhiri dengan pukulan gong ageng sebagai penanda akhir gongan. Dalam satu gongan ladrang terdapat: 1 gong ageng; 4 kenong (setiap 8 ketukan) dan pukulan kethuk[4] dan kempul[4] yang mengisi pola kolotomik gamelan. Struktur ini menciptakan ritme yang teratur dan menjadi dasar bagi variasi balungan serta isian instrumen lain seperti gender, bonang, dan gambang.[5]

Fungsi

Ladrang dimanfaatkan dalam beragam bentuk pementasan, seperti pada pertunjukan Wayang kulit untuk mengiringi adegan-adegan tertentu, dalam tari Jawa khususnya pada bagian yang memerlukan irama sedang, serta dalam klenengan sebagai gending yang disajikan secara mandiri dalam pertunjukan karawitan.[6][1]

Ladrang umumnya memiliki tempo sedang hingga cepat, meskipun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan. Laras yang digunakan dapat berupa slendro maupun pelog, serta dimainkan dalam berbagai pathet.[7]

Contoh

Beberapa gending yang memakai bentuk ladrang antara lain Ladrang Wilujeng,[8][9] Ladrang Pangkur,[10] dll.[11] Contoh dari penggunaan kempyang, kethuk, kempul, kenong dan gong dalam ladrang Pangkur slendro pathet 9:[12][13][14]

    Buka: 2121 2621 2635(G)
    p  t  p  -       p  t  p  N
    2  1  2  6       2  1  6  5
    p  t  p  P       p  t  p  N
    6  5  2  1       3  2  1  6
    p  t  p  P       p  t  p  N
    2  3  2  1       5  3  2  1
    p  t  p  P       p  t  p  N+G
    3  2  1  6       2  1  6  5

Keterangan: p= kempyang, t= kethuk, P= kempul, N= kenong, G= gong. Angka menunjukkan balungan musik (slenthem dan demung).[12]

Referensi

  1. 1 2 M.Hum, Prof Dr Kasidi. ESTETIKA PEDALANGAN: Ruwatan Murwakala Kajian Estetika dan Etika Budaya Jawa. Dwi - Quantum. hlm. 213.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Rahayu, Sukesi (2017). Garap sindhenan Jawa Timur Surabayan. ISI Press. hlm. 156. ISBN 978-602-61933-0-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Kusmayati, A. M. H., & Raharja. (2019). Memahami Lelangan Beksan Banjaransari melalui elemen musikal karawitan. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 20(1), 24–35.
  4. 1 2 Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 51
  5. ↑ "Ladrang Siyem The Royal Anthem of Thailand In Javanese ..." journal.isi.ac.id. Diakses tanggal 12 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  6. ↑ Saputro, Sarwanto Mardi (1988). Gending-gending kreasi. Seti-Aji. hlm. 37.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ "Javanese Gamelan Music - National Museum of Asian Art". asia.si.edu. Diakses tanggal 12 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  8. ↑ Palgunadi, Bram (2021-06-15). Bayang-Bayang Kisah Wayang. B&C Studio, Design, & Craft Works. hlm. 51.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ "Gending Ladrang Wilujeng". Diakses tanggal 2026-02-05.
  10. ↑ "Gending Larang Pangkur". YouTube. Diakses tanggal 2026-02-05.
  11. ↑ "Ladrang Pangkur, performed by the Cornell Gamelan Ensemble". youtube.com. Diakses tanggal 12 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  12. 1 2 Becker, Judith; Feinstein, Alan H. (2020-08-06). Karawitan: Source Readings in Javanese Gamelan and Vocal Music, Volume 1 (dalam bahasa Inggris). University of Michigan Press. hlm. 419. ISBN 978-0-472-90164-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ "Gending Ladrang: Warisan Budaya Musik Tradisional Jawa Yang Abadi | Not Gending". notgending.com. 2024-09-27. Diakses tanggal 2026-02-05.
  14. ↑ "Client Challenge". id.scribd.com. Diakses tanggal 2026-02-05.

Lihat juga

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan