Selasa, 22 September 2026
16:09 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Pitara

Pitara

arwah leluhur dalam kepercayaan Hindu

250px-%E0%A8%AC%E0%A9%87%E0%A8%B0%E0%A9%80_%E0%A8%B9%E0%A9%87%E0%A8%A0%E0%A8%BE%E0%A8%82_%E0%A8%AC%E0%A8%A3%E0%A9%80_%E0%A8%B9%E0%A9%8B%E0%A8%88_%E0%A8%AA%E0%A8%BF%E0%A9%B1%E0%A8%A4%E0%A8%B0%E0%A8%BE%E0%A8%82_%E0%A8%A6%E0%A9%80_%E0%A8%AE%E0%A9%9C%E0%A9%8D%E0%A8%B9%E0%A9%80.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah altar di bawah pohon yang digunakan untuk menghaturkan sesajen kepada leluhur; tradisi di Haryana, India Utara.

Pitara atau Pitra (Dewanagari: पितृ; ,IAST: Pitṛ, पितृ) adalah arwah leluhur menurut kepercayaan Hindu. Setelah kematian seseorang, pelaksanaan antyesti (upacara kremasi) diyakini dapat menghantarkan almarhum ke Pitraloka, alam para leluhur. Tidak terlaksananya upacara tersebut dapat menyebabkan arwah bergentayangan di Bumi dalam wujud preta.[1]

Hari amawasya (Tilem dalam tradisi Hindu Bali),[2] serta perayaan Pitripaksa saat bulan Aswin menurut kalender Hindu dianggap sebagai hari baik untuk bersembahyang kepada leluhur.[3][4]

Tradisi India

Pemujaan terhadap leluhur merupakan praktik sejak zaman India Kuno. Tradisi peringatan hari kematian masih diperingati di sejumlah daerah di India, dan hari kematian bapak/ibu seseorang melibatkan sejumlah pelaksanaan ritual dan pengadaan sesajen, sebagaimana termaktub dalam pustaka Purana.[5] Bola-bola nasi (piṇḍa) biasanya dihaturkan pada hari-hari tertentu, dengan kepercayaan bahwa arwah leluhur perlu diberi sesajen oleh keturunannya. Untuk keluarga pemuka agama atau rohaniwan, sesajen kepada leluhur perlu dihaturkan setiap hari. Meskipun sastra Weda menyatakan bahwa leluhur seseorang telah mencapai swarga, banyak umat Hindu meyakini Samsara atau siklus reinkarnasi, yang menyebabkan setiap jiwa mengalami kelahiran dan kematian berulang kali sampai mereka mencapai kebebasan spiritual yang disebut moksa.[6]

Menurut kepercayaan di India, dewa api Agni diyakini mengantarkan arwah almarhum ke Pitraloka dengan asap yang muncul saat kremasi.[7]

Para pitara sering diumpamakan sebagai burung, sebab mereka dikatakan sering menengok ke bawah (Bumi);dalam sastra kuno Baudhayana dinyatakan bahwa pitara dapat mengubah bentuk menyerupai burung. Hal tersebut menyebabkan adanya praktik pemberian pakan kepada burung-burung saat upacara kremasi dan ritual lainnya yang berkaitan dengan pemujaan kepada leluhur (pitrayadnya).[8]

Sastra Hindu Mahabharata mengajarkan konsep untuk hidup dengan penuh kebajikan demi para leluhur yang terlebih dahulu meninggal. Daripada memuja, dikatakan bahwa kewajiban bagi seluruh keturunan laki-laki ialah melaksanakan upacara untuk para leluhurnya.[9]

Sayana, seorang cendekiawan pada masa kekaisaran Vijayanagara menganggap bahwa setiap orang lahir dengan menanggung utang para leluhurnya. Utang ini dilunasi perlahan-lahan dengan cara melanjutkan keturunan. Tindakan tersebut dinyatakan melindungi garis keturunan dan memperpanjang usia pitara. Menurutnya, dunia para pitara hanya bisa dicapai oleh orang-orang saleh, dan tidak bisa dijangkau oleh orang yang tidak menghormati dewa-dewi serta melukai kaum brahmana.[10]

Referensi

  1. Cush, Denise; Robinson, Catherine; York, Michael (2012-08-21). Encyclopedia of Hinduism (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 599. ISBN 978-1-135-18978-5.
  2. Bhatt, Dr G. P.; Deshpande, Dr N. A. (2013-01-01). The Padma-Purana Part 2: Ancient Indian Tradition and Mythology Volume 40 (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass. hlm. 688. ISBN 978-81-208-3907-6.
  3. Buck, Cecil Henry (1977). Faiths, Fairs & Festivals of India (dalam bahasa Inggris). Asian Educational Services. hlm. 98. ISBN 978-81-206-1304-1.
  4. Melton, J. Gordon (2011). Religious Celebrations: An Encyclopedia of Holidays, Festivals, Solemn Observances, and Spiritual Commemorations (dalam bahasa Inggris). ABC-CLIO. hlm. 698. ISBN 978-1-59884-205-0.
  5. The Vishńu Puráńa (Vishṇupurāṇam), a System of Hindu Mythology and Tradition, Translated from the Original Sanscrit, and Illustrated by Notes Derived Chiefly from Other Puráńas, by H. H. Wilson (dalam bahasa Inggris). 1840. hlm. 329.
  6. Mani, Vettam (2015-01-01). Puranic Encyclopedia: A Comprehensive Work with Special Reference to the Epic and Puranic Literature (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass. hlm. 36. ISBN 978-81-208-0597-2.
  7. Michaels, Axel (2021-08-10). Hinduism: Past and Present (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. hlm. 144. ISBN 978-0-691-23401-4.
  8. Garg, Gaṅgā Rām (1992). Encyclopaedia of the Hindu World (dalam bahasa Inggris). Concept Publishing Company. hlm. 443. ISBN 978-81-7022-375-7.
  9. Sutton, Nicholas (2000). Religious Doctrines in the Mahābhārata (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass Publ. hlm. 90. ISBN 978-81-208-1700-5.
  10. Singh, Nagendra Kr (1997). Vedic Mythology (dalam bahasa Inggris). APH Publishing. hlm. 97. ISBN 978-81-7024-867-5.
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan