Minggu, 08 November 2026
06:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Babae

variasi makanan khas Indonesia

Bagikan:

Babae atau Baebae merupakan makanan khas dari Nias Selatan. Masyarakat di Desa Hilisataro, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, kembali melestarikan makanan tradisional ini.[1] Pada zaman dahulu, babae hanya dapat disuguhkan, antara lain, di pesta adat, upacara kelahiran anak, acara pertunangan, serta pernikahan. Konon babae adalah makanan yang hanya disantap oleh keluarga bangsawan dan tidak sembarangan disantap oleh masyarakat umum.

Nama babae tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Nias Selatan. Kuliner tradisional ini terbuat dari sejenis kacang-kacangan atau masyarakat setempat menyebutnya fakhe niha. Pembuatan babae mempunyai banyak versi yang berbeda di tiap-tiap daerah. Misal, biasanya di daerah pantai atau daerah To'ene, kacang beras yang digunakan tidak dikupas. Tetapi, untuk daerah pegunungan atau bukit (Maniamele) kacang beras yang digunakan biasanya dikupas. Perbedaan itu karena kacang beras yang akan digunakan sebagai bahan babae harus ditanam sebelum tiga bulan acara atau pesta diselenggarakan. Kacang ini juga harus ditanam secara khusus karena jarang sekali orang yang menjualnya dalam jumlah banyak.[2]

Referensi

  1. ↑ Asdhiana, I Made (ed.). "Babae yang Terlupakan..." KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-13.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  2. ↑ "Babae, Sup Krim Kacang dari Kabupaten Nias Selatan yang Gurih Bernutrisi". detikfood (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-13.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan