Jumat, 06 November 2026
18:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Waraha

Waraha

Bagikan:
Waraha
Awatara Wisnu berwujud babi hutan
Anggota Dasawatara
250px-Varaha_on_rocks_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Genderpria
AfiliasiDewa, Awatara Wisnu
KediamanWaikunta
MantraOm Bhuvarāhāya Vidmahe Hiranyakarabhāya Dhimahi Tanno Krodha Prachodayāt.
SimbolPadma
SenjataCakra Sudarsana dan Kaumodaki
Pemujaan
KepercayaanHindu India
AliranWaisnawa
PerayaanVaraha Jayanti
Suksesi Dasawatara
SebelumnyaKurma
BerikutnyaNarasinga
Keluarga
IstriBumidewi
AnakNarakasura
Versi lain: Anggaraka, Boma

Waraha (Dewanagari: वराह; ,IAST: Varāha, वराह) adalah awatara (penjelmaan) ketiga dari Dewa Wisnu yang berwujud babi hutan. Awatara ini muncul pada masa Satyayuga (zaman kebenaran). Kisah mengenai Waraha Awatara selengkapnya terdapat di dalam kitab Warahapurana dan Purana-Purana lainnya.

Kisah

Menurut mitologi Hindu, pada zaman Satyayuga (zaman kebenaran), ada seorang raksasa bernama Hiranyaksa, adik raksasa Hiranyakasipu. Keduanya merupakan kaum Detya (raksasa). Hiranyaksa hendak menenggelamkan Dewi Bumi (Bumidewi) ke dalam lautan kosmik, Ksirasagara.[1]

Melihat dunia akan mengalami kiamat, Wisnu menjelma menjadi babi hutan yang memiliki dua taring panjang mencuat dengan tujuan menopang bumi yang dijatuhkan oleh Hiranyaksa.[2][3] Usaha penyelamatan yang dilakukan Waraha tidak berlangsung lancar karena dihadang oleh Hiranyaksa. Maka terjadilah pertempuran sengit antara raksasa Hiranyaksa melawan Waraha. Konon pertarungan ini terjadi ribuan tahun yang lalu dan memakan waktu ribuan tahun pula.[4][5] Pada akhirnya, Waraha yang menang.[6]

Setelah Waraha memenangkan pertarungan, dia mengangkat bumi yang bulat seperti bola dengan dua taringnya yang panjang mencuat, dari lautan kosmik, dan meletakkan kembali bumi pada orbitnya. Setelah itu, Waraha menikahi Bumidewi dalam wujud babi hutan tersebut.[7][2][3]

Penggambaran

Waraha Awatara dilukiskan sebagai babi hutan yang membawa planet bumi dengan kedua taringnya dan meletakkannya di atas hidung, di depan mata. Kadang kala dilukiskan sebagai manusia berkepala babi hutan,[8] dengan dua taring menyangga bola dunia, bertangan empat, masing-masing membawa: cakra, trompet dari kulit kerang (sangkakala), teratai, dan gada.[9]

Nama lain

  • Bhuwaraghan
  • Waraghan
  • Warha
  • Yagnawaraha
  • Srīeewaraham
  • Adhiwaraha

Referensi

  1. ↑ Narada_Purana 1995, hlm. 85–6.
  2. 1 2 Shastri 1990, hlm. 504–5. sfn error: tanpa target: CITEREFShastri1990 (bantuan)
  3. 1 2 Rao 1914, hlm. 137.
  4. ↑ Wilson 1862, hlm. 62.
  5. ↑ Shastri & Tagare 1999, hlm. 318–28. sfn error: tanpa target: CITEREFShastriTagare1999 (bantuan)
  6. ↑ Deshpande 1989, hlm. 848–53.
  7. ↑ Gupta 1972, hlm. 113–4.
  8. ↑ Krishna 2009, p. 47
  9. ↑ Narada Purana 1997, hlm. 1000–2.

Daftar pustaka

Pranala luar

Waraha
Sebelumnya:
Kurma
Awatara Wisnu
ke-3
Berikutnya:
Narasinga
Dasawatara
Wisnu
Awatara lainnya
*Urutan awatara Wisnu kedelapan dan kesembilan tergantung tradisi. Beberapa aliran Hindu memasukkan Buddha, sedangkan yang lain memasukkan Baladewa dan menghilangkan Kresna.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan