Sabtu, 03 Oktober 2026
05:58 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Wayang thengul

Wayang thengul

Bagikan:
Artikel utama: Wayang
Wayang Thengul
330px-01_Wayang_Thengu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koleksi Wayang Thengul di Museum Ganesya
JenisPertunjukan wayang

Wayang Thengul adalah salah satu jenis kesenian wayang yang berwujud 3 Dimensi yang berasal dari Jawa Timur, dapat ditemukan di Bojonegoro dan Ponorogo .[1] Wayang Thengul menggunakan perangkat boneka kayu seperti Wayang Golek, Bagian bawah dan kaki dibalut dengan sarung di mana tangan Sang Dalang masuk ke dalamnya. Dalang menggerak-gerakkan boneka tersebut dengan jempol dan telunjuk, sedangkan tiga jari lain memegang tangkai wayang.

Boneka sebelah atas biasanya telanjang, kecuali pada beberapa pelawak dan pahlawan, memakai baju sikepan. Berbeda dengan wayang kulit pada umumnya, layar (kelir) yang digunakan terdapat lubang kotak di tengahnya, sehingga penonton juga dapat menyaksikan dari arah belakang layar. Wayang ini berbentuk boneka 3 dimensi dan biasanya dimainkan dengan diiringi gamelan pelog/slendro.

Jenis

  1. Wayang Thengul di Bojonegoro, biasanya membawakan alur cerita Panji dengan selingan pertunjukan reog ponorogo dalam bentuk wayang Thengul
  2. Wayang Thengul di Ponorogo, biasanya membawakan alur cerita lokal Ponorogo seperti babad Warok dan Babad Reog Ponorogo.

Pementasan

Jalan cerita yang sering dimainkan Wayang Thengul, sangat mirip Wayang Gedog dan Wayang Menak. Yakni, lebih banyak mengambil cerita dari naskah utama Serat Menak, yang berkisah seputar kisah Umar Maya, Amir Hamzah, Damar Wulan, Cerita Panji, dan kisah Betoro Kolo yang biasa dipentaskan untuk ruwatan.

Catatan Wayang Thengul

Serat Menak merupakan naskah yang pertamakali disadur Wali Songo. Dalam kitab Kawruh Asalipun Ringgit, disebut secara jelas bahwa pada 1485 Saka (1563 M), Sunan Giri menciptakan Wayang Menak, dengan bentuk wujudnya yang menyerupai Wayang Purwa. Kemudian pada Pada tahun 1486 Saka (1564 M), Sunan Bonang juga menciptakan Wayang Beber Menak, untuk memodifikasi wayang Beber Purwa. Tabuhannya rebab, kendhang, trebang, angklung, kenong, serta keprak.

Secara ilmiah, Serat Menak sudah beredar di Jawa sejak abad ke- 17 M. Pada awal abad ke-17 M, terdapat naskah Menak (Jawa) dalam lontar sebanyak 119 lembar. Pada 1627 M, Andrew James menyerahkan naskah itu ke Bodleian Library. Artinya, satu abad lebih sebelum Para Pujangga Surakarta menulisnya, Serat Menak sastra Amir Hamzah telah masuk dan beredar luas di Jawa (Ricklefs & Voohoeve, 1977:43, dikutip Sedyawati dkk, 2001:319).

Sepintas, Wayang Thengul mirip dengan Wayang Golek. Perbedaannya terletak pada cerita yang diangkat dan juga karakter tokoh yang ditampilkan. Jika Wayang Golek lebih banyak mengangkat cerita dari Wayang Purwa seperti Mahabarata dan juga Ramayana, Wayang Thengul mengangkat cerita dari Serat Menak dan Para Wali. Selain itu, juga ada yang menceritakan cerita dari Serat Damarwulan.[2]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan