Kamis, 05 November 2026
18:44 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Capcai

Capcai

variasi makanan khas Tiongkok

Bagikan:
Cap cai
250px-Cap_Cai.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cap cai
SajianHidangan utama
Tempat asalBlora mustika
DaerahDiseluruh wilayah Indonesia, juga populer di Asia Tenggara
PenciptaWonge dewek
Suhu penyajianPanas
Bahan utamaSayuran
VariasiCap cai kuah (berkuah) dan Cap cai goreng (kering)

Capcai (Hanzi: 雜菜; Pinyin: zácài; Pe̍h-ōe-jī: cha̍p-chhài; "aneka sayuran") atau capcay adalah nama hidangan khas Tionghoa-Indonesia berupa banyak macam sayuran yang dimasak dengan cara direbus (kuah) atau digoreng tumis. Capcai asal mulanya merupakan variasi dari hidangan khas Fujian.[1]

Konon pada zaman dahulu, koki istana tidak tega untuk membuang sisa-sisa berbagai macam sayuran. Ia kemudian memasak semua sisa sayuran tersebut dan ternyata rasa masakan tersebut terasa lezat. Masakan baru ini pun cepat disukai dan menyebar ke masyarakat luas. Seiring waktu, Capcay justru lebih populer di luar Tiongkok dan nama masakan za cai menghilang dari daftar menu restoran di Tiongkok.[2]

Di Indonesia, terdapat dua jenis gaya capcai yang dikenal, yaitu capcai goreng dan capcai godok yang perbedaannya terletak pada berkuah atau tidak.

Capcai gaya Semarang dikenal karena berwarna merah dan rasanya sedikit asam manis akibat penambahan saus tomat dalam jumlah banyak. Selain itu, Capcai Semarangan dalam resepnya tidak menggunakan tauco dan bunga sedap malam.[2]

Penamaan

Nama capcai diambil dari kata 杂菜, zá cài dalam dialek Hokkian yang secara harfiah berarti "aneka ragam sayur".[2] Namun, jumlah sayuran dalam capcai tidak tentu, tetapi banyak yang salah kaprah mengira bahwa capcai harus mengandung 10 macam sayuran karena secara harfiah adalah berarti "sepuluh sayur". Cap di dalam dialek Hokkian juga dapat dieja "sepuluh", dan cai berarti sayur.[3][4]

Beberapa jenis sayuran yang biasanya dicampur dalam capcai adalah sawi putih, sawi hijau, wortel, jagung muda, jamur merang, jamur kuping, kol, kapri, buncis, bunga kol, brokoli, daun bawang, tomat, dan bawang bombai. Walaupun demikian, unsur protein hewani juga biasa ditambahkan ke dalam makanan ini, misalnya daging sapi, ayam, telur, hati dan ampela ayam, udang, bakso, cumi-cumi, dan daging babi.

Referensi

  1. ↑ Atiyah, Jeremy (2002). "Indonesia". Southeast Asia. London: Rough Guides. hlm. 228. ISBN 978-1-85828-893-2.
  2. 1 2 3 Bromokusumo, Aji Kristi (2013). Peranakan Tionghoa dalam kuliner Nusantara: plus resep-resep khas Peranakan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. hlm. 55. ISBN 978-979-709-740-0.
  3. ↑ "10 Resep capcay sederhana, enak dan bikin nagih". Brilio. Diakses tanggal 11 Juli 2020.{{cite web}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=
  4. ↑ Mandasari, Rizky. Fahrudin, Nanang (ed.). "Cara Membuat Capcay Kuah Kental, Sederhana dan Bikin Ketagihan". Liputan6.com. Liputan 6. Diakses tanggal 11 Juli 2020.{{cite news}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan