Minggu, 08 November 2026
01:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Bau peapi

makanan khas daerah

Bagikan:
Bau peapi
SajianMakanan
Tempat asal Indonesia
DaerahSulawesi
Suhu penyajianSuhu ruangan

Bau peapi adalah makanan khas mandar dari olahan ikan dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Makanan ini memiliki kuah kuning dan bercita rasa campuran rasa asam, pedas, dan gurih. Bau peapi dimasak menggunakan ikan laut segar. Dalam bahasa Mandar, Bau berarti ikan dan Peapi berarti dimasak atau direbus. Makanan ini biasanya disantap dengan nasi atau dengan jepa.

Untuk ikan yang digunakan biasanya dipilih ikan tuna, ikan tenggiri, dan ikan cakalang, yang dimasak dengan campuran bumbu di antaranya lasuna Mandar (daun bawang lokal), pammaisang (asam mangga), dan minna Mandar (minyak kelapa lokal). Bahan lainnya yakni lasuna mamea (bawang merah), kaiyyang (cabe besar), cawe kecil (cabe rawit), dan asso atau kunyit basah.[1] Masing-masing keluarga atau rumah makan yang menjual Bau Peapi memiliki resep sendiri-sendiri dalam pemilihan ikan dan bumbu pelengkapnya.

Penggunaan bumbu khusus yang hanya ada di Sulawesi Barat menjadikan makanan ini terasa unik. Bau Peapi tidak dimasak menggunakan santan dan hanya rebusan ikan dengan kuah berbumbu. Selain pammaisang, bumbu tersebut adalah mangga muda jenis tertentu yang bernama toissang padre, ka’lo’li dan cammi’. Sebelum digunakan untuk memasak Bau peapi, mangga terlebih dahulu dipotong kecil-kecil, kemudian dikeringkan. Apabila tidak ada mangga muda, bisa menggunakan belimbing untuk tetap memberikan cita rasa asam.[2]

Penambahan unsur minyak kelapa Mandar yang dibuat dengan teknik tradisional membuat kandungan lemak yang sangat tinggi dalam minyak ini untuk memperkuat rasa gurih dalam saus Bau peapi Mandar.[3]

Selain tetap menggunakan bumbu khas, masyarakat Mandar juga masih mempertahankan proses memasak dengan cara tradisional, yaitu menggunakan kuali tanah liat dan tungku kayu bakar yang diyakini bisa memperkuat aroma dan rasa.[4]

Di dusun Rawang desa Bababulo, kecamatan Pamboang, bagian utara kabupaten Majene, terdapat Bau Ambu yang sekilas mirip dengan Bau Peapi namun terdapat perbedaan dalam hal jenis ikan yang digunakan dan bumbunya. Ikan yang digunakan pada Bau Ambu adalah ikan jenis Barakuda dan ada penambahan santan serta serai yang dimemarkan. Sehingga menghasilkan warna kuah yang putih pucat.

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ "Bau Peapi, Ikan Masak Berkuah Khas Mandar yang Menggugah Selera". kumparan. Diakses tanggal 2022-08-17.
  2. ↑ PI, Redaksi. "Bertabur Rahasia". Pariwisata Indonesia. Diakses tanggal 2022-08-17.{{cite web}}: |first= memiliki nama generik
  3. ↑ "Resep Rahasia Kelezatan Bau Peapi dari Tanah Mandar". Pesona Mandar - Website Promosi Pariwisata di Sulawesi Barat. Diakses tanggal 2022-08-17.
  4. ↑ Kurniawan, Anis (2020-05-18). "Bau Peapi, Ikan Masak Warisan Leluhur Mandar yang Menggiurkan •". Klik Hijau. Diakses tanggal 2022-08-17.
60px-Bread_and_wine.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buku resep Wikibooks memiliki artikel mengenai
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan