Rabu, 07 Oktober 2026
01:40 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Dodongkal

Dodongkal

kue khas Indonesia

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan dengan Awug awug. (Diskusikan)
250px-Dodongkal_Makanan_Khas_Sunda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kue Dongkal merupakan makanan khas Sunda

Dodongkal atau kue dongkal[a] (bahasa Sunda:ᮓᮧᮓᮧᮀᮊᮜ᮪) adalah sejenis makanan tradisional atau kue tradisional Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok jajanan pasar.[1] Dongkal terbuat dari Tepung beras.[2] Kemudian tepung beras yang telah halus diisikan gula aren dan dikukus.[2] Dongkal biasanya disajikan di atas daun pisang dan ditaburi parutan kelapa di atasnya.[3][4] Dongkal termasuk kedalam makanan jajanan pasar Indonesia yang mulai langka.[5] Makanan ini bisa ditemui di DKI Jakarta serta Jawa Barat bagian utara maupun Banten bagian timur seperti Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.[6][3][4] Di Jawa Barat bagian selatan[b] kue dongkal dikenal dengan nama awug.[7] kue dongkal biasa disajikan bersama secangkir teh sebagai kudapan.[8]

Ciri khas

Dongkal memiliki adonan dasar yang sama dengan adonan kue putu, yaitu tepung beras dan gula aren.[5] Namun, dongkal yang telah matang memiliki tekstur yang lebih kenyal dibandingkan kue putu.[9] Dongkal juga berwarna putih karena tidak diberikan campuran warna hijau dari daun suji seperti pada putu.[4] Dongkal mempunyai ciri khas dalam hal pembuatannya. Jika kue putu biasanya dibuat dalam cetakan potongan bambu atau pipa, dodongkal dikukus menggunakan kukusan berbahan anyaman bambu berbentuk kerucut, dalam bahasa Sunda disebut Aseupan.[6] Lalu dimasukkan ke alat pengukus khas tradisional Sunda, yang disebut seeng.[2] Umumnya, seeng berbentuk dandang, tetapi bagian tengahnya meramping sementara bagian leher dan dasarnya lebih lebar.[2] Dengan bentuk seperti ini, uap yang dihasilkan bisa tetap berada di dalam dandang sehingga dodongkal senantiasa hangat.[2] Dodongkal yang telah matang akan menghasilkan warna 'belang-belang' hasil kombinasi lapisan berulang tepung beras dan gula aren.[4][5] Dodongkal yang sudah matang kemudian dituangkan dalam bentuk seperti nasi tumpeng, lalu dipotong-potong menjadi beberapa bagian supaya mudah dinikmati.[4][5] Sebagai pelengkap, biasanya ditaburi dengan parutan kelapa sehingga rasanya jadi lebih gurih.[4][5]

Kandungan gizi

Dodongkal adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.[10] Dodongkal mengandung energi sebesar 7 kilokalori, protein 1,3 gram, karbohidrat 15,8 gram, lemak 0,9 gram, kalsium 0,01 miligram, fosfor 0 miligram, dan zat besi 0,2 miligram.[10] Selain itu di dalam Dodongkal juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram.[10] Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 40 gram Dodongkal, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.[10]

Catatan

Referensi

  1. ↑ "Kue Dongkal, Sajian Manis dan Gurih Khas Betawi yang Serupa tapi Tak Sama dengan Putu". Liputan6. 14 Desember 2023. Diakses tanggal 29 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 (Indonesia) Oke Food. "Manis Gurih Dodongkal Khas Bogor". Diakses tanggal 10 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. 1 2 (Indonesia) Detik. "Putu Bambu vs Dodongkal". Diakses tanggal 10 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia) Info Bogor. "Dodongkal Kuliner Tradisional Bogor". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-20. Diakses tanggal 10 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  5. 1 2 3 4 5 (Indonesia) Rosid. "Dodongkal, Satu lagi dari Kuliner Tradisional". Diakses tanggal 10 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  6. 1 2 (Indonesia) Metropolitan. "Menulas Makanan Tradisional Khas Jakarta". Diakses tanggal 10 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=[pranala nonaktif permanen]
  7. ↑ (Indonesia) Purwasuka. "Awug Alias Dodongkal". Diakses tanggal 10 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=[pranala nonaktif permanen]
  8. ↑ (Indonesia) DISPARBUD Jawa Barat. "Makanan Tradisional Jawa Barat" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 10 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  9. ↑ (Indonesia) Alfitrahmat Saputro. "5 Sarapan Khas Kota Bogor". Diakses tanggal 10 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  10. 1 2 3 4 (Indonesia) Organisasi. "Isi Kandungan Gizi Dodongkal - Komposisi Nutrisi Bahan Makanan". Diakses tanggal 10 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan