Minggu, 20 September 2026
23:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Angkusa

Angkusa

250px-Elephant_Goad_MET_DP231148.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Angkus dari India, koleksi Metropolitan Museum of Art, New York.
250px-A_decorated_elephant_with_a_howdah_on_its_back.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan gajah dengan rengga, sedang ditunggangi pawangnya yang memegang angkusa.

Angkusa (dari bahasa Sanskerta: अङ्कुश Aṅkuśa) atau kusa adalah alat yang digunakan untuk menangani dan melatih gajah. Angkusa ditusukkan ke dalam kulit sensitif gajah, menyebabkan rasa sakit dan membuat gajah berlaku dengan gaya tertentu.[1][2][3] Alat ini muncul dalam mitologi Hindu, dan dipakai sebagai atribut Dewa Ganesa. Dalam konsep Nawadewata dari agama Hindu, angkusa dianggap sebagai senjata dewa Sangkara.

Referensi

  1. http://www.upali.ch/hook_en.html Elephant encyclopedia written by an elephant keeper
  2. "Elephant Training Backgrounder". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-25. Diakses tanggal 2008-06-22.
  3. "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-02-20. Diakses tanggal 2008-06-22.


Ikon rintisan

Artikel bertopik alat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan