Kamis, 01 Oktober 2026
14:21 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Gagauk

Gagauk

makanan khas daerah

Bagikan:
Gagauk
250px-Putu_ambung_003.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kue Gagauk
SajianJajanan pasar
Tempat asal Indonesia
DaerahKalimantan Selatan
Dibuat olehSuku Banjar
Suhu penyajianHangat
Bahan utamaTepung ketan/ubi kayu, gula merah, kelapa parut

Gagauk atau Gegauk adalah kue tradisional yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan. Kue Gagauk terbuat dari campuran tepung ketan dan kelapa parut, berisi gula merah, dibungkus dengan daun pisang yang dimasak dengan cara dikukus. Selain menggunakan tepung ketan, Gagauk juga bisa terbuat dari parutan ubi kayu.[1]

Budaya

Dalam budaya suku Banjar, kue Gagauk merupakan salah satu dari 41 wadai (kue) penting yang dihadirkan ketika adat pernikahan atau kelahiran.[2]

Di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kue Gagauk merupakan salah satu ornamen atau hidangan yang disajikan dalam acara adat Basunat. Kue gagauk disusun di nampan kuningan yang bernama Piring beranak.[3] Kue ini juga turut dihidangkan dalam acara Mandi Pengantin di Kuala Tungkal, Jambi[4] dan tradisi Mandi baya di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.[5]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ iskundarti, etik. "Resep Membuat Gagauk Khas Kalimantan Selatan" (dalam bahasa indonesian). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-15. Diakses tanggal 2023-04-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Fajriah,, Noor (2020). "ETNOMATEMATIKA BUDAYA BANJAR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN UNTUK LITERASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH" (PDF). PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-04-10. Diakses tanggal 2023-04-10.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  3. ↑ "Sajian dan Ornamen Upacara Basunat Kaya Filosofi". www.borneonews.co.id. 2016-02-28. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-01-06. Diakses tanggal 2023-04-09.
  4. ↑ Nurhasanah; Jailani, Muhammad (2020). "TRADISI RITUAL BEPAPAI SUKU BANJAR: MANDI TOLAK BALA CALON PENGANTIN SUKU BANJAR KUALA-TUNGKAL PROVINSI JAMBI, INDONESIA". Khazanah. 18 (2). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-14. Diakses tanggal 2023-04-10.
  5. ↑ Supriyanto, IIp (2013). AKULTURASI BUDAYA DALAM TRADISI BAYA DI KELURAHAN RAJA KECAMATAN ARUT SELATAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT (PDF). Yogyakarta: JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-04-10. Diakses tanggal 2023-04-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan