Jumat, 06 November 2026
13:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Rewanta

Rewanta

Bagikan:
Rewanta
Dewa penguasa kuda
250px-Revanta_god.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
AfiliasiGuhyaka
KediamanHimalaya
Senjatapedang
Wahanakuda
Keluarga
Orang tua
SaudaraAswin, Yama, Yami, Sani, Tapati and Waiwaswata Manu

Rewanta (Dewanagari: रेवन्त; ,IAST:  Revanta, रेवन्त) atau Raiwata adalah salah satu dewa dalam agama Hindu. Menurut kitab Regweda, Rewanta adalah putra bungsu Surya (dewa matahari) dan Saranya. Rewanta merupakan pemimpin para Guhyaka, sebangsa makhluk halus (sejenis Yaksa) yang diyakini menghuni hutan di wilayah Himalaya. Dalam lukisan dan arca, Rewanta sering kali dilukiskan sebagai seorang pemburu yang menunggang kuda, bersenjata busur dan anak panah.

Mitologi

Kelahiran Rewanta diceritakan dalam kitab suci Wisnupurana dan Markandeya Purana. Saranya atau Samjna ibu dari Rewanta (putri dari Wiswakarma) pergi ke hutan untuk melakukan pertapaan suci dalam bentuk kuda betina. Ketika bertapa, Saranya menempatkan bayangan dirinya yakni Caya untuk menggantikan posisinya di samping Surya.

Surya segera menyadari bahwa Caya bukan istrinya maka langsung bergegas mencari, dan menemukannya di hutan Uttara Kuru. Surya juga menyamar dengan mengubah dirinya menjadi kuda. Penyamaran ini berguna untuk dapat mendekati Saranyu. Akhirnya mereka kawin dan menghasilkan dewa kembar Aswin dan Rewanta.[1]

Penggambaran

Markandeya Purana menggambarkan Rewanta sebagai "memegang pedang dan busur, mengenakan baju zirah, menunggang kuda, dan membawa anak panah dan tempat anak panah".[2] Kitab Kalika Purana menggambarkan dia membawa pedang di tangan kanan dan cambuk di tangan kirinya, duduk di atas kuda putih. Varahamihira menggambarkannya secara lain yakni sebagai pejuang yang ditemani untuk berburu.

Pemujaan

Diipuja sebagai dewa penjaga prajurit dan kuda, pelindung dari bahaya hutan dan dewa pelindung untuk berburu. Pemujaan terhadap Rewanta terkait erat dengan Saura, pemujaan terhadap Surya. Sering kali, kitab suci seperti Vishnudharmattara Purana dan Kalika Purana merekomendasikan pemujaan Rewanta bersama Surya, atau menurut ritual pemujaan Matahari.[3] Nakula (Pandawa keempat), diyakini sebagai penulis buku Ashavashastra, atau ensiklopedia tentang kuda.[3] Periode awal abad pertengahan, khususnya di Rajasthan menjadi masa populer pemujaan Rewanta. Kuil Waisnawa dan Surya menjadi kuil di mana banyak terdapat gambar Revanta.

Referensi

  1. ↑ Singh,, Nagendra Kumar (1997). Encyclopaedia of Hinduism (PDF). Anmol Publications. ISBN 81-7488-168-9..{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: karakter tidak validPemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ↑ Sharma, Brijendra Nath (1975). Iconography of Revanta. Inggris: Abhinav Publications. hlm. 86. ISBN 9788170170273.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Sarkar, Bijoy Kumar (2003). "The Worship Of Revanta In Early Bengal". Journal of the Indian History Congress. 64: 286–294.
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan