Selasa, 22 September 2026
10:24 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Cakraprasada

Cakraprasada

Cakraprasada
Siwa sebagai pemberi Cakra Sudarsana
250px-Vishnu_Shiva.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lainCakradana, Wisnwanugraha
AfiliasiSiwa
PustakaAjitagama (Saiwa-agama)
KepercayaanHindu
AliranSaiwa

Cakraprasada (Dewanagari: चक्रप्रसाद; ,IAST: Cakraprasāda,; arti: "Pemberian cakram") adalah salah satu aspek Dewa Siwa dalam ikonografi dan kepercayaan Hindu. Pada aspek ini, Siwa digambarkan sebagai dewa yang memberikan senjata cakram kepada Wisnu. Wujud ini tercatat dalam kitab Ajitagama, salah satu sastra Saiwa-agama (buku tentang pemujaan kepada Siwa, khususnya aliran Saiwa Siddhanta) yang berkembang di India Selatan.[1]

Arti dan nama lain

Dalam bahasa Sanskerta, Cakraprasāda berarti pemberian cakram (Cakra Sudarsana). Hal tersebut mengacu kepada penggambaran aspek Siwa sebagai pemberi cakram kepada Wisnu. Arca atau lukisan yang menggambarkan kejadian itu disebut pula Cakraprasādamūrti, artinya "wujud [Siwa sebagai] pemberi cakram. Di samping itu, Cakraprasadamurti dikenal pula dengan sebutan sebagai berikut:

  • Cakradanamurti (चक्रदानस्वरूपमूर्ति Cakradānamūrti): wujud [Siwa yang melakukan] penghibahan cakram—kepada Dewa Wisnu.[2]
  • Wisnwanugrahamurti (विष्ण्वनुग्रहमूर्ति Viṣṇvanugrahamūrti): wujud [Siwa sebagai] pemberi anugrah kepada Wisnu.[3]

Legenda

Menurut kepercayaan Hindu aliran Saiwa, cakram milik Wisnu pernah hancur berkeping-keping setelah konflik dengan Resi Dadici.[4] Maka dari itu, Wisnu tidak punya senjata lagi untuk melawan asura dan makhluk jahat lainnya. Dia pun memohon senjata cakram kepada Dewa Siwa, sebab Siwa memiliki cakram yang pernah digunakan untuk membunuh raksasa bernama Jalandara. Agar Siwa berkenan, Wisnu berjanji untuk mempersembahkan 1008 bunga teratai—dengan satu kuntum mewakili satu nama lain Siwa[5]—setiap hari sampai senjata itu diberikan.[6]

Pada suatu hari, Siwa menguji Wisnu dengan cara menyembunyikan satu teratai yang akan dipersembahkan. Menyadari bahwa jumlah persembahannya tidak lengkap, Wisnu mencungkil matanya sendiri yang tampak seperti kelopak bunga teratai,[7] lalu menghaturkannya sebagai penggenap persembahan.[8] Siwa terkesan dengan tindakan Wisnu, lalu menyerahkan senjata cakramnya kepada Wisnu, yang kini dikenal sebagai Cakra Sudarsana.[4]

Referensi

  1. S. Sridhar Swaminathan (2012), Sinirvddha Dash (ed.), Iconographical Representations of Shaiva as Gleaned from Shaivaagamas, University of Madras: Department of Sanskrit
  2. Saiva Siddhanta, India: Saiva Siddhanta Mahasamajam, 2005
  3. "Vishnvanugrahamurti, Viṣṇvanugrahamūrti, Vishnvanugraha-murti: 1 definition", Śilpa-śāstra, Wisdom Library, 15 Mei 2018, diakses tanggal 20 November 2025{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Puṣadanta, Jagannātha Chakravartī; Sir John George Woodroffe (1925), Greatness of Shiva Mahimnastava of Pushpadanta with the Commentary of Jagannātha Chakravartī, India: Ganesh{{citation}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=; line feed karakter dalam |title= pada posisi 19
  5. Vanamali (2013-10-04). "Chapter 23". Shiva: Stories and Teachings from the Shiva Mahapurana (dalam bahasa Inggris). Simon and Schuster. ISBN 978-1-62055-249-0.
  6. Rangaswamy Dorai M. A. (1958), The Religion And Philosophy Of Tevaram Book I, Delhi: Motilal Banarsidass
  7. Horace Hayman Wilson (1840), "Chapter VII - By what means men are exempted from the authority of Yama", Vishnu Purana, Delhi: Motilal Banarsidass, ISBN 8171102127{{citation}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  8. Sadhguru, 3 Lord Vishnu and Shiva Stories, Mahashivratri, diakses tanggal 20 November 2025{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan