Senin, 21 September 2026
02:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Begawan

Begawan

gelar kehormatan dari India

330px-Arjun-er_Biswarup_Darshon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca Begawan Kresna (kanan) menunjukkan Wiswarupa kepada Arjuna (kiri), seperti yang termaktub dalam kitab Bhagawadgita ("Nyanyian Sang Begawan").

Begawan adalah suatu gelar kehormatan dari bahasa Sanskerta, berasal dari kata Bhagawan (Dewanagari: भगवान्; ,IAST: Bhagavān,; Pali: Bhagava; juga ditulis Bhagvan atau Bhagavat) yang secara harfiah berarti "memiliki keberuntungan, terberkati, sejahtera". Kata Bhagawan berasal dari kata benda bhaga, berarti "nasib baik, kekayaan", berkaitan dengan rumpun bahasa Slavia bog berarti 'Tuhan', dan bahasa Rusia богачcode: rus promoted to code: ru [boga'ch] berarti 'kaya'.[1]

Terminologi

Begawan yang digunakan sebagai gelar kehormatan sering kali diterjemahkan sebagai "Tuan", misalnya "Begawan Kresna", "Begawan Siwa", "Bhagavan Swaminarayan", dan lain sebagainya. Kata feminin untuk Bhagawan adalah Bhagawatī dan merupakan gelar Durga dan dewi Hindu lainnya.[2][3] Gelar tersebut juga digunakan sebagai bentuk kata sapaan terhormat untuk guru spiritual di India pada zaman sekarang.

Keagamaan

Hinduisme

Dalam beberapa tradisi agama Hindu, kata Bhagawan digunakan untuk merujuk kepada Zat Yang Mahakuasa atau Kebenaran Mutlak, tetapi dengan rujukan yang lebih spesifik mengacu kepada Zat yang Mahakuasa yang memiliki kepribadian (Tuhan berkepribadian).[4] Ciri "pribadi" ini mengindikasikan perbedaan penggunaan kata Bhagawan dari istilah serupa lainnya,[5] seperti Brahman, "Roh Yang Tertinggi" atau "jiwa", maka dalam penggunaan ini, Bhagawan dalam banyak hal mirip dengan konsep ketuhanan Kekristenan secara umum.

Buddhisme dan Jainisme

250px-Buddha_impresive.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca raksasa Buddha di Hong Kong. Dia juga sering disebut bhagava dalam kitab Buddhis.

Dalam agama Buddha dan Jainisme, tokoh-tokoh penting seperti Buddha Gotama, Mahawira, para Tirthankara, para Buddha dan bodhisatwa juga dihormati dengan gelar tersebut.[6] Dalam kitab Buddhis berbahasa Pali dan Sanskerta, istilah tersebut biasanya ditujukan kepada Sang Buddha, dieja sebagai Bhagavā atau Bhagavān, diterjemahkan menjadi "Tuan" atau "Yang Mulia".[7][8] Istilah Bhagavan juga ditemukan dalam kitab-kitab Buddhis aliran Theravada, Mahayana, dan Tantra.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. Macdonell Sanskrit-English dictionary[pranala nonaktif permanen]
  2. Friedhelm Hardy (1990), The World's Religions: The Religions of Asia, Routledge, ISBN978-0415058155, page 84
  3. Sarah Caldwell (1998), Bhagavati, in Devi: Goddesses of India (Editors: John Stratton Hawley, Donna Marie Wulff), Motilal Banarsidass, ISBN978-8120814912, pages 195-198
  4. Who is Krishna? "God the person, or Bhagavan"
  5. Bhag-P 1.2.11 Diarsipkan 2007-09-26 di Wayback Machine. "Learned transcendentalists who know the Absolute Truth call this nondual substance Brahman, Paramatma or Bhagavan"
  6. Buswell, Robert E.; Lopez, Donald S. (2014). The Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton: Princeton University Press. hlm. 108.
  7. The latter term preferred by Bhikkhu Bodhi in his English translations of the Pali Canon
  8. Ju-Hyung Rhi (1994), From Bodhisattva to Buddha: The Beginning of Iconic Representation in Buddhist Art, Artibus Asiae, Vol. 54, No. 3/4, pages 207-225
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan