Kamis, 22 Oktober 2026
06:37 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Wayang Orang Sriwedari

Wayang Orang Sriwedari

Bagikan:
250px-Pementasan_Wayang_Orang_Sriwedari_Tahun_2024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wayang Orang Sriwedari
250px-Wayang_Orang_Sriwedari_Solo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wayang Orang Sriwedari Solo
250px-Pentas_Wayang_Orang_Sriwedari.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pentas Wayang Orang Sriwedari

Wayang Orang Sriwedari merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional yang khas dan menarik di Kota Surakarta. Pertunjukan ini memadukan unsur-unsur drama, tari, musik, dan teknik pedalangan dalam satu pementasan yang mengadaptasi kisah-kisah dari epos Mahabharata dan Ramayana. Wayang Orang Sriwedari termasuk dalam kategori warisan budaya yang masih terus dilestarikan hingga saat ini. Pertunjukan ini secara rutin digelar di Gedung Wayang Orang Sriwedari, tepatnya di kompleks Taman Sriwedari, Kota Surakarta. Gedung tersebut telah berdiri sejak tahun 1911 dan memiliki kapasitas sekitar 1.200 penonton.[1] Fasilitas di dalamnya telah dilengkapi dengan panggung pertunjukan, latar dekoratif, sistem pencahayaan, dan perangkat suara yang modern untuk mendukung kualitas pementasan. Pertunjukan ini menampilkan kisah-kisah pewayangan dengan perpaduan antara seni tari, musik gamelan, dialog, serta kostum dan riasan yang khas budaya Jawa.[2] Sejak tahun 2023, Pemerintah menetapkan Wayang Orang Sriwedari sebagai Warisan Budaya Takbenda.[3]

Sejarah

250px-Gedung_Wayang_Orang_Sriwedari.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gedung Wayang Orang Sriwedari

Wayang Orang Sriwedari merupakan kelompok seni pertunjukan tradisional yang didirikan pada tahun 1911 oleh sejumlah mantan abdi dalem Keraton Pura Mangkunegaran. Para pendiri merupakan pegawai istana yang harus pensiun akibat krisis ekonomi yang melanda pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara V. Sebelum mendirikan kelompok sendiri, mereka telah terbiasa memainkan wayang orang dalam lingkungan istana, yang kemudian menjadi akar dari lahirnya seni pertunjukan ini di luar tembok keraton.[1]

Pasca pensiun, para seniman tersebut membentuk kelompok wayang orang mandiri dan mulai mengadakan pertunjukan keliling di berbagai kampung. Upaya mereka mendapat dukungan dari Gan Kam, seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang melihat potensi ekonomi dalam seni pertunjukan tradisional tersebut. Atas inisiatif Gan Kam, sebuah gedung disewa di kawasan Taman Sriwedari (dahulu dikenal sebagai Kebon Rojo), sebuah kompleks taman rekreasi yang dibangun oleh Sri Susuhunan Pakubuwono X pada tahun 1907. Gedung inilah yang kemudian menjadi tempat tetap pementasan Wayang Orang Sriwedari.[4] Pementasan wayang orang Sriwedari secara komersial pertama kali dilangsungkan pada tahun 1922 di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Kota Surakarta. Kesenian tradisional ini semakin dikenal luas setelah memperoleh kesempatan tampil melalui siaran radio Solosche Radio Vereeniging pada tahun 1926.[5] Sejak saat itu, wayang orang Sriwedari berkembang menjadi salah satu ikon kesenian khas Surakarta yang mendapat apresiasi tinggi dan memiliki tempat khusus di hati masyarakat.[6]

Referensi

  1. 1 2 Kusumaningrum, Nurul; Hardiman, Gagoek; Rukayah, Siti (2014-10-01). "PUSAT KESENIAN WAYANG ORANG SRIWEDARI DI SURAKARTA". IMAJI (dalam bahasa American English). 3 (4): 879–886. ISSN 2089-3892.
  2. ↑ "Cara Nonton Wayang Orang Sriwedari sebagai Budaya Surakarta". kumparan. Diakses tanggal 2025-06-16.
  3. ↑ Purba, Nugraha (2024-11-14). "Deretan Warisan Budaya Solo yang Diakui Dunia". Melihat Indonesia. Diakses tanggal 2025-06-18.
  4. ↑ Widyastitieningrum, Sri Rochana; Herdiani, Een (2023-03-31). "Pelestarian Budaya Jawa: Inovasi dalam Bentuk Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari". Panggung (dalam bahasa Inggris). 33 (1): 58–71. doi:10.26742/panggung.v33i1.1752. ISSN 2502-3640.
  5. ↑ Solotrust.com. "Wayang Orang Sriwedari, Sejarah dan Eksistensinya yang Tak Lekang Waktu". solotrust.com. Diakses tanggal 2025-06-18.
  6. ↑ "Laman Resmi Republik Indonesia • Portal Informasi Indonesia". indonesia.go.id. Diakses tanggal 2025-06-16.
Menurut
media
Kulit
Kayu
Orang
Bambu
Kain
Rumput
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Papieren_wajangpop_voorstellende_Arjuna_%28kinderspeelgoed%29_TMnr_809-46c.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail


250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pauzeteken_uit_het_wajangspel_van_karbouwenhuid_TMnr_21-63.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Houten_wajangpop_voorstellende_Arjuna_Sasra_Bahu_TMnr_4283-59.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut
asal
Inovasi
Properti dan
kesenian
pendukung
Sumber
cerita
Organisasi
Museum
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan