Sabtu, 10 Oktober 2026
08:39 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Astabairawa

delapan aspek Siwa dalam agama Hindu

Bagikan:

Astabairawa (Dewanagari: अष्टभैरवः; ,IAST: Aṣṭabhairavah,; arti: "Delapan Bairawa") adalah delapan manifestasi dari Bairawa,[1] wujud Siwa yang sangar dalam kepercayaan Hindu. Mereka diyakini menjaga dan mengontrol delapan penjuru mata angin. Masing-masing Bairawa merupakan pemimpin kelompok sub-Bairawa yang terdiri dari delapan orang, sehingga ada total 64 Bairawa.[2] Delapan Bairawa dianggap sebagai bawahan dari Kalabairawa, yang dipercaya sebagai penguasa waktu di alam semesta sekaligus wujud Bairawa yang tertinggi.

Daftar

No. Nama Atribut Pasangan Arah Planet Wahana Kuil Dewa
1 Asitangga
(असिताङ्ग
Asitāṅga)[3]
berkulit putih, berlengan empat membawa tasbih, kamandalu, pedang, dan cawan tengkorak Brahmani[4] timur Jupiter angsa Kuil Sattainathar, Sirkazhi,[5] Kuil Kandeeswarar, Kandiyur[6] Wisnu[7]
2 Ruru
(रुरु
Ruru)
berkulit biru muda, berlengan empat membawa rusa, kapak, pedang, mangkuk Maheswari tenggara Venus banteng Kuil Rathnagiriswarar, Thirumarugal Brahma
3 Canda
(चण्ड
Caṇḍa)
berkulit putih, berlengan empat membawa busur, anak panah, pedang, mangkuk Kaumari selatan Mars merak Vaitheeswaran Koil Surya
4 Kroda
(क्रोध
Krodha)
berkulit biru gelap, berlengan empat membawa sangka, cakram, gada, mangkuk Waisnawi barat daya Saturnus elang Thiruvisanallur, Thirunaraiyur[8] Siwa
5 Unmata
(उन्मत्त
Unmatta)
berkulit keemasan, berlengan empat membawa pedang, cawan tengkorak, alu, tameng Warahi barat Merkurius kuda Thiruveezhimizhalai Indra
6 Kapala
(कपाल
Kapāla)
berkulit kuning cerah, berlengan empat membawa bajra, pasa, pedang, mangkuk Indrani barat laut Bulan gajah Thiruvirkudi, Kuil Pushpavaneswarar Candra
7 Bisana
(भीषण
Bhīṣaṇa)
berkulit merah darah, berlengan empat membawa pedang, cawan tengkorak, trisula, alu Camunda utara Ketu preta Rameswaram, Piranmalai Yama
8 Sanghara
(संहार
Saṃhāra)
berkulit jingga-kuning mengkilat, berlengan sepuluh membawa trisula, damaru, sangka, gada, cakram, pedang, mangkuk, katwangga, pasa, dan angkusa Narasingi timur laut Rahu singa Thiruvenkadu, perbukitan Kolli, Vairavanpatti,[9] Hosur dewa-dewi Hindu

Referensi

  1. ↑ Payne, Richard K.; Witzel, Michael (2015-10-22). Homa Variations: The Study of Ritual Change across the Longue Durée (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 330. ISBN 978-0-19-935159-6.
  2. ↑ Saravanan, V. Hari (2014-01-01). Gods, Heroes and their Story Tellers: Intangible cultural heritage of South India (dalam bahasa Inggris). Notion Press. ISBN 978-93-84391-49-2.
  3. ↑ vdocuments.mx_the-kubjika-upanishad-egbert-forsten-56885839dd6b9. hlm. 7.
  4. ↑ Singh, Rana (2009-10-02). Cosmic Order and Cultural Astronomy: Sacred Cities of India (dalam bahasa Inggris). Cambridge Scholars Publishing. hlm. 143. ISBN 978-1-4438-1607-6.
  5. ↑ Kanniks Kannikeswaran. "Sirkali Bhramapureeswarar -Thoniappar Temple - Shivastalam". Templenet.com. Diakses tanggal 2012-09-01.
  6. ↑ "Thiru Kandiyur". Temples of Tamilnadu. 30 April 2010. Diakses tanggal 2012-09-01.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Gopinatha Rao, T. A. (1914). Elements of Hindu iconography. Cornell University Library. Madras : Law Printing House. hlm. 28.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  8. ↑ "Navagraha Temples|Tamilnadu Temples Information website|". Kumbakonam-temples.blogspot.sg. Diakses tanggal 2012-09-01.
  9. ↑ Krishnan, Shamala (2009-02-10). "Ancient Temples of India: kundrakudi and Vairavan temple, Thirupathore, Madurai". Ancientindiantemple.blogspot.sg. Diakses tanggal 2012-09-01.

Pranala luar

Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan