Sabtu, 26 September 2026
23:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Wirama

irama

500px-Saron_panerus_irama.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah tabuhan saron peking dalam setiap wirama (gaya Surakarta: peking mengikuti balungan, berbeda dengan Yogyakarta yang mendahului balungan).[1]

Dalam teori karawitan Jawa, wirama atau irama adalah ukuran cepat atau lambatnya (seseg) perjalanan sebuah gendhing, serta panjang pendeknya suara yang dihasilkan. Dalam praktiknya, irama menjadi aturan dasar yang mengatur jalannya musik secara keseluruhan. Pemahaman mengenai irama merupakan salah satu syarat utama bagi seseorang yang ingin belajar memainkan gamelan agar dapat menghasilkan harmoni yang tepat.[2]

Terdapat beberapa tingkatan wirama dalam gamelan Jawa yang menunjukkan tahap kecepatan dan kompleksitasnya. Wirama yang bersifat cepat atau seseg terdiri atas wirama lancar (Irama ½) dan wirama tanggung (Irama I). Selanjutnya, terdapat wirama yang bersifat lamba (menengah), yang terdiri dari wirama dados (Irama II) dan wirama wiled (Irama III). Wirama yang paling lambat adalah wirama rangkep (Irama IV).[2]

Laya atau tempo merupakan aspek musikal yang berkaitan erat dengan irama dan berfungsi sebagai penentu identitas gaya karawitan. Terdapat tiga jenis laya, yakni namban/antal (lambat), sedhengan (menengah), dan seseg (cepat). Dalam karawitan gaya Yogyakarta, laya dan irama digunakan untuk membedakan gaya tersebut dengan gaya lain, seperti gaya Surakarta. Laya mengatur bagaimana alat-alat musik atau ricikan dimainkan, dengan setiap jenis gendhing seperti lancaran, ketawang, atau ladrang mempunyai kesesuaian irama dan tempo yang tersendiri.[3]

Sistem kerja musikal yang melibatkan laya dan wirama memengaruhi teknik tabuhan pada setiap instrumen. Sebagai contoh, dalam wirama tanggung, pengulangan pukulan pada bonang barung dilakukan sebanyak dua kali, sedangkan dalam wirama dados, pengulangan tersebut berubah menjadi empat kali. Perbedaan laya dan wirama ini bukan hanya memberikan "rasa" yang khas pada lagu yang dimainkan, melainkan juga menjadi simbol kekuatan identitas kebudayaan Jawa.[4]

Referensi

  1. ↑ Lindsay 1992, hlm. 54.
  2. 1 2 Iswanto 2018, hlm. 45.
  3. ↑ Sugimin 2018, hlm. 86.
  4. ↑ Sugimin 2018, hlm. 71.

Daftar pustaka

Teori
Gamelan Jawa
Musicians performing musical ensemble, bas-relief of Borobudur.
A Java-Bali style Gong, hanging in a frame.
Genre dan
ansambel
Musisi
Alat musik
Kolotomi dan
penanda khusus
Instrumen balungan
atau melodi
Instrumen panerusan
Tak bernada
Vokal dan
tepuk tangan
Tata gendhing
Komposisi
terkenal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan