Senin, 26 Oktober 2026
15:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Dewi (Hindu)

Dewi (Hindu)

Bagikan:
250px-Lakshmi-Lalita-Sarasvati.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca Dewi Laksmi, Lalita, dan Saraswati menurut kepercayaan Hindu.

Dewi (Dewanagari: देवी; ,IAST: Devī, देवी) adalah istilah yang berasal dari bahasa Sanskerta, artinya "dewa perempuan" atau bentuk feminin dari kata "dewa" (deva). Baik kata dewa maupun dewi berarti "entitas surgawi, ilahi, cemerlang", dan digunakan dalam agama Hindu.[1] Konsep dan pemujaan terhadap para dewi tercatat dalam pustaka Weda yang disusun sejak sekitar milenium ke-3 Sebelum Masehi. Namun mereka tidak memiliki peran penting pada zaman tersebut. Sedangkan dewi seperti Durga, Kali, Laksmi, Parwati, Radha, Saraswati dan Sinta dipuja berkelanjutan pada masa kini. Pustaka Purana mencatat perkembangan kisah-kisah dan kesusastraan yang berkaitan dengan para dewi, dengan kitab Dewimahatmya yang mencatat bahwa dewi merupakan kebenaran sejati dan kekuatan yang mahakuasa. Para dewi menginspirasi terbentuknya aliran Sakta dalam agama Hindu. Kemudian dewi dipandang sebagai pusat pemujaan dalam tradisi Sakta dan Saiwa.[2]

Etimologi

Devi dan deva merupakan istilah Sanskerta yang ditemukan dalam kesusastraan Weda sejak zaman milenium ke-3 SM. Deva adalah suatu kata benda maskulin, sedangkan bentuk feminimnya ialah devi.[3] Deva ialah bentuk singkat dari kata devatā, sedangkan devi dari kata devika.[4] Ahli bahasa Sanskerta Monier-Williams menerjemahkannya sebagai "surgawi, ilahi, mulia, bercahaya".[4][5] Kata majemuk Devimāta berarti "Bunda Dewi".[6]

Secara etimologi, padanan kata devi dalam bahasa Latin ialah dea.[7] Menurut Douglas Harper, akar kata dev- berarti "cahaya", berasal dari *div-, "memancarkan sinar"; padanan katanya dalam rumpun bahasa Indo-Eropa ialah dios (bahasa Yunani), divine (bahasa Goth), dan deus (bahasa Latin; sedangkan Latin Kuno: deivos); kata yang sekerabat ialah *Dyēus.[8]

Sinonim kata dewi dalam pustaka Weda ialah Bagawati (Dewanagari: भगवती; ,IAST: Bhagavatī, भगवती). Ia merupakan epitet yang berasal dari bahasa Sanskerta, dipakai sebagai gelar kehormatan untuk dewi dalam kepercayaan Hindu dan Buddha. Dalam agama Hindu, gelar itu biasanya ditujukan kepada Dewi Laksmi dan Durga. Dalam Buddhisme, ia dipakai untuk merujuk kepada beberapa dewi Buddhis aliran Mahayana, contohnya Cundā.[9]

Referensi

  1. ↑ "Devi". Oxford English Dictionary (Edisi daring). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.)
  2. ↑ Flood, Gavin, ed. (2003), The Blackwell Companion to Hinduism, Blackwell Publishing Ltd., ISBN1-4051-3251-5, pp. 200–203.
  3. ↑ Klostermaier 2010, hlm. 496.
  4. 1 2 Klostermaier 2010, hlm. 492.
  5. ↑ Klostermaier, Klaus (2010). A Survey of Hinduism, 3rd Edition. State University of New York Press, ISBN978-0-7914-7082-4, pages 101–102
  6. ↑ John Stratton Hawley and Donna Marie Wulff (1998), Devi: Goddesses of India, Motilal Banarsidass, ISBN978-81-208-1491-2, pages 18–21
  7. ↑ Hawley, John Stratton and Donna Marie Wulff (1998). Devi: Goddesses of India, Motilal Banarsidass. ISBN978-81-208-1491-2, page 2
  8. ↑ Deva Etymology Dictionary, Douglas Harper (2015)
  9. ↑ Gimello, Robert (2004). ″Icon and Incantation: The Goddess Zhunti and the Role of Images in the Occult Buddhism of China." In Images in Asian Religions: Texts and Contexts ed. Phyllis Granoff and Koichi Shinohara: pp. 71-85.

Daftar pustaka

Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan