Selasa, 22 September 2026
00:54 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Waraha

Waraha

Waraha
Awatara Wisnu berwujud babi hutan
Anggota Dasawatara
250px-Varaha_on_rocks_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Genderpria
AfiliasiDewa, Awatara Wisnu
KediamanWaikunta
MantraOm Bhuvarāhāya Vidmahe Hiranyakarabhāya Dhimahi Tanno Krodha Prachodayāt.
SimbolPadma
SenjataCakra Sudarsana dan Kaumodaki
Pemujaan
KepercayaanHindu India
AliranWaisnawa
PerayaanVaraha Jayanti
Suksesi Dasawatara
SebelumnyaKurma
BerikutnyaNarasinga
Keluarga
IstriBumidewi
AnakNarakasura
Versi lain: Anggaraka, Boma

Waraha (Dewanagari: वराह; ,IAST: Varāha, वराह) adalah awatara (penjelmaan) ketiga dari Dewa Wisnu yang berwujud babi hutan. Awatara ini muncul pada masa Satyayuga (zaman kebenaran). Kisah mengenai Waraha Awatara selengkapnya terdapat di dalam kitab Warahapurana dan Purana-Purana lainnya.

Kisah

Menurut mitologi Hindu, pada zaman Satyayuga (zaman kebenaran), ada seorang raksasa bernama Hiranyaksa, adik raksasa Hiranyakasipu. Keduanya merupakan kaum Detya (raksasa). Hiranyaksa hendak menenggelamkan Dewi Bumi (Bumidewi) ke dalam lautan kosmik, Ksirasagara.[1]

Melihat dunia akan mengalami kiamat, Wisnu menjelma menjadi babi hutan yang memiliki dua taring panjang mencuat dengan tujuan menopang bumi yang dijatuhkan oleh Hiranyaksa.[2][3] Usaha penyelamatan yang dilakukan Waraha tidak berlangsung lancar karena dihadang oleh Hiranyaksa. Maka terjadilah pertempuran sengit antara raksasa Hiranyaksa melawan Waraha. Konon pertarungan ini terjadi ribuan tahun yang lalu dan memakan waktu ribuan tahun pula.[4][5] Pada akhirnya, Waraha yang menang.[6]

Setelah Waraha memenangkan pertarungan, dia mengangkat bumi yang bulat seperti bola dengan dua taringnya yang panjang mencuat, dari lautan kosmik, dan meletakkan kembali bumi pada orbitnya. Setelah itu, Waraha menikahi Bumidewi dalam wujud babi hutan tersebut.[7][2][3]

Penggambaran

Waraha Awatara dilukiskan sebagai babi hutan yang membawa planet bumi dengan kedua taringnya dan meletakkannya di atas hidung, di depan mata. Kadang kala dilukiskan sebagai manusia berkepala babi hutan,[8] dengan dua taring menyangga bola dunia, bertangan empat, masing-masing membawa: cakra, trompet dari kulit kerang (sangkakala), teratai, dan gada.[9]

Nama lain

  • Bhuwaraghan
  • Waraghan
  • Warha
  • Yagnawaraha
  • Srīeewaraham
  • Adhiwaraha

Referensi

  1. Narada_Purana 1995, hlm. 85-6.
  2. 1 2 Shastri 1990, hlm. 504-5.
  3. 1 2 Rao 1914, hlm. 137.
  4. Wilson 1862, hlm. 62.
  5. Shastri & Tagare 1999, hlm. 318-28.
  6. Deshpande 1989, hlm. 848-53.
  7. Gupta 1972, hlm. 113-4.
  8. Krishna 2009, p. 47
  9. Narada Purana 1997, hlm. 1000-2.

Daftar pustaka

Pranala luar

Waraha
Sebelumnya:
Kurma
Awatara Wisnu
ke-3
Berikutnya:
Narasinga
Dasawatara
Wisnu
Awatara lainnya
*Urutan awatara Wisnu kedelapan dan kesembilan tergantung tradisi. Beberapa aliran Hindu memasukkan Buddha, sedangkan yang lain memasukkan Baladewa dan menghilangkan Kresna.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan