Senin, 21 September 2026
21:20 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Lemang

Lemang

salah satu jenis hidangan nasi

Lemang
لمڠ
250px-Piece_of_Lemang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepotong lemang di atas piring.
Tempat asalIndonesia, Malaysia, Brunei
Bahan utamaBeras ketan
250px-Lemang_Dayak_Deah.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cara memasak lemang
250px-Lemang_ketan_putih_khas_karo_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lemang ketan putih khas Karo
250px-Lemang_ketan_hitam_khas_karo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lemang ketan hitam khas Karo

Lemang (Jawi: لمڠ) adalah penganan dari beras ketan yang dicampur dengan santan dan rempah-rempah yang digulung dengan selembar daun pisang dan dimasak dalam seruas bambu. Lemang merupakan hidangan tradisional yang populer di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan.[1]

Cara membuat

Bahan

  • 1 liter beras ketan
  • 4 gelas santan
  • 2 sendok teh garam
  • 1 batang buluh bambu
  • daun pisang muda secukupnya[2]

Peralatan

  • Pisau tajam untuk memotong bambu dan daun pisang
  • Baskom besar untuk mencuci dan merendam beras ketan
  • Panci untuk memasak santan
  • Tungku atau kompor untuk membakar lemang
  • Kayu bakar atau arang (jika menggunakan metode tradisional)
  • Sendok kayu panjang untuk mengaduk
  • Sarung tangan tahan panas[1]

Cara memasak

Beras ketan dicampur santan kelapa, lalu dimasukkan ke dalam seruas bambu. Kemudian dibakar sampai matang.

  1. Beras ketan dicuci hingga bersih, lalu direndam selama 3-4 jam atau semalaman. Setelah itu ditiriskan.
  2. Bambu dibersihkan lalu dipotong sesuai ukuran yang diinginkan (biasanya 30-50 cm), dan dipastikan tidak ada retakan. Bersihkan daun pisang dan potong sesuai ukuran bambu. Bagian dalam bambu dilapisi dengan daun pisang. Sisakan sedikit daun pisang di bagian atas untuk menutup nanti.
  3. Dalam panci, campurkan santan dengan garam dan bahan tambahan lainnya jika digunakan. Panaskan campuran santan hingga mendidih, aduk sesekali agar tidak pecah. Masukkan beras ketan yang sudah ditiriskan ke dalam campuran santan. Aduk rata dan masak sebentar hingga santan terserap sebagian (proses aron).
  4. Campuran ketan dimasukkan ke dalam bambu yang sudah dilapisi daun pisang hingga penuh. Disisakan ruang sekitar 2-3 cm di bagian atas. Kemudian, bagian atas ditutup dengan sisa daun pisang dan ikat dengan tali.
  5. Bambu berisi ketan diletakkan dengan tungku atau pembakaran secara vertikal di sekitar api. Posisinya sedikit miring (sekitar 60-70 derajat). Lemang dibakar selama 3-5 jam, tergantung ukuran bambu dan intensitas api. Selama proses pembakaran, bambu diputar secara berkala agar matang merata.
  6. Setelah 3 jam, cek kematangan lemang dengan mengetuk bambu. Jika terdengar suara padat, kemungkinan sudah matang. Untuk memastikan, buka sedikit bagian atas dan coba teksturnya. Jika sudah kenyal dan tidak ada bagian yang masih keras, berarti lemang sudah siap.
  7. Setelah matang, bambu berisi lemang diangkat dari api dan dibiarkan dingin sejenak. Bambu dibelah secara memanjang untuk mengeluarkan lemang dari bambu.[3]

Kuliner tradisi

Lemang biasa ditemukan pada masyarakat Melayu saat perayaan hari-hari besar di Indonesia seperti hari raya Idulfitri atau Lebaran. Di Sumatra Utara lemang dinikmati dengan durian. Di Sumatra Barat, orang Minang menyajikan lemang dengan tapai ketan hitam. Ada pula yang menikmatinya dengan opor atau rendang.[4] Sebagian masyarakat lainnya tetap menyukai lemang yang memiliki rasa orisinal tanpa campuran atau bahan variasi.[5]

Masyarakat Dayak Deah di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan memiliki tradisi membuat lemang yang disebut "malamang". Mereka membentuk beberapa kelompok kerja dalam pembuatan lemang secara bergotong royong.[6]

Lemang juga merupakan penganan khas legendaris masyarakat Kota Samarinda yang diproduksi dan diperdagangkan oleh orang-orang Banjar di Jalan Pulau Sebatik, Samarinda.[7] Restoran modern di ibu kota Kalimantan Timur ini juga menyajikan lemang sebagai salah satu kuliner tradisional Samarinda. Lemang dihidangkan dengan pembungkus daun pisang dan dipadukan dengan telur asin.[8]

Selain di Indonesia, lemang juga merupakan makanan orang asli Negrito yang ada di Kelantan[9] serta suku Semai di Malaysia.[10]

Lihat pula

Galeri

  • Lemang ketan hitam
    Lemang ketan hitam
  • Lemang khas karo
    Lemang khas karo
  • Lemang ketan putih khas karo
    Lemang ketan putih khas karo

Referensi

  1. 1 2 "Cara Membuat Lemang: Panduan Lengkap Memasak Hidangan Tradisional yang Lezat". Liputan 6. 18 November 2024. Diakses tanggal 12 Maret 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Anis (6 Februari 2024). "Resep Lemang Bakar Rumahan yang Padat dan Gurih, Cuma 5 Bahan!". IDN Times. Diakses tanggal 12 Maret 2025.
  3. Yanto, Yusuf (25 Juli 2024). "Resep Membuat Lemang Bambu". RRI. Diakses tanggal 12 Maret 2025.
  4. Azzahra, Dhiya Awlia (20 Mei 2020). "5 Fakta Unik Lemang, Makanan Khas Sumatra Saat Puasa dan Lebaran". IDN Times. Diakses tanggal 12 Maret 2025.
  5. Salsabila, Putri Shafa (14 Januari 2024). "Mengenal Lemang, Makanan Masyarakat Melayu yang Gurih dan Legit". Detik. Diakses tanggal 12 Maret 2025.
  6. "Malamang, Tradisi Membuat Lemang Perekat Kekerabatan Warga Dayak Deah". Liputan 6. 4 Agustus 2018. Diakses tanggal 12 Maret 2025.
  7. An Nabil, Putri Tsabitah (3 Oktober 2024). "Membangkitkan Kenangan: Kisah Perjalanan 30 Tahun Menjual Lemang". Jurnal Borneo. Diakses tanggal 18 Februari 2025.
  8. "Naik Level, Lemang Pinang Berbaris Jadi Suguhan Istimewa di Resto Samarinda". Kaltim Faktual. 13 Januari 2024. Diakses tanggal 12 Maret 2025.
  9. Pagan races of the Malay Peninsula, Volume 1, Walter William Skeat, Charles Otto Blagden, Macmillan and Co., limited, 1906
  10. Tribal communities in the Malay world: historical, cultural and social ... By Geoffrey Benjamin
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan