Rabu, 04 November 2026
02:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Nasi kebuli

Nasi kebuli

salah satu jenis hidangan nasi

Bagikan:
Nasi kebuli
أرز كبولي
330px-Nasi_Kebuli.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepiring nasi kebuli dengan potongan paha ayam, sambal, dan acar nanasnya.
Nama lainNasi kebuli kambing
SajianMakanan utama
Tempat asalIndonesia
DaerahJakarta
PenciptaOrang Arab Indonesia
Suhu penyajianPanas
Bahan utamaNasi dengan minyak samin dan dibumbui, disajikan dengan daging kambing, kurma atau kismis
Informasi lainBiasa disajikan saat hari raya Idulfitri, Iduladha, dan Maulid Nabi

Nasi kebuli (bahasa Inggris: kabuli rice; bahasa Arab:الرز الكابلى; pelafalan dalam bahasa Arab:[ka:buli:]) merupakan variasi Indonesia dari plov. Ini terdiri dari nasi yang dimasak dengan kaldu daging kambing, susu kambing, dan mentega murni (paling sering minyak samin).[1] Ini populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia dan orang Betawi di Jakarta.[2] Nasi kebuli dipengaruhi oleh budaya Arab dan asal muasalnya dapat ditelusuri dari masakan Timur Tengah, terutama pengaruh Arab Yaman (nasi mandi dan nasi kabsah), pengaruh masakan India (nasi biryani), dan pengaruh masakan Afganistan (nasi Afghan).

Dalam budaya Betawi, nasi kebuli biasanya disajikan pada hari-hari besar agama Islam, seperti Idulfitri, Iduladha atau Maulid Nabi Muhammad.[3] Di luar Jakarta, nasi kebuli terutama populer di daerah dengan populasi Arab–Indonesia yang signifikan, seperti Jawa Barat, Banten, Surakarta, Surabaya, Gresik, dan Banyuwangi.[4]

Asal muasal

Nasi kebuli mendapatkan namanya dan berasal dari nasi Afghan (Kabuli palaw), yang merupakan varietas pilaf Afganistan dari Kabul,[butuh klarifikasi] mirip dengan biryani yang disajikan di anak benua India,[5][6] tetapi dengan pengaruh besar masakan Hadhrami dan India seperti Mandi dan Biryani dalam metode memasak dan bumbu.

Nasi kebuli versi Timur Tengah lebih mirip dengan kabuli palaw daripada nasi kebuli versi Indonesia. Kata pilaf, palau atau palaw secara sederhana berarti hidangan nasi yang dimasak dengan kaldu berbumbu.[butuh klarifikasi] Menurut sejarah, hidangan tersebut dibawa ke Timur Tengah dari anak benua India dan Asia Tengah. Salah satu perbedaannya adalah adanya parutan wortel dan mungkin Kismis di Nasi kebuli versi Timur Tengah atau Afganistan.[7]

Cara memasak

Nasi kebuli dibuat dengan memasak nasi yang direndam dalam kaldu daging kambing dengan susu atau santan sebagai pengganti air.[butuh rujukan] Daging kambing kemudian dimasak dan dicampur dengan campuran bumbu tumis dalam mentega yang telah diklarifikasi (sering dengan ghee, di Indonesia dikenal dengan minyak samin). Campuran bumbu terbuat dari bawang putih, bawang merah, jahe, lada hitam, cengkih, ketumbar, jintan, kapulaga, kayu manis, pala, garam, dan minyak samin. Kemudian daging kambing, bumbu, dan irisan tomat direbus bersama nasi setengah matang di dalam susu hingga matang sempurna.[8]

Nasi kebuli biasanya disajikan dengan asinan nanas (nanas dengan saus asam pedas) atau terkadang juga diberi topping sambal goreng hati (hati sapi dicampur sambal pedas) dan ditaburi kismis dan terkadang pula kacang. Dalam masyarakat Hadhrami di Indonesia, terkadang disajikan bersama dengan sup maraq (sup domba atau kambing bumbu).[butuh rujukan]

Wikibooks logo
Wikibuku memiliki buku di:

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Resep Nasi Kebuli Khas Timur Tengah, Wajib Simak 10 Variasinya". Liputan6. 8 Januari 2025. Diakses tanggal 2 Mei 2025.
  2. ↑ "Nasi Kebuli Gaya Betawi". Kompas.com. 21 Februari 2009. Diakses tanggal 30 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Resep Nasi Kebuli Daging Kambing, Sajian yang Cocok untuk Idul Adha". Tempo. 5 Juni 2023 | 10.54 WIB. Diakses tanggal 2025-05-31.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ "Resep Nasi Kebuli Kambing: Hidangan Lezat Khas Timur Tengah". Liputan6. 15 Januari 2025. Diakses tanggal 13 Mei 2025.
  5. ↑ "Nasi Kebuli Gaya Betawi". Kompas.com. Travel.kompas.com. 2009-02-21. Diakses tanggal 2012-01-16.
  6. ↑ Nasi Kebuli Kismis. "Nasi Kebuli Kismis". tabloidbintang.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-19. Diakses tanggal 2012-01-16.
  7. ↑ Galpin, Shannon (2014). Mountain to Mountain: A Journey of Adventure and Activism for the Women of Afghanistan. Macmillan. ISBN 978-1-250-04664-2.
  8. ↑ Dharmaputra, T.S. (2015). Kumpulan Masakan Favorit Sepanjang Masa. Jakarta: Puspa Swara. ISBN 978-602-213-036-9. Diakses tanggal 5 Juni 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan