Jumat, 02 Oktober 2026
10:49 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah

Binarundak

Bagikan:
60px-Ambox_current_red.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia.

Binarundak adalah tradisi membakar nasi jaha bersama-sama pada saat lebaran, kemudian memakannya ramai-ramai.

Sejarah

Binarundak merupakan salah satu jenis makanan khas di wilayah Bolaang Mongodow Raya, Provinsi Sulawesi Utara. Binarundak untuk sebagian besar warga di Sulawesi Utara mengenalnya dengan sebutan Nasi Jaha, atau di Gorontalo dikenal dengan sebutan Nasi Bulu. Di beberapa tempat di pulau jawa, Binarundak dikenal dengan sebutan Lemang. Binarundak ala Bolaang Mongodow Raya ini rasanya lebih gurih karena santan.

Di Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara.[1] Binarundak bahkan telah menjadi ikon. Tak tanggung-tanggung, di kelurahan tersebut telah berdiri sebuah Tugu Binarundak dengan tinggi 18 meter, besar lingkaran bangunan 70 Centimeter, dan diameter alas seluas 1 1/2 meter. Tugu itu berdiri tegak dan kokoh di tengah kampung dan diresmikan oleh Wali Kota Kotamobagu Ir. Tatong Bara pada Tanggal 2 Agustus 2014.

Makan Binarundak di Kelurahan Motoboi Besar bahkan telah menjadi tradisi tersendiri. Warga setempat rutin menggelar perayaan Lebaran Binarundak setiap tahunnya, tepatnya sepekan setelah perayaan lebaram Idul Fitri. Digiatkannya tradisi Binarundak atau makan binarundak secara massal ini, berangkat dari ajang silaturahmi dan ajang reuni para perantau dengan sahabat lama, setelah sekian lama berpisah.

Tradisi Binarundak ini terinspirasi terinspirasi dari tradisi yang lazim dilaksanakan tujuh hari setelah Idul Fitri oleh masyarakat Jaton (Jawa Tondano) di Minahasa atau Gorontalo. Bedanya, selain waktu pelaksanaaan, juga jenis makanan yang disajikan. Tradisi Binarundak sendiri sengaja dibuat warga yang pulang mudik dari rantau seperti dari Jawa, Sumatera, Kalimantan ataupun dari beberapa daerah lainnya di Sulawesi dan Maluku. Selain jadi rangkaian perayaan Idul Fitri, tradisi ini juga merupakan ajang bermaaf-maafan sebelum pemudik kembali ke tanah perantauan.

Pada puncak perayaannya, berton-ton sabut kelapa dan bahan Binarundak bakal diadakan warga untuk persiapan pembuatan Binarundak. Sepanjang ruas jalan kelurahan tersebut akan terhampar bahan bakar binarundak, bahkan arus lalu lintas di sejumlah titik pun bakal dialihkan karena pusat kegiatan itu berada tepat di tengah jalan antara 4 lingkungan yang ada di Kelurahan tersebut. Asap lebat dari pembakaran Binarundak pun akan mengiasi langit-langit daerah tersebut.

Bahan Baku Binarundak

Binarundak adalah jenis makanan yang pengolahannya terbilang unik. Dengan perpaduan bahan di antaranya, beras ketan bercampur racikan rempah dan bumbu yakni bawang merah, jahe,,serai, santan dan lain-lain. Campuran beras ketan dan bumbu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam batang bambu yang dilapisi daun pisang. Tak sampai di situ, bambu tersebut kemudian dibakar menggunakan sabut kelapa bercampur tempurung.

Referensi

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan