Minggu, 20 September 2026
22:49 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Nattō

Nattō

Makanan Khas di Jepang

Nattō
250px-Natto_on_rice.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nattō pada sebuah nasi
SajianSarapan
Tempat asalJepang
DaerahAsia Timur
Bahan utamaFermentasi Kedelai

Nattō (納豆) adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi dengan Bacillus subtilis,[1] biasanya dimakan untuk sarapan. Sebagai sumber protein dan probiotika yang kaya, nattō dan miso dulunya merupakan sumber gizi utama pada zaman feodal di Jepang. Tidak semua orang menyukai makan nattō karena tidak menyukai bau dan aromanya yang kuat, atau teksturnya yang licin. Di Jepang, nattō paling disukai oleh orang di wilayah timur, termasuk wilayah Kanto, Tohoku, dan Hokkaido.[2]

Nattō biasanya dimakan dengan nasi hangat, dicampur dengan kecap asin. Di Hokkaido dan Tohoku utara, nattō disajikan dengan gula. Nattō juga digunakan untuk makanan lain, misalnya nattō sushi, nattō toast, dalam sup miso, salad, okonomiyaki, dengan spaghetti, atau digoreng. Nattō yang dikeringkan dapat dimakan sebagai makanan ringan. Selain itu juga ada es krim nattō.

Produk serupa

Beberapa negara-negara di Asia juga memproduksi makanan tradisional serupa dari kedelai yang difermentasi dengan bakteri dan jamur, seperti shuǐdòuchǐ (水豆豉) dari Tiongkok, cheonggukjang (청국장) dari Korea, tempe dari Indonesia, thuanao (ถั่วเน่า) dari Thailand, kinema dari Nepal, wilayah Himalaya Benggala Barat dan Sikkim, tungrymbai dari Meghalaya, hawaijaar dari Manipur, bekang um dari Mizoram, akhuni dari Nagaland, dan piak dari Arunachal Pradesh, India.[2][3]

Referensi

  1. Hosking, Richard (2015-02-24). A Dictionary of Japanese Food: Ingredients & Culture (dalam bahasa Inggris). Tuttle Publishing. hlm. 106. ISBN 978-1-4629-0343-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 "History of Natto and Its Relatives (1405-2012) - SoyInfo Center". www.soyinfocenter.com. Diakses tanggal 2022-12-18.
  3. Arora (1991-08-02). Handbook of Applied Mycology: Volume 3: Foods and Feeds (dalam bahasa Inggris). CRC Press. hlm. 332. ISBN 978-0-8247-8491-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Natto.


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan