Minggu, 01 November 2026
01:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kāla

Kāla

konsep dalam kepercayaan Hindu

Bagikan:
Untuk Kala menurut mitologi Nusantara dan pewayangan, lihat Batara Kala.
250px-Kala_Head%2C_Bali_%289694721203%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepala Kāla

Kala (Dewanagari: काल; ,IAST: Kāla,; IPA: [kɑːˈlə])[1] adalah suatu istilah dalam bahasa Sanskerta yang berarti "waktu"[2] atau "kematian". Sebagai personifikasi dari waktu yang mengarahkan semua hal menuju "akhir" atau "ketiadaan", Kala merupakan dewa yang menguasai kematian, dan sering dipakai sebagai salah satu nama julukan untuk Yama, dewa alam kematian menurut kepercayaan Hindu. Dalam ajaran Saiwa, Kala dikenal sebagai salah satu perwujudan Siwa yang menyeramkan, Kala Bhairawa atau Kalagni Rudra; sedangkan dalam Waisnawa, Kala dihubungkan dengan Narasinga dan Pralaya.[3] Untuk sebutan bagi dewa dan dewi, kata Kālá tidak selalu dapat dibedakan dengan kāla, yang berarti "hitam".

Referensi

  1. ↑ www.wisdomlib.org (2019-09-14). "Kalam: 6 definitions". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-04.
  2. ↑ Dalal 2011, hlm. 185. sfn error: tanpa target: CITEREFDalal2011 (bantuan)
  3. ↑ Soifer 1991, hlm. 102. sfn error: tanpa target: CITEREFSoifer1991 (bantuan)
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan