Selasa, 20 Oktober 2026
02:45 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Sega lengko

Sega lengko

hidangan nasi khas Indramayu, Jawa Barat

Bagikan:
Nasi Lengko
250px-Sega_Lengko.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seporsi nasi lengko.
Nama lainSega léngko (Bahasa Jawa)
Tempat asalCirebon
Daerah Ciayumajakuning, Brebes, Tegal dan daerah lainnya.
Suhu penyajianHangat, suhu ruangan.
Bahan utamaNasi, tempe goreng, tahu kulit goreng, tauge, daun kucai, dan kecap manis atau bumbu kacang.
Bahan yang umum digunakanKerupuk, mi kering, orek tempe.
VariasiPenggunaan lontong ketimbang nasi. Penambahan lauk hewani.

Nasi lengko dengan nama asli Sega Lengko adalah makanan yang berasal dari Cirebon.[1][2] Makanan Nasi Lengko termasuk ke dalam kategori makanan tradisional dan telah menyebar ke beberapa daerah di Nusantara.[3]

Penyebaran

Nasi Lengko berasal dari Cirebon dan menyebar ke beberapa daerah di pantai utara pulau Jawa, seperti : Indramayu, Subang, Majalengka, Kuningan, Bekasi hingga Brebes dan Tegal, namun Nasi Lengko saat ini telah menyebar ke berbagai daerah lewat pedagang asal Indramayu ke daerah lain di Indonesia dan beberapa daerah lain juga ikut serta menambahkan isian baru untuk menyesuaikan selera masyarakat daerahnya.[3]

Rasa khas dari Nasi lengko adalah perpaduan nasi putih dengan toping tauge, timun segar, tempe atau tahu goreng yang disiram bumbu atau sambal kecap serta ditaburi bawang goreng, irisan kucai dan kerupuk serta harga yang terjangkau membuat makanan ini diminati oleh banyak kalangan.[3]

Isi

Pada nasi lengko asli terdapat beberapa bahan yang terdiri dari nasi yang ditambahkan dengan irisan tempe atau tahu goreng, tauge yang telah di celur singkat, mentimun segar yang diiris dadu, dan siraman saus bumbu kacang.

Perbedaan isi Nasi Lengko

Perbedaan tambahan isi pada Nasi Lengko merupakan kekhasan dari Nasi Lengko asli sampai jenis baru, seperti :

  • Indramayu : kerupuk kulit ikan laut
  • Cirebon : sambel kacang, daun kucai, kecap campuran cabai dan minyak, telur dadar atau goreng dan tahu kulit goreng.
  • Sepiring nasi lengko yang dijajakan di Yogyakarta
    Sepiring nasi lengko yang dijajakan di Yogyakarta

Latar Belakang

Terdapat tiga versi mengenai asal-usul nama "lengko" sendiri, antara lain :

  • Sega Lengko atau Nasi Lengko berasal dari kosakata Bahasa Jawa dialek Dermayon, yang mana kata Sega artinya Nasi, kemudian kata Lengko tercipta dari kata induk baku ngleko atau leko (kata sebutan), sebab Nasi Lengko tercipta dari Makanan Lotek Bongko asal Indramayu dan penggunaan bumbu saus kacang yang sama. Kata Ngleko yang mana menunjuk kepada Siraman Bumbu Kacang yang melimpah dan kental. [4]
  • Kata léngko diyakini berasal dari modifikasi kata Bahasa Cirebon langka yang berarti "tidak ada, jarang".[5][6]
  • Asal-usul populer lainnya yakni diyakini istilah tersebut adalah lakuran dari Bahasa Indonesia "lengkap" dan "ekonomis", merujuk pada proses pembuatannya yang sederhana.[6][4]

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ "Nasi Lengko".
  2. ↑ "Nasi Lengko".
  3. 1 2 3 Gardjito, Murdijati (2026). Bukan Sunda, bukan Jawa: makanan dan budaya makan Indramayu, Cirebon, Brebes, dan Tegal. Jakarta: Komunitas Bambu. hlm. 91–92. ISBN 9786237357650.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Adhitya, Bagus G.; Supriadi, R. Anggi P.; Ramadhani, R.; Audita, V.; Andrianto, R. (2021). "Cirebon Culinary Travel Pattern". Enhancing Innovation in Gastronomic for Millenials. 1: 72–78. doi:10.5220/0009516800720078.
  5. ↑ Tresnasih, Ria Intani (2005). Ragam Makanan Tradisional Cirebon. Bandung: BKSNT Bandung.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Purwoningrum, Siti (2018-09-16). "Kenapa dengan Nasi Lengko? Ternyata Inilah Sejarahnya Hingga Sabet Rekor ORI". Pojok Jabar. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-11-25. Diakses tanggal 2023-11-25. "Maka itulah disebut lengko karena lauknya langka (tidak ada)," sebut Raffan [S. Hasyim]
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan