Rabu, 30 September 2026
20:57 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Doclang

Doclang

makanan tradisional khas Bogor, Jawa Barat

Bagikan:
Doclang
250px-Kadaharan_urang_sunda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Doclang
SajianJajanan
Tempat asal Indonesia
DaerahKota Bogor, Jawa Barat
Suhu penyajianPanas
Bahan utamaLontong, sayur nangka, bumbu kacang

Doclang (Aksara Sunda Baku: ᮓᮧᮎᮣᮀ) merupakan makanan legendaris Bogor yang terbuat dari lontong yang disiram dengan bumbu kacang.[1] Di Bogor sendiri makanan ini semakin sulit ditemui. Dulunya, makanan ini dijajakan dengan cara dipikul dan berkeliling. Namun sekarang sudah bisa melihat banyak penjual doclang yang menggunakan gerobak.

Pada saat ini umumnya penjual Doclang dapat ditemui dari pagi sampai siang hari di daerah-daerah perumahan atau perkampungan warga. Namun terdapat juga beberapa penjual Doclang yang menajajakannya dengan gerobak yang tersedia dari pagi bahkan sampai sore atau malam hari di kawasan Jembatan Merah Bogor.

Asal Usul

Doclang awalnya berasal dari China atau Tionghoa. Di Indonesia, makanan khas negeri Tirai Bambu ini berupa nasi dengan tambahan daging di dalamnya dan dibungkus dengan daun bambu. Ada juga yang berpendapat bahwa doclang pertama kali dibawa oleh pedagang Tionghoa dan telah ada sejak tahun 1600-an atau 1800-an.

Ciri Khas

Doclang sendiri termasuk makanan yang sederhana. Makanan yang umumnya disantap pada saat sarapan ini terdiri atas irisan lontong ukuran besar yang dibungkus daun patat, kentang, tahu, kerupuk, dan telur rebus. Berbagai bahan ini kemudian disiram bumbu kacang yang dicampur aneka macam rempah. Kemudian, bahan-bahan tersebut ditambah kecap secukupnya, dan sambal bagi yang suka pedas. Selain itu, tambahan jeruk nipis membuat bumbu kacang jadi lebih berasa.

Etimologi

Doclang merupakan kepanjangan dari ledog nganggo kacang yang artinya kental dengan menggunakan bumbu kacang.[2]

Referensi

  1. ↑ Kreatif, Arif (5 Juni 2024). "Doclang, Sarapan Khas Kota Hujan Sarat Sejarah". Pigiblog. Diakses tanggal 6 Juni 2026.
  2. ↑ Rianto, Rulan Kis (9 Desember 2023). "Delicious Doclang". Media Penilai. Diakses tanggal 6 Juni 2026.

Pranala luar

Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan