Rabu, 14 Oktober 2026
18:08 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Serat Pustaka Raja

Serat Pustaka Raja

Bagikan:
page1-250px-Bb._1.049_Serat_Pustaka_Raja_Purwa_Jilid_4.pdf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buku Pustaka Raja Purwa volume ke-4

Serat Pustaka Raja adalah sebuah kitab yang berisi kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana. Pengarang dari Serat Pustaka Raja tersebut adalah pujangga dari keraton Surakarta yang bernama Ranggawarsita.

Pengarang

Serat Pustaka Raja dikarang oleh Ranggawarsita, yaitu seorang penulis yang memperoleh perlindungan dari tiga Susuhunan, yaitu Pakubuwana VII, Pakubuwana VIII dan Pakubuwana IX. Ranggawarsita menulis Serat Pustaka Raja sebagai karya sastra dalam bentuk prosa. Penulisan Serat Pustaka Raja ini bukan untuk ditembangkan melainkan untuk dibacakan.[1][2][3]

Kisah-kisah

Kisah-kisah yang ada di dalam Serat Pustaka Raja terbagi menjadi Pustaka Raja Purwa, Pustaka Raja Madya dan Pustaka Raja Wasana.[4] Serat Pustaka Raja tersebut memuat cerita ubahan dari kisah asli Ramayana dan Mahabharata. Pengubahan cerita berupa penambahan bagian asli dengan bagian yang sesuai dengan falsafah masyarakat Jawa pada kurun 800–1600 Saka. Pengisahannya sesuai dengan keadaan masyarakat Jawa pada pemerintahan Brawijaya V.

Pustaka Raja Purwa

Pustaka Raja Purwa memuat cerita asli dan terjemahan dari India yang banyak dianut di Indonesia pada kira-kira 800 tahun pertama sejak tahun Jawa/Saka 1 sampai tahun Saka 800 (~tahun 100M –> tahun 878 M).[1]

Penerbitan

Pada masa pemerintahan Mangkunegara VII, Serat Pustaka Raja disusun dan diterbitkan menjadi 37 jilid. Keseluruhan jilid itu memuat kisah tertentu yang terbagi ke beberapa jilid. Jilid 1–2 memuat kisah tentang keadaan sebelum kealahiran Pandawa. Lalu jilid 3–34 mengisahkan tentang kehidupan Pandawa. Kemudian jilid 35–37 mengisahkan tentang Ramayana.[1]

Penghargaan

Bagian-bagian tambahan mengenai kisah Ramayana dan Mahabharata di dalam Serat Pustaka Raja ini merupakan kisah yang menjadi ciri khas dari kebudayaan wayang kulit Indonesia. Kisah-kisah kebudayaan ini telah diakui oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia.

Referensi

  1. 1 2 3 Ras, J. J. (September 2014). Masyarakat dan Kesusastraan di Jawa [Maatschappij en Letterkunde op Java]. Diterjemahkan oleh Ikram, Achadiati. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 292. ISBN 978-979-461-867-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Serat Pustaka Raja Purwa" (PDF). lib.ui.ac.id. Diakses tanggal 3 Nov 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Pustaka Raja Purwa". books.google.co.jp. Diakses tanggal 3 Nov 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1997). Behrend, T. E., dan Pudjiastuti, T. (ed.). Katalog Induk Naskha-Naskah Nusantara Jilid 3 - A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. hlm. 112. ISBN 979-461-275-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

  • Windradi, Nanang (2002). Suluk, Kawruh Pedhalangan lan Macapat: teges lan suraosipun cakepan suluk pedhalangan, babon lan sumberipun lampahan pedhalangan (dalam bahasa Jawa). Surakarta: Penerbit Cendrawasih.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik wayang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan