Jumat, 06 November 2026
22:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Bika

Bika

makanan khas daerah

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Bika ambon.
250px-Kue_Singgang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bika

Bika atau singgang adalah penganan tradisional berbahan dasar tepung beras dicampur kelapa parut dan gula pasir. Kue ini dibuat dengan cara menyendokkan adonannya di atas sehelai daun Waru lalu dimasak dalam wajan tanah liat yang dikepung bara api. Api yang digunakan untuk memasak memakai sabut kelapa dan kayu manis.[1][2]

Istilah bika berasal dari kata baka dalam bahasa Minang, yang berarti bakar, merujuk pada cara memasaknya. Makanan ini juga dinamakan sebagai bika bakar atau bika panggang untuk membedakannya dengan bika ambon. Bika menjadi kuliner khas Sumatera Barat yang mudah dijumpai di kedai khusus di tepi jalan.[3]

Bahan

Bika dibuat dengan bahan dan olesan. Bahannya yaitu parutan kelapa muda, tepung ketan, gula pasir, gara, bubuk vanili, dan air. Adapun olesannya menggunakan margarin dan kuning telur.[4] Telur untuk membuat bika bisa telur ayam atau telur bebek. Bika yang dibuat menggunakan telur bebek teksturnya akan terasa keras dan berwarna kuning.[5]

Pemanggangan

250px-Kue_Bika.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemanggangan bika.

Bika yang dibuat dengan metode pemanggangan tradisional menggunakan daun waru sebagai pembungkusnya. Prinsipnya sama dengan penggunaan oven. Panas diberikan dari bagian atas dan bawah. Pemanggangan dilakukan tanpa perlu membolak-balikkan bika. Bahan bakar yang digunakan adalah sabut kelapa. Tujuannya untuk memperharum aroma bika.[6]

Lihat pula

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "Gordon Ramsay Explores Rugged West Sumatra". National Geographic (dalam bahasa Inggris). 2020-05-20. Diakses tanggal 2020-06-28.
  2. ↑ "Minang Punya Kue: Bika Padang, Rasanya Asli Nendang!". MHM ASIA. 2017-06-25. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-28. Diakses tanggal 2020-06-28.
  3. ↑ "Kue Bika Panggang Khas Minang Tersohor hingga Singapura | Gaya Hidup". www.gatra.com. Diakses tanggal 2020-06-28.
  4. ↑ Buleng 2016, hlm. 24.
  5. ↑ Buleng 2016, hlm. 25.
  6. ↑ Gardjito, M., Muliani, L., dan Chayatinufus, C. (2019). Hardiman, Intarina (ed.). Kuliner Minangkabau: Pusaka Nenek Moyang, Yang Pantas Disayang. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 55–56. ISBN 978-602-06-3238-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan