Jumat, 30 Oktober 2026
11:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Rebu (Hindu)

kelompok dewa Hindu

Bagikan:

Rebu (Dewanagari: ऋभु; ,IAST: Ṛbhu, ऋभु) atau Rebawa adalah suatu istilah bahasa Sanskerta yang memiliki pengertian berbeda-beda seiring perkembangan zaman.[1] Dalam sastra Weda Kuno, istilah tersebut mengacu kepada dewa matahari.[1] Kemudian dimaknai sebagai sosok dewa angin, dan pada akhirnya mengacu kepada tiga sosok ahli yang kemampuan serta kesalehannya mampu mengangkat derajat mereka sebagai dewa, dan termaktub dalam sastra yang disusun pada masa selanjutnya.[1][2] Nama masing-masing tiga sosok tersebut ialah Rebu, Waja, dan Wibawan (alias Wibu), tetapi dikenal sebagai suatu kelompok yang disebut "Rebu" atau "Ribuksan". Sebutan tersebut berarti "cerdas, cekatan, tangkas, dan bijaksana", sepadan dengan labor dalam bahasa Latin dan arb-aiþs dalam bahasa Goth yang berarti "buruh, kerja".

Dalam beberapa legenda sastra Weda disebutkan bahwa Rebu merupakan tiga putra dewi fajar yang disebut Saranyu, dengan dewa Indra.[1] Dalam legenda lainnya, contohnya dalam Atharwaweda, mereka disebut sebagai putra Sudanwan, nama yang berarti pemanah ulung.[1][3] Dalam legenda mana pun, mereka masyhur akan kemampuan yang kreatif dan inovatif. Mereka merancang kereta perang, sapi pengabul keinginan, aliran sungai, perkakas bagi Indra dan para dewa, sehingga menimbulkan iri hati pada beberapa pihak.[1][4] Dalam mitologi Hindu masa selanjutnya, para Rebu lahir ke dunia sebagai manusia fana, lalu menciptakan berbagai barang, dengan tetap rendah hati dan bersahaja.[1] Hal tersebut menimbulkan perasaan iri pada beberapa dewa sehingga jiwa para Rebu ditolak untuk kembali ke Swarga (kahyangan).[1] Namun berkat campur tangan dewa lainnya, para Rebu akhirnya hidup abadi. Mereka dimuliakan dalam sastra Hindu Kuno sebagai orang bijak, sebagai bintang-bintang, atau sinar mentari.[1][3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Charles Russell Coulter; Patricia Turner (2013). "Ribhus". Encyclopedia of Ancient Deities. Routledge. hlm. 918. ISBN 978-1-135-96397-2.
  2. ↑ HH Wilson (1866). Rig-Veda-Sanhita, The First Ashtaka or Book (Edisi 2nd). London: Trubner & Co. hlm. 46–48 with footnotes, 284–285.
  3. 1 2 Ralph Thomas Hotchkin Griffith (1895). The Hymns of the Atharvaveda. E. J. Lazarus & Company. hlm. 270 footnote 3 on The Sages. ISBN 9780524075036.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  4. ↑ HH Wilson (1866). Rig-Veda-Sanhita, The First Ashtaka or Book (Edisi 2nd). London: Trubner & Co. hlm. 46–48 with footnotes, 135, 171, 283–287.
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan