Rabu, 30 September 2026
16:04 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Saranya

Saranya

Bagikan:
Saranya
Dewi awan
250px-Sanjna_Surya_Chhaya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Dewa Surya diapit oleh Dewi Saranya dan Caya.
Nama lain
  • Samjnya
  • Sanjna
  • Saranyu
  • Suwarcala
  • Dyau
  • Twastri
  • Rajni
  • Praba[1]
Genderwanita
AfiliasiDewi
KepercayaanHindu
Keluarga
Orang tua
SaudaraTrisirah (kembaran)
Caya (bayangan)
SuamiSurya
Anak

Saranya (Dewanagari: सरन्या; ,IAST: Saraṇyā, सरन्या), kadangkala disebut Saranyu (Dewanagari: सरन्यू; ,IAST: Saraṇyū, सरन्यू) atau Samjnya (Dewanagari: संज्ञा; ,IAST: Saṃjñā, संज्ञा), adalah nama salah satu istri Dewa Surya dalam mitologi Hindu.[2] Ia merupakan putri Wiswakarman, dewa pertukangan dan ilmu arsitektur. Saranya memiliki enam anak. Putra yang sulung bernama Waiwaswata Manu. Anaknya yang kedua dan ketiga terlahir kembar buncing, mereka bernama Yama (dewa kematian) dan Yami. Anaknya yang keempat adalah Rewanta, dewa para kuda, dan anaknya yang terakhir terlahir kembar, disebut Aswin (dewa obat).[3][4]

Menurut Max Muller dan A. Kuhn, Dewi Saranya disamakan dengan Dewi Demeter dalam mitologi Yunani. Putra kembar Saranya, yaitu Aswin, disamakan dengan Dioskuri (Castor dan Pollux) dalam mitologi Yunani.

Mitologi

Dalam kitab Purana diceritakan bahwa karena tidak kuat terhadap pancaran energi suaminya, Saranya berencana untuk melarikan diri dari rumahnya. Sebelum melakukannya, ia menciptakan seorang wanita yang sangat mirip dengan dirinya. Wanita itu dinamakan Caya, dan diciptakan untuk berpura-pura menjadi istri Surya saat Saranya pergi meninggalkan rumah. Saranya juga berpesan bahwa ia tidak boleh membongkar rahasia tersebut pada siapapun yang tidak mengetahuinya. Caya menerima perintah tersebut dan berjanji tidak akan membeberkan rahasianya selama Surya tidak memaksanya maupun tidak menjambak rambutnya. Setelah kesepakatan antara Saranya dan Caya terjadi, maka Saranya meninggalkan rumahnya. Ia turun ke bumi, tepatnya ke sebuah wilayah yang disebut Uttara Kuru. Disana ia mengambil wujud sebagai kuda betina.[5]

Setelah Surya mengetahui bahwa Caya hanyalah tiruan istrinya, maka ia pergi menemui Wiswakarma, mertuanya. Wiswakarma menjawab bahwa Saranya pergi karena tidak kuat menahan energi yang dipancarkan oleh Surya. Atas bantuan Wiswakarma, energi yang dipancarkan oleh Surya dapat dikurangi. Kemudian energi tersebut dipakai untuk menciptakan senjata Bajra (dipakai oleh Indra) dan Sudarsana Cakra (dipakai oleh Wisnu). Setelah energi yang dipancarkan Surya sedikit berkurang, ia segera turun ke bumi demi mencari istrinya. Akhirnya ia menemukan bahwa istrinya berada di Uttara Kuru dalam wujud kuda betina. Untuk mengimbanginya, maka Surya mengambil wujud sebagai kuda jantan. Pertemuan keduanya telah menciptakan benih dalam rahim Saranya. Kemudian, mereka kembali ke kahyangan. Tak lama setelah Saranya pulang, ia melahirkan sepasang putra kembar. Anak kembar tersebut disebut Aswin, karena ibunya hamil saat berwujud kuda (aswa berarti kuda dalam bahasa Sanskerta).[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Dr. G.V. Tagare (1995). "|access-date=2024-09-28 Chapter 11". The Skanda-Purana. Internet Archive. Motilal Banarsidass Publishers. {{cite book}}: Tautan eksternal dalam |chapter=
  2. ↑ Kinsley, David R (1986). Hindu Goddesses: Vision of the Divine Feminine in the Hindu Religious Traditions. University of California Press. ISBN 81-208-0379-5.
  3. ↑ Pattanaik, Devdutt (September 2000). The Goddess in India: The Five Faces of the Eternal Feminine (dalam bahasa Inggris). Inner Traditions / Bear & Co. ISBN 978-0-89281-807-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Singh, Nagendra Kumar (1997), "Revanta in Puranic Literature and Art", Encyclopaedia of Hinduism, vol. 44, Anmol Publications, hlm. 2605–19, ISBN 81-7488-168-9
  5. 1 2 Doniger, Wendy (1998). "Saranyu/Samjna". Dalam John Stratton Hawley, Donna Marie Wulff (ed.). Devī: goddesses of India. Motilal Banarsidas. hlm. 154–7. ISBN 81-208-1491-6.
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan