Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Gapit" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Gapit dalam wayang kulit menunjuk pada bagian penyangga wayang terutama yang menempel dari kaki wayang, dan dieluk sesuai dengan badan wayang, melewati pinggang, dada, kepala hingga pada ujung rambut atau mahkota. Gapit biasanya dibuat dari tanduk kerbau.
Gapit, menurut Ki Sumadi, seorang perajin gapit wayang dari Kuwel, Klaten yang juga seorang dalang, dibagi dalam beberapa bagian. Bagian paling bawah berbentuk lancip yang biasanya ditancapkan pada batang semu (gedebog) pisang, dan dinamakan antub. Di bagian atas dari antub terdapat lengkeh, genuk, dan picisan yang ada di bawah kaki wayang, sedangkan bagian selanjutnya disebut cempurit. Konon ketiga bagian ini diambil dari nama pangkat para penunggu pintu keraton, yakni lurah lengkeh, lurah genuk dan lurah picis. Sesudah melewati ketiga lurah ini baru kita akan menemukan pintu utama yang dinamakan cepuri, oleh karena itu bagian gapit yang paling atas disebut cempurit.
| Menurut media |
| |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Menurut asal | ||||||||||||||
| Inovasi | ||||||||||||||
| Properti dan kesenian pendukung |
| |||||||||||||
| Organisasi | ||||||||||||||
| Museum |
| |||||||||||||
Artikel bertopik wayang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |