Minggu, 04 Oktober 2026
19:12 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Tusita

Bagikan:

Tusita (Dewanagari: तुषित; ,IAST: Tuṣita, तुषित) adalah istilah dalam agama Hindu dan Buddha yang berkaitan dengan alam dewa atau surga. Dalam agama Hindu, Tusita merupakan salah satu kelompok dewa, sementara dalam Buddhisme, Tusita merupakan salah satu surga atau alam selain Bumi.

Hinduisme

Dalam kepercayaan Hindu―sebagaimana tercatat dalam pustaka Purana―Tusita merupakan satu dari sembilan kelompok dewata gana. Kelompok lainnya yaitu: Aditya, Wiswedewa, Wasu, Abaswara, Anila, Maharajika, Sadya, dan Rudra.[1][2]

Menurut Bhagawatapurana, Tusita merupakan kelompok dewata keturunan Yadnya dan Daksina, pada Manwantara Pertama (era Swayambu Manu). Nama-nama mereka ialah: Tosa, Pratosa, Santosa, Badra, Santi, Idaspati, Idma, Kawi, Wibu, Swahna, Sudewa, dan Rocana. Mereka semua merupakan pengikut ayahnya yang menjabat sebagai Indra, pemimpin para dewa saat Manwantara Pertama.[3][4]

Buddhisme

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Reli%C3%ABf_De_Bodhisatva_in_de_Tushita-hemel%2C_Borobudur_TMnr_60042566.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Relief Borobudur, menggambarkan Bodhisatwa (tengah) sedang berada di Tusita, dikelilingi para dewa-dewi.

Dalam Buddhisme, Tusita adalah salah satu alam surga, tempat terlahirnya para makhluk yang sudah mengembangkan Dasa Kusala Kamma secara sempurna. Di alam ini, Bakal Calon Buddha (Sammasambodhisatta) akan berdiam sebelum dia akhirnya memilih untuk terlahir menjadi seorang manusia pada tempat, zaman dan status keluarga yang tepat, untuk kemudian menjadi seorang Sammasambuddha.

Di alam inilah Bodhisatwa Śvetaketu ("Panji Putih") tinggal sebelum lahir ke Bumi sebagai Gautama Buddha, Buddha era sekarang. Demikian pula, di alam inilah Bodhisattva Nātha ("Pelindung") kini tinggal, dan di masa depan dia akan lahir ke Bumi sebagai Buddha Maitreya sebagaimana kepercayaan Buddhis.[5][6]

Referensi

  1. ↑ Walker, Benjamin (2019-04-09). Hindu World: An Encyclopedic Survey of Hinduism. In Two Volumes. Volume I A-L (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 397. ISBN 978-0-429-62465-0.
  2. ↑ Danielou, Alain (2017-01-01). The Myths and Gods of India: The Classic Work on Hindu Polytheism (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass. hlm. 302. ISBN 978-81-208-3638-9.
  3. ↑ Mani, Vettam (1975). Puranic Encyclopaedia: A Comprehensive Dictionary With Special Reference to the Epic and Puranic Literature. Delhi: Motilal Banarsidass. ISBN 0-8426-0822-2.
  4. ↑ Anand Aadhar. "Bhagavata Purana Canto 4, chap. 1:Genealogical Table of the Daughters of Manu". Diakses tanggal 2 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Dharmachakra Translation Committee (2021). "Maitreya's Setting Out | Introduction". 84000 Translating The Words of The Buddha (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-08.
  6. ↑ Williams, Paul. Mahayana Buddhism: The Doctrinal Foundations 2nd edition. Routledge, 2009, p. 218.
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan