Wayang Ajen adalah bentuk pertunjukan wayang kontemporer berbasis wayang golek Sunda yang dikembangkan sejak tahun 1998 di Bekasi, Jawa Barat oleh dalang Wawan S. Gunawan atau biasa dikenal sebagai Wawan Ajen bersama budayawan Arthur S. Nalan. Kata Ajen berasal dari bahasa Sunda ngajén yang berarti "nilai" atau "menghargai", merujuk pada penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi wayang golek Nama ini pertama kali digunakan oleh Arthur S. Nalan sebagai penanda identitas pertunjukan wayang yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, melainkan juga pendidikan dan transformasi sosial.
Wayang Ajen
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA)
Baca Selengkapnya di Wikipedia