Kamis, 24 September 2026
01:56 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Sasta

Sasta

Sasta
250px-052_Shasta%2C_Brahmavihara_Monastery%2C_Melaka%2C_Malaysia%2C_photograph_by_Anandajoti_Bhikkhu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca Sasta di Wihara Brahmawihara, Melaka, Malaysia.
AfiliasiKuladewata
Pemujaan
KepercayaanHindu
DaerahIndia Selatan
Keluarga
Orang tua
Padanan
Hindu KeralaAyyappan
Hindu TamilAiyanar
SinhalaAyyanayake

Sasta (Dewanagari: शस्ता; ,IAST: Śāstā, शस्ता) adalah salah satu dewa dalam agama Hindu,[1] dipuja sebagai putra Dewa Siwa dan Mohini (awatara Wisnu).[2] Di India Selatan, dia diidentifikasi sebagai Dewa Ayyanar (Nattarayan atau Sattan) di Tamil Nadu, sebagai Dewa Ayyanayake di kalangan suku Sinhala, dan Dewa Ayyappan di Kerala.[3] Tugas utamanya sebagai kuladewata bagi klan tertentu, serta menjadi penjaga perbatasan desa.[4]

Kata śāstā merupakan istilah umum dalam bahasa Sanskerta yang dapat berarti guru, pembimbing, tuan, atau penguasa.[5] Di kawasan India Selatan, beberapa dewa dianggap sepadan atau identik dengan Sasta. Lagu berbahasa Tamil Shasta Varavu menyebutkan bahwa ada delapan wujud atau inkarnasi dari Sasta. Hal tersebut juga terdapat dalam sastra Agama Dyanaratnawali. Delapan Sasta (Astasasta) yaitu: Adimahasasta, Darmasasta (Ayyappan), Gnanasasta, Kalyanawaradasasta, Samohanasasta, Santanapraptisasta, Wedasasta, dan Wirasasta.[6] Brahmasasta merupakan istilah lainnya yang dihubungkan dengan Dewa Kartikeya.[7]

Legenda

Dalam kitab Brahmandapurana dikisahkan bahwa Resi Narada berkabar kepada Dewa Siwa tentang penjelmaan Wisnu (Mohini) yang kecantikannya memesona para asura lalu menghancurkan mereka. Siwa tidak yakin dengan penuturan Narada, lalu dia dan Parwati (istrinya) memutuskan untuk pergi mencari kebenaran di kediaman Wisnu. Di sana, Siwa memohon agar Wisnu bersedia menampakkan wujud sebagai Mohini sekali lagi. Wisnu pun memenuhi permohonan tersebut. Setelah Mohini muncul, timbullah nafsu pada diri Siwa untuk menyentuh Mohini. Akibatnya, Mohini kabur sedangkan Parwati terbakar oleh kemarahan dan cemburu. Pada akhirnya, Siwa berhasil mengejar Mohini. Saat tubuh mereka bersentuhan, Siwa mengeluarkan air mani yang kemudian berubah menjadi Sasta. Mohini pun lenyap, lalu Siwa dan Parwati pulang ke kediaman mereka.[8][9]

Pada umumnya Sasta diidentikkan dengan dua dewa Hindu lokal: Ayyappa di Kerala, dan Aiyanar di Tamil Nadu (atau kalangan orang Tamil). Dia juga dipadankan dengan Dewa Skanda (Kartikeya) dan Hanoman.[10] Dalam kisah asal-usul Ayyappa diuraikan bahwa Dewa Siwa menghamili Mohini (awatara Wisnu), kemudian lahirlah Ayyappa. Mereka menelantarkan Ayyappa, lalu seorang raja memungut dan merawatnya. Legenda tersebut menegaskan bahwa Ayyapa lahir dari paha Wisnu sebab Mohini tidak memiliki rahim sejati.[11]

Versi lain mengisahkan bahwa Ayyappa terbentuk dari air mani Siwa, yang keluar saat sang dewa "menyentuh" Mohini.[12] Maka Ayyappa disebut pula Hariharaputra, "putra Wisnu (Hari) dan Siwa (Hara)", dan tumbuh menjadi pahlawan besar.[13] Menurut kisah lainnya, setelah binasanya raksasa Surpanaka, Siwa berniat menemui Mohini. Akibat terpesona akan kecantikannya, maka mereka bercinta sehingga lahirlah Ayyapppa.

Catatan kaki

  1. Chakravarti, Balaram (1997). The Indians and the Amerindians (dalam bahasa Inggris). Self-Employment Bureau Publication.
  2. Jones, Constance; Ryan, James D. (2006). Encyclopedia of Hinduism (dalam bahasa Inggris). Infobase Publishing. ISBN 978-0-8160-7564-5.
  3. Leviton, Richard (2010-04-22). Walking in Albion: Adventures in the Christed Initiation in the Buddha Body (dalam bahasa Inggris). iUniverse. ISBN 978-1-4502-2343-0.
  4. Fuller, C. J. (2018-06-05). The Camphor Flame: Popular Hinduism and Society in India - Revised and Expanded Edition (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. ISBN 978-0-691-18641-2.
  5. Johannes Bronkhorst; Madhav Deshpande (1999). Aryan and non-Aryan in South Asia: evidence, interpretation, and ideology; proceedings of the International Seminar on Aryan and Non-Aryan in South Asia. Harvard University, Dept. of Sanskrit and Indian Studies. hlm. 177–178. ISBN 978-1-888789-04-1.
  6. "Shrines for Sastha, in eight forms". The Hindu. 5 Desember 2013. Diakses tanggal 4 September 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Fred W. Clothey (1978). The Many Faces of Murukan̲: The History and Meaning of a South Indian God. Walter de Gruyter. hlm. 244. ISBN 9027976325.
  8. Doniger (1999) pp. 263–65
  9. Vanita & Kidwai (2001), p. 69
  10. Doniger (1999) p. 264
  11. Caroline Osella, Filippo Osella (2006). Men and masculinities in south India. Anthem Press. hlm. 145–6. ISBN 9781843313991.
  12. Pattanaik (2001), p. 76
  13. Vanita & Kidwai (2001), p. 94

Daftar pustaka

Pranala luar

  • Media terkait Sasta di Wikimedia Commons
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan