Senin, 28 September 2026
15:37 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Wayang Dupara

Wayang Dupara

250px-Ny_JP_Coen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wayang Dupara - Ny. Jan Pieterszoon Coen. Koleksi Taman Mini Indonesia Indah.

Wayang Dupara adalah salah satu jenis wayang yang diciptakan oleh R.M. Danuatmaja, keponakan Sri Mangkunegara IV dari Solo tahun 1894.[1][2] Wayang Dupara menceritakan lakon-lakon dari Babad Demak, Babad Pajang, dan Babad Mataram hingga sampai masa Kartasura (masa Perang Diponegoro).[3][4][5] Nama Dupara berasal dari kata Andupara, yang artinya "aneh".[3]

Wayang Dupara ada yang dibuat dari kayu, dan ada yang dari kulit, misalnya koleksi milik Museum Sonobudoyo terbuat dari kayu dan kulit.[4]

Tokoh-tokoh

Tokoh-tokoh Wayang Dupara antara lain:

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Rassers, W.H. (2014). "Pañji, the Culture Hero: A Structural Study of Religion in Java". Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (Edisi berilustrasi). Springer. ISBN 94-017-6655-X, 9789401766555.
  2. 1 2 https://books.google.co.id/books?hl=id&id=WchkAAAAMAAJ&dq=R.M.+Danuatmodjo&focus=searchwithinvolume&q=Danuatmojo+keponakan
  3. 1 2 https://books.google.co.id/books?id=gIINAAAAIAAJ&q=wayang+dupara&dq=wayang+dupara&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwj-v_y6waXRAhWCF5QKHSB2CLYQ6AEIGzAA
  4. 1 2 https://books.google.co.id/books?id=tYp2II4EMgAC&q=wayang+dupara&dq=wayang+dupara&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwj-v_y6waXRAhWCF5QKHSB2CLYQ6AEIKzAD
  5. ↑ https://books.google.co.id/books?id=CLF-Q44wza4C&pg=PA461&dq=wayang+dupara&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwj-v_y6waXRAhWCF5QKHSB2CLYQuwUIMzAE#v=onepage&q=wayang%20dupara&f=false
  6. 1 2 https://books.google.co.id/books?id=rFvsBQAAQBAJ&pg=PA39&dq=wayang+dupara&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwj-v_y6waXRAhWCF5QKHSB2CLYQ6AEIIzAC#v=onepage&q=wayang%20dupara&f=false
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan