Rabu, 23 September 2026
23:35 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Babae

variasi makanan khas Indonesia

Babae atau Baebae merupakan makanan khas dari Nias Selatan. Masyarakat di Desa Hilisataro, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, kembali melestarikan makanan tradisional ini.[1] Pada zaman dahulu, babae hanya dapat disuguhkan, antara lain, di pesta adat, upacara kelahiran anak, acara pertunangan, serta pernikahan. Konon babae adalah makanan yang hanya disantap oleh keluarga bangsawan dan tidak sembarangan disantap oleh masyarakat umum.

Nama babae tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Nias Selatan. Kuliner tradisional ini terbuat dari sejenis kacang-kacangan atau masyarakat setempat menyebutnya fakhe niha. Pembuatan babae mempunyai banyak versi yang berbeda di tiap-tiap daerah. Misal, biasanya di daerah pantai atau daerah To'ene, kacang beras yang digunakan tidak dikupas. Tetapi, untuk daerah pegunungan atau bukit (Maniamele) kacang beras yang digunakan biasanya dikupas. Perbedaan itu karena kacang beras yang akan digunakan sebagai bahan babae harus ditanam sebelum tiga bulan acara atau pesta diselenggarakan. Kacang ini juga harus ditanam secara khusus karena jarang sekali orang yang menjualnya dalam jumlah banyak.[2]

Referensi

  1. Asdhiana, I Made (ed.). "Babae yang Terlupakan..." KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-13.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  2. "Babae, Sup Krim Kacang dari Kabupaten Nias Selatan yang Gurih Bernutrisi". detikfood (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-13.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan