Senin, 21 September 2026
05:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Nasi

Nasi

beras yang telah dimasak dengan cara diuapkan atau dididihkan

Untuk nasi yang belum dimasak, lihat beras.
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Nasi"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Nasi
250px-Nasi_dibentuk_bulat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepiring nasi yang dibentuk bulat (nasi golong/nasi gulung).
JenisMakanan pokok
SajianHidangan utama
Tempat asallembah sungai Yangtze
DaerahAsia
Hidangan nasional terkaitNasi goreng (Indonesia)[1]
Diciptakan tahunantara 13500 sampai 8200 tahun yang lalu[2][3][4][5]
Suhu penyajianPanas, hangat
Bahan utamaBeras, air
Bahan yang umum digunakanberbagai rempah-rempah
VariasiNasi putih, nasi merah, nasi hitam, nasi kuning
Energi makanan
(per porsi 100 gram)
176 kkal (737 kJ)[6]
Nilai gizi
(per porsi 100 gram)
Protein3.3 g
Lemak0 g
Karbohidrat41 g
Hidangan serupabibimbap, biryani, risotto, ketan, nasi jagung

Nasi adalah beras (atau kadang-kadang serealia lain) yang telah dimasak dengan cara direbus atau dikukus. Proses merebus atau mengukus beras dikenal juga sebagai menanak. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma atau bau nasi dan membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya. Pembuatan nasi dengan air berlebih dalam proses perebusannya akan menghasilkan bubur. Proses pembuatan nasi yang sangat bagus dan tahan lama yaitu beras dipanaskan di wajan dengan air secukupnya dan digaru hingga air telah kering, setelah itu dikukus. Alat yang digunakan untuk menanak nasi disebut dengan penanak nasi.

Warna nasi yang telah masak (tanak) berbeda-beda tergantung dari jenis beras yang digunakan. Pada umumnya, warna nasi adalah putih bila beras yang digunakan berwarna putih. Beras merah atau beras hitam akan menghasilkan warna nasi yang serupa dengan warna berasnya. Kandungan amilosa yang rendah pada pati beras akan menghasilkan nasi yang cenderung lebih transparan dan lengket. Ketan, yang patinya hanya mengandung sedikit amilosa dan hampir semuanya berupa amilopektin, memiliki sifat semacam itu. Beras Jepang (japonica) untuk sushi mengandung kadar amilosa sekitar 12-15% sehingga nasinya lebih lengket daripada nasi yang dikonsumsi di Asia Tropikal, yang kadar amilosanya sekitar 20%. Pada umumnya, beras dengan kadar amilosa lebih dari 24% akan menghasilkan nasi yang 'pera' (tidak lekat, keras, dan mudah terpisah-pisah).

Nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk Asia sebagai sumber energi karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Nasi sebagai makanan pokok biasanya dihidangkan bersama lauk sebagai pelengkap rasa dan juga melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Nasi dapat diolah lagi bersama bahan makanan lain menjadi masakan baru, seperti pada nasi goreng, nasi kuning atau nasi kebuli. Nasi bisa dikatakan makanan pokok bagi masyarakat di Timur Tengah, khususnya di Asia Tenggara dan Amerika Serikat.

Fungsi

Bahan campuran

Nasi biasanya digunakan sebagai bahan campuran bagi sup ayam. Pencampurannya dilakukan ketika sup ayam sedang dimasak. Nasi dapat menambahkan cita rasa tertentu pada sup ayam. Sup ayam yang dicampur dengan nasi harus dimasak dengan cepat agar nasi tidak menjadi bubur. Pencampuran nasi ke dalam sup ayam membuat sup ayam tidak tahan disimpan dalam jangka waktu yang lama.[7]

Galeri

  • Semangkuk nasi dengan centong.
    Semangkuk nasi dengan centong.
  • Nasi hitam yang dimasak dengan beras hitam
    Nasi hitam yang dimasak dengan beras hitam
  • Tiga macam nasi dalam satu piring, yakni nasi beras (putih), nasi jagung (kuning), dan nasi tiwul (cokelat) dari Blitar selatan.
    Tiga macam nasi dalam satu piring, yakni nasi beras (putih), nasi jagung (kuning), dan nasi tiwul (cokelat) dari Blitar selatan.
  • Nasi kuning
    Nasi kuning
  • Sajian nasi dengan lauk.
    Sajian nasi dengan lauk.

Penggunaan dalam makanan

Berikut makanan olahan yang berbahan dasar nasi.

Lihat pula

Referensi

  1. "Tourism Ministry declares five dishes national food". Diakses tanggal 2023-10-24.
  2. Normile, Dennis (1997). "Yangtze seen as earliest rice site". Science. 275 (5298): 309–310. doi:10.1126/science.275.5298.309. S2CID 140691699.
  3. Vaughan, DA; Lu, B; Tomooka, N (2008). "The evolving story of rice evolution". Plant Science. 174 (4): 394–408. doi:10.1016/j.plantsci.2008.01.016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-09-24. Diakses tanggal 2021-03-29.
  4. Harris, David R. (1996). The Origins and Spread of Agriculture and Pastoralism in Eurasia. Psychology Press. hlm. 565. ISBN 978-1-85728-538-3.
  5. Zhang, Jianping; Lu, Houyuan; Gu, Wanfa; Wu, Naiqin; Zhou, Kunshu; Hu, Yayi; Xin, Yingjun; Wang, Can; Kashkush, Khalil (Desember 17, 2012). "Early Mixed Farming of Millet and Rice 7800 Years Ago in the Middle Yellow River Region, China". PLOS ONE. 7 (12): e52146. Bibcode:2012PLoSO...752146Z. doi:10.1371/journal.pone.0052146. PMC 3524165. PMID 23284907.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  6. R. Toto Sugiarto dkk (Mei 2021). Ensiklopedi Makanan dan Gizi: Makanan Pokok Nasi dan Gandum (dalam bahasa :Indonesian). Hikam Pustaka. hlm. 39. ISBN 9786233115834.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Lubis, Ena (2008). Hidangan Favorit ala Timur Tengah. Jakarta Selatan: Penerbit Hikmah. hlm. 16. ISBN 978-979-114-221-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan